Halo Inversi! Dunia pendidikan kembali dibuat bangga oleh prestasi anak bangsa. Kali ini datang dari Kasyaf Ibrahim Rahman Lubis, pelajar kelas 3 SD Al-Ikhlas, Cipondoh, Kota Tangerang, yang berhasil menorehkan prestasi luar biasa di kancah internasional.
Dalam ajang International Youth Robot Competition (IYRC) 2024 di MSU-BIT University, Shenzhen, China, Kasyaf sukses membawa pulang dua gelar bergengsi: Juara Umum (Champion) kategori Creative Design dan Juara 2kategori Safari Adventure.
Ajang ini bukan main-main diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Artinya, Kasyaf yang baru 9 tahun harus bersaing dengan peserta yang jauh lebih tua dan berpengalaman. Namun, siapa sangka, ide briliannya justru membuatnya tampil mencolok di antara para pesaing dunia.
Robot “Smart Rescue” yang Lahir dari Kepedulian
Robot ciptaan Kasyaf bernama “Smart Rescue”, sebuah prototipe penyelamat yang didesain untuk membantu proses mitigasi bencana.
Inspirasi itu datang dari pengamatannya terhadap bencana yang kerap melanda Indonesia.
“Saya sering lihat berita tentang bencana di Indonesia. Saya ingin membantu banyak orang lewat robot yang bisa dipakai untuk penyelamatan,” tutur Kasyaf dengan nada polos tapi penuh tekad.
Lebih menarik lagi, ide “Smart Rescue” tak sekadar proyek teknologi, tapi juga sarat nilai lokal. Kasyaf terinspirasi dari kampung halamannya, Danau Toba, tempat ia sering berkunjung sejak kecil. Dari cerita keluarganya tentang tanah kelahiran itu, muncul semangat untuk memperkenalkan keindahan Toba sekaligus menyadarkan dunia akan pentingnya menjaga alam.
Saat mempresentasikan karyanya di China, Kasyaf bahkan tampil mengenakan pakaian adat Batak Toba, lengkap dengan penjelasan mengenai keindahan dan potensi wisata di sana.
“Kampung halaman saya sangat indah, dan saya ingin dunia mengenalnya. Karena itu, saya masukkan Danau Toba ke dalam proyek robot saya,” ujar Kasyaf penuh semangat.
Dukungan Penuh dari Orang Tua
Di balik pencapaian besar ini, tentu ada dukungan kuat dari keluarga. Bobby Rahman Lubis, ayah Kasyaf, bercerita bahwa sejak kecil anaknya sudah menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan suka bereksperimen.
“Anak saya ini punya rasa penasaran besar. Apa pun yang dilihat, selalu ditanya dan ingin tahu cara kerjanya,” ujarnya sambil tersenyum.
Melihat potensi itu, Bobby bersama istrinya memilih menyalurkan energi positif anaknya ke hal-hal produktif. Mereka mendukung Kasyaf ikut ekstrakurikuler robotik, bahkan menyediakan les privat di rumah.
Hasilnya? Prestasi yang kini bukan hanya membanggakan keluarga, tapi juga mengharumkan nama Indonesia di panggung global.
Bukti Anak Indonesia Bisa Bersaing di Dunia
Bobby berharap, keberhasilan anaknya menjadi bukti nyata bahwa anak Indonesia punya potensi besar di bidang teknologi dan inovasi.
“Kasyaf membuktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak kalah dari negara maju. Harapannya, ini bisa jadi pemicu semangat bagi generasi muda lain untuk berani bermimpi dan berkarya,” ujarnya.
Prestasi Kasyaf bukan hanya tentang kemenangan di lomba robotik. Lebih dari itu, ia membawa pesan besar: bahwa kreativitas, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap lingkungan bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat.
Di usianya yang baru 9 tahun, Kasyaf telah menjadi contoh bahwa semangat muda Indonesia berpikir kritis, peduli sesama, dan berani berinovasi bisa bersinar di panggung dunia.