Halo Inversi, Gen Z dan Peeps yang lagi hustle! Siapa bilang sekolah di pulau terpencil nggak bisa jadi juara? MTs Negeri 26 Kepulauan Seribu baru saja membungkam keraguan itu!
Siswa-siswi madrasah ini sukses besar di ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten/Kota tahun 2025, dengan memborong piala di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Matematika.
Puncak kebanggaan terjadi pada Jumat (31/10/2025). Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kantor Kemenag Kepulauan Seribu, Sutama, turun langsung ke madrasah untuk memberikan piagam penghargaan kepada para juara.
Penyerahan reward yang disaksikan oleh seluruh warga madrasah ini bukan sekadar formalitas, tapi pernyataan tegas bahwa effort harus diapresiasi.
APPRECIATION CULTURE: RESEP RAHASIA JADI JUARA
Sutama menyampaikan rasa bangganya atas achievement para siswa. Ia menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kombinasi tiga core value: kerja keras, semangat belajar, dan support system madrasah.
“Kami ingin menanamkan budaya berprestasi di lingkungan madrasah. Penghargaan ini adalah wujud kepedulian dan apresiasi atas usaha mereka,” ujar Sutama.
Poin Intelektualnya: Kasi Pendis sedang membangun apa yang disebut Appreciation Culture. Dalam psikologi pendidikan, pengakuan publik (seperti piagam ini) berfungsi sebagai positive reinforcement yang sangat kuat. Ini nggakcuma memotivasi penerima, tapi juga menciptakan efek peer pressure positif di kalangan siswa lain untuk ikut berjuang. Ini adalah strategi smart untuk menaikkan standar akademik madrasah secara keseluruhan.
Salah satu winner, Regina Abkiana, mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada guru pembimbing.
“Kami akan terus belajar agar bisa membawa nama MTsN 26 Kepulauan Seribu lebih tinggi lagi,”ucap Regina, menunjukkan growth mindset seorang juara sejati.
KEPALA MADRASAH: TIME MANAGEMENT ADALAH KUNCI HACKING PRESTASI
Kepala MTsN 26 Kepulauan Seribu, Maliyatun, ikut memberikan mentoring singkat. Pesannya sangat relatabledengan tantangan Gen Z yang serba distracted:
“Jadikan keberhasilan teman-teman kalian ini sebagai penyemangat. Dengan belajar sungguh-sungguh, mengatur waktu, dan berdoa, insyaallah prestasi akan menjadi milik kalian juga.”
Intinya: Belajar sungguh-sungguh itu wajib, tapi keterampilan mengatur waktu (time management) adalah skill kunci untuk mengalahkan distraksi dan mencapai target. Madrasah ini berhasil mengintegrasikan aspek akademik (juara OMI) dengan pembangunan karakter (semangat juang dan time management).
Penutupan acara dengan sesi foto bersama Kasi Pendis dan para champions menjadi momen epik, menandai bahwa Madrasah di Kepulauan Seribu kini resmi menjadi hotspot lahirnya talent OMI yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.