Halo Inversi, Gen Z dan Culture Warriors! Di tengah gempuran game online dan scrolling tiada henti, Kabupaten Ciamis bikin gerakan powerful yang wajib diacungi jempol. Ratusan pelajar SD di Ciamis nggak nge-lay di rumah.
Mereka justru turun ke Stadion Atletik Linggabuana pada Jumat (31/10/2025) untuk adu ketangkasan di Invitasi Olahraga Tradisional! Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Ciamis ini bukan cuma ramai, tapi membawa pesan yang deepbanget.
Ketua Pelaksana, Ely Mulyaningsih, menegaskan bahwa event ini adalah effort untuk menumbuhkembangkan bakat minat berbasis karakter dan, yang paling penting, membentuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
Total ada 594 peserta yang ikut all-out di cabang-cabang olahraga yang nggak kalah seru dari e-sport: hadangan (gobak sodor), terompah panjang, egrang, dan sumpitan. Mereka mencari ticket untuk maju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
FILSAFAT LELUHUR SUNDA: THE REAL LIFE HACKS
Bagian paling intelektual dari event ini adalah statement yang disampaikan oleh Sekretaris Disdik Ciamis, Muharam A Zajuli, mewakili Kepala Dinas. Ia menyebut kegiatan ini sebagai manifestasi konkret upaya melestarikan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
“Ketika anak di belah dunia lain sibuk dengan gawai dan permainan virtual, anak-anak Ciamis dengan gagah berani memilih untuk turun kelapangan memegang bambu egrang. Mereka melangkah kompak di atas bakiak, dan menyusun strategi di arena gobak sodor, ini sebuah pernyataan kebanggaan,” ucapnya penuh makna.
Poin Gaul Intelektualnya: Anak-anak Ciamis ini sedang melakukan Digital Detox Cerdas. Mereka menggunakan olahraga tradisional sebagai alat untuk melawan pasifitas digital, sekaligus menjadi penjaga gawang budaya.
Muharam juga menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar mencari medali. Ini adalah arena untuk mengaplikasikan filsafat leluhur Sunda: Panca Waluya, atau lima kesempurnaan.
PANCA WALUYA: RESEP JADI JUARA SEJATI
Setiap cabor yang dimainkan adalah instrumen untuk memperkuat karakter:
- Terompah Panjang mengajarkan kekompakan dan sinkronisasi (teamwork).
- Hadangan (Gobak Sodor) mengasah strategi cepat dan critical thinking.
- Egrang melatih keseimbangan fisik dan mental (focus dan grit).
Intinya: Olahraga tradisional adalah sekolah karakter alami. Dengan total 594 peserta, Ciamis sedang menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa jadi cool dan relevan bagi Gen Z. Mereka menciptakan legacy bahwa karakter yang kuat dibentuk di lapangan, bukan di chat room.