By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bukan Lagi FOMO, Gen Z Kini Fokus pada Kehidupan yang Autentik dan Bermakna
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bukan Lagi FOMO, Gen Z Kini Fokus pada Kehidupan yang Autentik dan Bermakna

LifeStyle

Bukan Lagi FOMO, Gen Z Kini Fokus pada Kehidupan yang Autentik dan Bermakna

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
4 Min Read
Anak Muda
SHARE

INVERSI.ID – Generasi Z di Indonesia kini tak sekadar jadi pengikut tren. Mereka justru aktif mendefinisikan ulang makna keren, gaya hidup, hingga cara berinteraksi dengan brand. Citra Gen Z kini dikenal sebagai generasi yang selektif, autentik, dan sadar tujuan, baik dalam kehidupan nyata maupun konsumsi digital.

Contents
Dari FOMO ke Filter On My OwnCara Baru Gen Z Mencari InformasiGaya Hidup Sehat dan Sadar SosialSaatnya Brand Belajar dari Gen Z

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru berjudul “Indonesian Gen Z: Redefining the Rules of Relevance”, yang dirilis pada April 2025 oleh Cheil Indonesia. Studi ini dilakukan melalui survei dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan 100 responden Gen Z dari berbagai wilayah Indonesia.

“Laporan ini menjadi panduan penting bagi industri untuk lebih memahami Gen Z. Mereka tidak lagi mengejar viralitas, tetapi mencari makna yang relevan dan personal,” ungkap Soniya Ana, PR Manager Cheil Indonesia.

Dari FOMO ke Filter On My Own

Salah satu temuan menarik dalam studi ini adalah bagaimana Gen Z mulai mengubah konsep FOMO (Fear of Missing Out) menjadi Filter On My Own. Artinya, mereka lebih fokus pada apa yang benar-benar penting dan relevan bagi diri mereka sendiri.

Sebanyak 67% responden menyatakan mengagumi individu yang hidup sesuai prinsip, bukan sekadar mengikuti arus. Definisi keren pun tak lagi bergantung pada popularitas di media sosial, melainkan pada keberanian tampil autentik.

“Gen Z adalah generasi yang memadukan semangat modern dengan nilai-nilai lokal. Mereka ingin brand yang bisa jadi bagian dari hidup mereka, bukan hanya tampil mencolok di kampanye,” jelas Dhiny Puspitasari, Strategic Planner Cheil Indonesia.

Cara Baru Gen Z Mencari Informasi

Menariknya, cara Gen Z mencari informasi juga mengalami pergeseran drastis. Jika sebelumnya Google menjadi andalan, kini platform seperti ChatGPT dan TikTok lebih sering digunakan sebagai sumber pencarian utama.

“Kadang aku pakai ChatGPT cuma buat beresin pikiran, entah soal masalah serius atau sekadar memilih buah yang pas,” ujar Tasya (24), salah satu responden.

Dengan ChatGPT sebagai asisten pribadi dan TikTok sebagai kompas visual, Gen Z menciptakan pola konsumsi informasi yang lebih intuitif, personal, dan interaktif.

Baca Juga :

Alasan Anak Muda Pilih Aplikasi Kencan Sebagai Sarana PDKT?
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Gaya Hidup Sehat dan Sadar Sosial

Selain digital native, Gen Z juga menunjukkan perhatian besar pada gaya hidup sehat dan isu sosial. Survei mencatat, 67,1% responden memilih aktivitas sosial tanpa alkohol, dan menjadikan tidur cukup, makan sehat, serta olahraga ringan sebagai gaya hidup yang dibanggakan.

Mereka juga memanfaatkan tren sosial seperti “Kesenjangan Sosial” di TikTok untuk merayakan perbedaan dengan humor dan empati, bukan nyinyir atau sindiran tajam. Ini menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan guyub tetap hidup di tengah arus digital yang serba cepat.

Saatnya Brand Belajar dari Gen Z

Gen Z Indonesia adalah generasi yang tidak hanya cepat beradaptasi, tetapi juga kritis dan sadar makna. Mereka tidak mudah terbuai iklan atau tren viral, melainkan mencari koneksi emosional yang autentik.

Bagi industri dan pelaku bisnis, memahami Gen Z bukan lagi pilihan, tetapi keharusan untuk tetap relevan di era digital. Kampanye yang ingin menarik perhatian mereka harus mampu menjawab kebutuhan aktual, berbicara dalam bahasa yang jujur, dan menunjukkan nilai-nilai yang nyata.***

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:FOMOgen zKehidupan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Remaja dan Gadget: Manfaat Besar, Risiko Lebih Besar?
Next Article Bukan Cuma Nostalgia, Radio Kini Jadi Teman Favorit Gen Z
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index