By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dinilai Kurang Humanis, Anggota DPR Kritik Pendidikan Barak Militer untuk Anak Nakal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dinilai Kurang Humanis, Anggota DPR Kritik Pendidikan Barak Militer untuk Anak Nakal

Pendidikan

Dinilai Kurang Humanis, Anggota DPR Kritik Pendidikan Barak Militer untuk Anak Nakal

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ingin menerapkan sistem barak militer untuk mendidik anak-anak yang dianggap “nakal” menuai beragam respons. Meskipun banyak masyarakat Jawa Barat menilai kebijakan ini positif karena dinilai dapat menumbuhkan kedisiplinan, namun kritik juga datang dari kalangan legislatif.

Contents
Pesantren Dinilai Lebih Efektif untuk Pembentukan KarakterPendidikan Bukan Tentang Hukuman, Tapi Pembinaan

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andi Muawiyah Ramli, mengingatkan bahwa pendidikan bagi anak muda seharusnya tidak dibangun dengan pendekatan militeristik.

“Kalau dilihat sekilas, pola kebijakan Pak Gubernur memang terlihat ingin menanamkan disiplin dan karakter yang kuat. Tapi kita harus ingat, hakikat pendidikan bagi anak muda itu bukan begitu, bukan dengan cara militer,” ujar Andi, Sabtu (10/5).

Pesantren Dinilai Lebih Efektif untuk Pembentukan Karakter

Andi menyebut, pesantren adalah institusi yang telah lama terbukti mampu membentuk karakter generasi muda Indonesia, mulai dari kedisiplinan hingga akhlak.

“Sejak dulu, pesantren jadi tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin dan akhlakul karimah. Saya kira, anak-anak yang dianggap nakal justru lebih cocok ditempatkan di lingkungan pesantren,” tambahnya.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara instan, apalagi hanya dalam waktu singkat seperti pelatihan tiga minggu di barak militer.

“Proses berpikir anak muda itu butuh waktu panjang untuk dibentuk. Di pesantren, hal ini dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun,” jelasnya.

Pendidikan Bukan Tentang Hukuman, Tapi Pembinaan

Pernyataan Andi menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa anak-anak muda tidak seharusnya dihadapkan pada pola pendidikan yang mengedepankan hukuman fisik atau tekanan mental.

Menurutnya, pembangunan karakter ideal justru harus dilakukan melalui pembinaan yang berfokus pada nilai, moral, dan spiritualitas, bukan sekadar kedisiplinan fisik.***

Baca Juga :

Syarat Damai untuk Gaza dari PM Israel hingga Usir Warga Sebelum Serang Rafah
FTSE Tunda Review RI, IHSG Bisa Uji 7.800 Lagi? Ini Kata Analis

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:Anggota DPRBarak MiliterDedi MulyadiPendidikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Lebih dari Sekadar Fashion, Gaya Busana ‘Oversized’ Simbol Kebebasan Anak Muda
Next Article ‘K-Fun Fest 2025’ Serunya Gaya Hidup Korea di Tengah Jakarta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Sayembara Rp250 Juta Berbuah Hasil, Dedi Mulyadi Pastikan Uang Diberikan untuk Korban

2 weeks ago
Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index