INVERSI.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) mencatat prestasi di tingkat internasional setelah berhasil masuk dalam jajaran 300 besar dunia pada pemeringkatan QS World University Rankings melalui skema QS World University Rankings by Subject 2026.
Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, bidang politics yang berada di bawah naungan FISIP Unhas menempati posisi peringkat 301–400 dunia. Capaian ini menjadi indikator pengakuan global terhadap kualitas pendidikan serta aktivitas riset yang berkembang di lingkungan fakultas tersebut.
Dekan FISIP Unhas Prof Sukri di Makassar, Selasa, menyampaikan bahwa keberhasilan masuk dalam daftar QS by Subject merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika di fakultas.
Menurutnya, pengakuan dari lembaga pemeringkatan internasional tersebut menunjukkan bahwa pengembangan keilmuan di bidang sosial dan politik di Universitas Hasanuddin terus bergerak menuju standar akademik global.
Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai program akademik yang dijalankan secara berkelanjutan. Kolaborasi antar departemen, kontribusi dosen dan mahasiswa, serta dukungan manajemen fakultas dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selain itu, berbagai upaya peningkatan kualitas akademik juga sejalan dengan arahan Rektor Universitas Hasanuddin yang mendorong seluruh fakultas untuk mengoptimalkan indikator penilaian dalam berbagai pemeringkatan internasional.
“Pemeringkatan ini bukan semata-mata soal posisi ranking, tetapi lebih kepada pengakuan terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan oleh civitas akademika dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambah Prof Sukri.
Prof Sukri juga menilai masuknya FISIP Unhas dalam pemeringkatan QS by Subject memberikan dampak strategis terhadap upaya internasionalisasi kampus.
Salah satu dampak yang berpotensi muncul adalah meningkatnya minat mahasiswa asing untuk melanjutkan studi di fakultas tersebut.
“Banyak mahasiswa asing menjadikan pemeringkatan QS sebagai referensi utama dalam memilih universitas tujuan studi. Masuknya FISIP Unhas dalam daftar tersebut berpotensi meningkatkan minat mahasiswa internasional,” tambahnya.
Selain itu, pengakuan global melalui QS Ranking juga membuka peluang lebih luas untuk membangun kolaborasi riset internasional. Para peneliti dari berbagai negara umumnya mempertimbangkan reputasi institusi serta posisi dalam pemeringkatan global sebelum menjalin kerja sama penelitian.
Sebagai langkah penguatan ke depan, FISIP Unhas akan terus meningkatkan berbagai indikator penilaian dalam QS Ranking, terutama pada aspek publikasi ilmiah, reputasi akademik, serta reputasi lulusan di dunia kerja.
Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan kolaborasi riset, penguatan program pascasarjana, serta dukungan pendanaan fakultas untuk menunjang berbagai indikator kinerja utama.
FISIP Unhas juga mendorong mahasiswa, khususnya pada jenjang magister dan doktoral, untuk lebih aktif mempublikasikan hasil penelitian di jurnal ilmiah bereputasi internasional.
Selain itu, penguatan riset melalui kelompok riset tematik atau thematic research group (TRG) terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas serta dampak penelitian yang dihasilkan.
“Kami juga berupaya memperluas kolaborasi riset dan publikasi dengan berbagai mitra internasional. Mahasiswa sarjana turut didorong untuk terlibat dalam kegiatan riset bersama mitra luar negeri sehingga hasil penelitian yang dihasilkan tidak hanya tersimpan sebagai laporan akademik, tetapi dapat dipublikasikan secara luas,” katanya.