By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dedi Mulyadi Semprot Pengembang SPMB 2026, Aplikasi Baru Dinilai Jadi Sumber Kekacauan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dedi Mulyadi Semprot Pengembang SPMB 2026, Aplikasi Baru Dinilai Jadi Sumber Kekacauan

Pendidikan

Dedi Mulyadi Semprot Pengembang SPMB 2026, Aplikasi Baru Dinilai Jadi Sumber Kekacauan

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Menurutnya, gelombang keluhan yang datang dari ratusan ribu orang tua siswa di Jawa Barat lebih banyak dipicu oleh masalah teknis pada aplikasi yang digunakan dibandingkan regulasi penerimaan itu sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat meninjau langsung layanan pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Dedi menilai proses pengembangan aplikasi tidak berjalan sesuai mekanisme yang semestinya. Ia menegaskan bahwa pembangunan sistem digital seharusnya berada dalam koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), bukan ditangani langsung oleh dinas teknis.

“Ketentuan Gubernur seharusnya aplikasi tidak dibuat oleh Dinas Teknis. Aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo,” ujar dia di depan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Purwanto.

Menurut Dedi, sejumlah kendala yang dikeluhkan masyarakat berasal dari aspek teknis aplikasi. Ia menilai pengembang memilih membangun sistem baru dari awal, padahal fitur-fitur yang telah tersedia sebelumnya dapat dikembangkan dan disempurnakan tanpa harus mengganti keseluruhan platform.

“Kalau menurut saya sih nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi, saya lihat. Seharusnya fitur yang sudah ada itu tinggal disempurnakan. Tetapi kalau saya melihat tadi bahwa dia membuat aplikasinya dari nol,” katanya.

Untuk memastikan persoalan tersebut segera dituntaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknologi yang digunakan dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Dedi bahkan menginstruksikan agar pihak ketiga atau tim pengembang aplikasi dipanggil untuk memberikan penjelasan sekaligus mempertanggungjawabkan sistem yang telah dibuat.

“Makanya hari ini saya ingin panggil yang menggunakan aplikasinya, yang membuatnya. Makanya saya mau panggil sekarang, ini teknis banget, nggak ada yang berat,” tutur Dedi menegaskan sikapnya.

Baca Juga :

Fakta-fakta Banjir Bandang di Sumbar yang Tewaskan 14 Orang, Buat Sang Gubernur Tinjau Lokasi
Jakarta Tercatat Sebagai Kota dengan Polusi Udara Terburuk Ketiga di Dunia

Selain menyoroti aplikasi, Dedi juga mempertanyakan pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dinilai tidak sesuai dengan arahan awal. Ia mengaku sebelumnya telah meminta agar pemetaan dilakukan lebih awal sebelum proses SPMB berlangsung.

“Saya awalnya minta PCMB ini digelar sebelum SPMB atau pada Maret 2026, tapi kenapa tidak dilakukan,” ucapnya dengan nada tinggi mempertanyakan kinerja jajaran Disdik Jabar.

Untuk mengatasi membludaknya masyarakat yang datang menyampaikan aduan ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi meminta layanan pengaduan didistribusikan ke masing-masing sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah sekaligus mengurangi penumpukan warga di satu lokasi.

“Ini bisa selesai di sekolah masing-masing, kalau semua ke sini siapa yang mau menjawab,” kata Dedi menambahkan.

Evaluasi terhadap sistem SPMB 2026 menjadi perhatian penting Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingat tingginya jumlah peserta yang terlibat. Perbaikan tata kelola teknologi dan pelayanan publik diharapkan dapat menciptakan proses penerimaan siswa baru yang lebih efektif, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.

You Might Also Like

Meutya Hafid: Anak Harus Cakap Digital Tanpa Kehilangan Kehidupan Nyata
Jurus Bahlil Sekolahkan Anak Maluku ke Akamigas agar Jadi SDM Unggul Blok Masela
Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Screen Time Berlebihan, Anak Rentan Diabetes dan Gagal Ginjal
Teddy dan Mendiktisaintek Bahas Masa Depan Beasiswa Garuda, Fokus Cetak SDM Unggul
Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
TAGGED:Dedi MulyadiKDMSPMB
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jelang Piala ASEAN 2026, Pelatih Vietnam Datang Langsung Saksikan Indonesia vs Mozambik
Next Article Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Impor Minyak Rusia Dieksekusi, Stok BBM Nasional Dijaga Tetap Aman

BRI Perkuat Benteng Lawan Judi Online, Andalkan Teknologi untuk Putus Aliran Dana

Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun

Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan

Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan

2 weeks ago
Pendidikan

Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional

2 weeks ago
Pendidikan

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya

3 weeks ago
PendidikanTerkini

Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index