By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kesehatan

Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai

Jack
By
Jack
22 seconds ago
Share
4 Min Read
Dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Dhira Atman. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Sakit kepala sering dianggap sebagai keluhan biasa yang dipicu kelelahan atau stres. Namun, jika rasa nyeri muncul terus-menerus dan semakin berat dari waktu ke waktu, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi salah satu tanda tumor otak.

Dokter spesialis bedah saraf di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Dhira Atman, mengatakan sakit kepala merupakan gejala yang paling umum dialami penderita tumor otak. Meski demikian, terdapat ciri khas yang membedakannya dengan jenis sakit kepala lainnya.

“Kalau ditanya gejala yang paling standar, ya sakit kepala. Tapi yang khas itu nyerinya akan semakin lama semakin berat, karena benjolan di dalam otak juga semakin membesar,” kata Dhira di Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Senin.

Menurut Dhira, sakit kepala akibat tumor otak memiliki pola yang berbeda dibandingkan migrain maupun sakit kepala karena ketegangan otot (tension headache).

Pada kasus migrain, nyeri biasanya muncul secara berkala, kemudian mereda sebelum akhirnya kambuh kembali di waktu lain. Sementara itu, sakit kepala akibat ketegangan otot umumnya dipicu oleh kelelahan atau stres dan akan berkurang setelah tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Berbeda dengan kedua kondisi tersebut, sakit kepala yang dipicu tumor otak cenderung berlangsung terus-menerus dan intensitasnya semakin meningkat seiring bertambah besarnya ukuran tumor.

“Sebaliknya, kalau sakit kepala akibat tumor otak dia berlangsung terus menerus. Logikanya, barangnya di dalam kepala makin lama makin besar, jadi tekanan terhadap otak juga semakin meningkat. Jadi nyerinya semakin berat dan tidak hilang-hilang, bisa bertambah,” jelas Dhira.

Selain sakit kepala, gejala yang muncul juga bergantung pada lokasi pertumbuhan tumor di dalam otak.

Jika tumor berkembang di bagian depan otak atau lobus frontal, penderita dapat mengalami penurunan fungsi intelektual. Kondisi tersebut bisa ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, proses berpikir yang melambat, sering melakukan kesalahan dalam berhitung, hingga perubahan perilaku dan kepribadian.

Baca Juga :

Hasil Timnas Indonesia U20 vs Uzbekistan, Garuda Muda Kalah 2-3
BGN Tegaskan Anggaran MBG Rp268 Triliun, Fokus Tingkatkan Gizi dan Ekonomi

“Jadi orang yang sebelumnya tenang bisa tiba-tiba menjadi emosional, mudah marah, atau sering mengajak bertengkar. Itu juga bisa menjadi salah satu gejala,” ucap Dhira.

Apabila tumor menekan area otak yang mengendalikan gerakan tubuh, penderita berpotensi mengalami kesemutan, kelemahan otot, bahkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.

Dhira menjelaskan bahwa bagian tubuh yang terdampak sangat bergantung pada posisi tumor karena jalur saraf di dalam otak saling bersilangan.

Sementara itu, jika tumor tumbuh di bagian belakang otak yang berperan sebagai pusat penglihatan, pasien dapat mengalami berbagai gangguan visual.

“Penderita bisa melihat bayangan hitam, sebagian gelap, ada bagian penglihatan yang hilang, gangguan mata, sulit diajak bicara juga bisa, tidak nyambung, ngelantur bahasanya,” kata Dhira.

Menurut Dhira, lokasi tumor yang paling berisiko berada di batang otak. Bagian tersebut berfungsi mengendalikan organ-organ vital, termasuk sistem pernapasan dan denyut jantung.

“Batang otak mengatur jantung dan paru-paru, kalau tumornya di situ, bisa saja tidak ada gejala yang jelas, tetapi tiba-tiba terjadi henti napas,” ucap Dhira.

Ia menambahkan, tumor otak yang masih berukuran kecil juga dapat berkembang tanpa memunculkan gejala berarti. Kondisi itu membuat banyak pasien baru memeriksakan diri setelah ukuran tumor membesar dan mulai memberikan tekanan pada jaringan otak.

“Semakin besar ukuran tumor saat ditemukan, semakin kompleks juga tindakan operasinya,” ujar Dhira.

Karena itu, Dhira mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh sakit kepala yang berlangsung dalam waktu lama, terutama jika frekuensinya semakin sering disertai rasa nyeri yang terus bertambah berat. Pemeriksaan medis sejak dini dinilai penting agar penyebab keluhan dapat diketahui dan penanganan diberikan sebelum kondisi berkembang lebih serius.

You Might Also Like

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban
Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
TAGGED:kesehatanTumor
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

Zonder Keluar Uang! CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Tabung Baru Disiapkan Pemerintah

Muak Impor! Bahlil Siapkan 3 Jurus Besar Demi Dongkrak Produksi Minyak RI

Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban Resmi Beroperasi, Impor LPG Siap Dipangkas

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

BRIN Sebut Tanaman Aren Berpotensi Besar Dukung Transisi Energi Nasional

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

1 month ago
Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

1 month ago
Foto : Ibu memberikan Makanan Bergizi Gratis kepada Balita di Posyando Bougenville, Makassar, Sulawesi Selatan (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

Sinergi Posyandu & SPPG! Kawal Anak dan Kesehatan Ibu dari Program MBG

1 month ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index