Inversi Universitas Tadulako (Untad) terus memperluas jangkauan informasi penerimaan mahasiswa baru dengan melaksanakan sosialisasi jalur prestasi nonakademik di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa-siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang memiliki keunggulan di bidang nonakademik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai tanggal 26 hingga 30 Januari 2026. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, Universitas Tadulako secara resmi melepas tim sosialisasi yang akan terjun langsung ke sejumlah sekolah dan wilayah strategis di Kabupaten Banggai.
Pelaksanaan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tadulako terkait permohonan izin perjalanan dalam rangka penyampaian informasi mengenai Surat Keputusan Rektor tentang penerimaan mahasiswa baru.
Jalur prestasi nonakademik sendiri ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan unggul di bidang olahraga, seni, budaya, kepemimpinan, serta prestasi nonakademik lainnya yang diakui secara resmi.
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Untad dalam membuka akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, potensi generasi muda tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari bakat dan keterampilan lain yang dapat dikembangkan melalui pendidikan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Rektor Universitas Tadulako membagi tim sosialisasi ke dalam dua kelompok utama yang akan menjangkau wilayah berbeda di Kabupaten Banggai. Pembagian tim ini bertujuan agar penyebaran informasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan merata.
Tim A ditugaskan untuk melaksanakan sosialisasi di Kecamatan Pagimana. Tim ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Sagaf, MP. Kegiatan sosialisasi di wilayah tersebut juga menghadirkan narasumber Haliadi, Ph.D., yang didampingi oleh jajaran staf kemahasiswaan Universitas Tadulako. Melalui sesi tatap muka dengan para siswa dan pihak sekolah, tim memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan, serta tahapan seleksi jalur prestasi nonakademik.
Sementara itu, Tim B difokuskan untuk wilayah Luwuk dan sekitarnya. Tim ini menghadirkan Dr. Vitayanti Fattah, SE., M.Si. sebagai narasumber utama, dengan dukungan lima personel dari staf kemahasiswaan. Tim B bertugas memastikan bahwa informasi mengenai jalur prestasi dapat dipahami secara komprehensif oleh calon mahasiswa, termasuk peluang dan tanggung jawab yang menyertai penerimaan melalui jalur tersebut.
Melalui metode sosialisasi langsung atau jemput bola, Universitas Tadulako berharap para siswa di daerah memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Kegiatan ini dinilai penting, terutama bagi siswa di wilayah yang memiliki keterbatasan akses informasi mengenai sistem seleksi masuk perguruan tinggi.
Universitas Tadulako menegaskan bahwa jalur prestasi nonakademik merupakan salah satu strategi untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi unggul dan berkontribusi positif bagi pengembangan kampus. Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang prestasi yang beragam diharapkan dapat memperkaya iklim akademik serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan, pihak universitas juga telah menyampaikan tembusan resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Sulawesi Tengah serta para Kepala SLTA di wilayah Kabupaten Banggai. Dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperlancar koordinasi dan pelaksanaan sosialisasi di masing-masing sekolah.
Melalui kegiatan ini, Universitas Tadulako menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi negeri yang berperan aktif dalam pembangunan pendidikan daerah. Sosialisasi jalur prestasi nonakademik tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga wujud kepedulian Untad dalam menciptakan akses pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pengembangan potensi generasi muda.