By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Fakta-Fakta Dugaan Ajaran Menyimpang di Ponpes Al-Zaytun, Pernyataan Kontroversial Soal Masjid hingga Kotak Amal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fakta-Fakta Dugaan Ajaran Menyimpang di Ponpes Al-Zaytun, Pernyataan Kontroversial Soal Masjid hingga Kotak Amal

Terkini

Fakta-Fakta Dugaan Ajaran Menyimpang di Ponpes Al-Zaytun, Pernyataan Kontroversial Soal Masjid hingga Kotak Amal

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

Dugaan ajaran menyimpang di Ponpes Al-Zaytun kembali muncul ke permukaan. Kali ini, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Panji Gumilang kembali mengeluarkan sejumlah pernyataan kontroversial soal masjid dan kotak amal dalam sebuah ceramah. Berikut fakta-faktanya.

Contents
Masjid Tak Bisa Jadi Pusat PeradapanDonatur TetapSejarah Ponpes Al Zaytun

Panji Gumilang kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa masjid merupakan tempat orang-orang putus asa dan kotak amal yang kerap beredar di masjid. Menurutnya, hal ini sangat memalukan, pasalnya sampai sekarang masih banyak masjid di Indonesia yang belum memiliki donatur tetap.

Pria 76 tahun itu menyatakan masjid yang berada di Indonesia merupakan masjid yang dipenuhi orang-orang putus asa. Sementara dia beranggapan ‘konsep’ masjid yang sebenarnya ada di Vatikan.

“Masjid itu adanya di Vatikan sana, di sini (Indonesia) tempat orang-orang putus asa, masjid-masjid itu,” ujar Panji Gumilang dikutip dari akun TikTok Hery Patoeng, Minggu, 18 Juni 2023.

Masjid Tak Bisa Jadi Pusat Peradapan

Masih menurut Panji, masjid yang berada di Indonesia tidak bisa disebut sebagai pusat peradaban, sebab, kata Pimpinan Ponpes Al Zaytun itu, masjid yang berdiri di Tanah Air masih kesulitan untuk mendapatkan uang dari jemaahnya.

Menurutnya, hal demikian cukup memalukan jika disebut sebagai pusat peradaban. Sebab, sangat miris melihat kenyataan, para jemaah baru akan memberi uang ketika kotak amal diedarkan.

“Hanya duduk, dipaksa ngisi kaleng (kotak amal) keluar, selesai. Ini masjid peranannya, katanya, sebagai pusat peradaban, tidak ada. Yang ada peradaban pungutan uang.” kata Panji Gumilang.

“Kalau itu disebut sebagai peradaban, memalukan. Maknanya, orang yang masuk masjid ini pelit, diedarkan kotak, baru ngasih,” lanjutnya.

Donatur Tetap

Panji Gumilang menjelaskan apabila sebuah masjid ingin disebut sebagai pusat peradaban, maka masjid harus memiliki donatur tetap, atau jemaah yang secara konsisten memberi sumbangan tanpa diminta. Hal ini berdasarkan hasil peneitiannya yang di Vatikan untuk mencari tahu bagaimana Vatikan bisa sangat besar.

Baca Juga :

5 Love Language Gen Z yang Bikin Hubungan Makin Nyata
Hakim MK Nyatakan PKPU Syarat Capres Cawapres Telah Sesuai Putusan Nomor 90/2023

“Ternyata sumbangan ke Vatikan itu tidak melalui kotak amal keliling. Saya melihat dalam penelitian, membaca sejarah Vatikan, dengan gerejanya itu, semuanya setiap bulan itu rekening masuk dari para jemaahnya,” pungkas Panji

Sekedar informasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengaku sempat ditolak berdialog dengan Ponpes Al-Zaytun soal ajaran yang diberikan kepada santri soal dugaan ajaran menyimpang di Ponpes Al-Zaytun.

Sejarah Ponpes Al Zaytun

Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun belakangan viral di media sosial karena beragam tata cara peribadatan yang dinilai berbeda dengan penganut Islam pada umumnya. Selain itu pernyataan pimpinan pesantren Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang juga kerap kontroversial.

Dilansir dari berbagai sumber, Ponpes Al Zaytun berada di di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Indramayu, Jawa Barat. Al Zaytun berdiri di bawah Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang berdiri pada 13 Agustus 1996. Ponpes tersebut diresmikan secara umum pada 1 Juli 1999 oleh mantan presiden BJ Habibie.

Kementerian Agama melalui Suryadharma Ali, Menteri Agama pada tahun 2011, menepis adanya penyimpangan ajaran Islam di Ponpes Al-Zaytun. Menurut Suryadharma Ali, kurikulum yang diajarkan di pondok pesantren itu tidak menyimpang dari ajaran Islam. Kementerian Agama, kata dia, sangat berhati-hati dalam menyikapi isu keterkaitan Al-Zaytun dengan pemikiran maupun gerakan Negara Islam Indonesia (NII).

Kementerian Agama juga menyebut pendidikan yang diberikan kepada para siswa, seperti Piagam Madinah dan Hak Asasi Manusia serta jurnalistik. Selain itu, siswa dibekali kemampuan untuk mampu mengajar. Dalam situsnya www.al-zaytun.sch.id Popes Al Zaytun mengklaim menjadi pusat Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian.

Pada tahun 2011 Ponpes Al Zaytun sempat diisukan sebagai Ponpes yang menyimpang, bahkan sebuah buku membahasnya dengan teknik investigasi dengan judul Al-Zaytun: The Untold Stories. Buku tersebut ditulis berdasarkan riset investigasi terhadap Ponpes itu. Buku tersebut mengurai sejarah berdiri dan perkembangan Ponpes Al-Zaytun. Buku ini juga mengungkap misteri kunci yang selama ini diributkan banyak kalangan tentang tokoh, doktrin dan ajaran keagamaan, serta sumber pendanaan pesantren tersebut.

Sistem pendidikan di Ponpes Al-Zaytun menganut Sistem Pendidikan Satu Pipa (One Pipe Education System), yaitu sistem pendidikan yang berkelanjutan dari tingkat usia dini hingga perguruan tinggi.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Arti Relawan Bagi Jokowi, Punya Peran Koreksi Kebijakan hingga Lebih dari Politik
Next Article Isi Pertemuan Puan Maharani dan AHY Usai Berolahraga di GBK, Bikin Para Elite Merapat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

17 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index