Inversi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan manusia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kini semakin memperkuat ekosistem operasionalnya di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Memasuki bulan kelima implementasinya, Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Nabire mengambil langkah strategis dengan menjalin kolaborasi lintas sektoral bersama Batalyon Infanteri (Yonif) TP 804/DBAY. Kerja sama ini difokuskan untuk menjamin ketersediaan, kualitas, serta keberlanjutan pasokan pangan bagi unit-unit dapur MBG di wilayah tersebut.
Sinergi Strategis untuk Kemandirian Pangan Lokal
Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah taktis untuk mengintegrasikan potensi pangan lokal ke dalam rantai pasok dapur MBG. Dengan melibatkan Yonif TP 804/DBAY, BGN berharap dapat menyerap hasil pertanian, perikanan, serta berbagai produk pangan lokal secara lebih optimal.
Tidak hanya berhenti pada kolaborasi dengan militer, BGN juga merangkul jajaran pemerintahan di tingkat akar rumput, yakni Kepala Distrik Teluk Kimi serta seluruh Kepala Kampung di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk membangun dukungan yang masif dan terstruktur bagi keberhasilan program di lapangan.
“Kami mendorong seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk giat mengembangkan sektor pertanian dan peternakan di lingkungan masing-masing.”
“Fokus utamanya adalah agar kebutuhan bahan pokok untuk dapur MBG dapat terpenuhi secara mandiri melalui potensi lokal, sehingga tercipta ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Nabire,” ujar Marsel dalam keterangannya di Mayonif TP 804/DBAY, Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Nabire, Sabtu (23/05/2026).
Kapasitas Produksi Batalyon sebagai Katalisator Nutrisi
Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba, menyambut hangat inisiatif kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa jajarannya memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung ketahanan pangan, baik melalui sektor pertanian maupun peternakan.
Batalyon telah mengelola lahan produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pangan esensial yang diperlukan untuk memenuhi standar gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.
“Kami telah memaparkan peran aktif Batalyon dalam mendukung program pemerintah. Saat ini, sektor pertanian yang kami kelola berhasil memproduksi padi, jagung, berbagai jenis sayur-mayur, hingga komoditas cabai. Selain itu, di sektor peternakan, kami juga mengembangkan budidaya perikanan air tawar, seperti ikan lele, nila, dan patin,” jelas Letkol Inf Okto.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hasil produksi dari lahan yang dikelola oleh Batalyon akan diprioritaskan untuk meningkatkan mutu nutrisi pada dapur-dapur MBG. Dengan ketersediaan bahan baku yang segar dan berkualitas, diharapkan standar gizi yang ditetapkan oleh pemerintah dapat terpenuhi secara konsisten.
Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Pemerintah Distrik
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat luas di Nabire untuk lebih aktif terlibat dalam sektor pertanian. Letkol Inf Okto berharap, dengan pelibatan aparat distrik dan kepala kampung, mobilisasi masyarakat dalam mengolah lahan di wilayah masing-masing akan meningkat.
“Tujuan akhirnya adalah agar ketersediaan bahan baku pangan di Nabire selalu mencukupi, bahkan mampu menopang kebutuhan program MBG dalam jangka panjang,” tambahnya.
Dukungan serupa datang dari Kepala Distrik Teluk Kimi, Oktavianus Youweni. Ia menyatakan komitmen penuh pemerintah distrik untuk menyukseskan program MBG.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang sangat berarti bagi warga di tingkat kampung.