INVERSI.ID – Gen-Z tertarik menjadi guru menjadi fenomena baru yang patut diapresiasi. Setelah sebelumnya minat generasi muda untuk menekuni profesi guru sempat menurun, kini tren tersebut mulai bergerak naik. Data terbaru menunjukkan bahwa generasi Z semakin memandang profesi guru sebagai jalur karier yang relevan, dinamis, dan penuh peluang.
Fenomena Gen-Z tertarik menjadi guru ini terlihat dari meningkatnya jumlah pendaftar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di BINUS University dalam dua tahun terakhir. Menurut catatan kampus, terjadi kenaikan hingga 25 persen jumlah mahasiswa baru pada program studi tersebut.
Ketua Program Studi PGSD BINUS University, Wahyu Setioko, menjelaskan bahwa lonjakan ini terjadi berkat perubahan strategi pendekatan. Menurutnya, anak-anak muda Gen-Z cenderung tidak terlalu tertarik pada gambaran profesi guru yang hanya mengajar di ruang kelas. Oleh karena itu, pihaknya memberikan pemahaman bahwa profesi guru mencakup ekosistem pendidikan yang jauh lebih luas.
Strategi Baru Menarik Minat Gen-Z
Gen-Z tertarik menjadi guru bukan hanya karena faktor idealisme, tetapi juga karena perubahan cara pandang terhadap dunia pendidikan. BINUS University berhasil memperkenalkan konsep profesi guru yang lebih fleksibel dan multidimensional.
Wahyu Setioko menegaskan, “Mungkin anak-anak Gen-Z agak sulit ditarik hanya untuk sekadar mengajar di kelas. Namun, ketika kami katakan bahwa ini sama-sama berlayar di lautan cita-cita pendidikan, hanya perahunya yang berbeda, mereka lebih tertarik. Perahu itu bisa berupa perusahaan teknologi, museum sains, penulis buku anak, hingga media developer.”
Pendekatan multidisiplin juga membuat profesi guru lebih relevan dengan perkembangan zaman. Program studi ini kerap berkolaborasi dengan bidang ilmu lain, seperti ilmu komputer dan pengembang gim. Hal tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karier di sektor formal maupun nonformal.
Dengan pendekatan ini, Gen-Z tertarik menjadi guru karena mereka melihat bahwa pendidikan tidak terbatas pada profesi konvensional, melainkan sebuah sektor luas yang membutuhkan beragam keahlian. Anak muda dengan latar belakang data analitik, teknologi informasi, maupun komunikasi pun bisa berperan besar dalam memajukan pendidikan.
Beasiswa dan Peluang Global
Agar semakin banyak Gen-Z tertarik menjadi guru, BINUS University juga memberikan dukungan berupa beasiswa penuh hingga 100 persen bagi mahasiswa terpilih. Beasiswa ini ditawarkan dengan syarat memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0, motivasi belajar yang tinggi, serta kemampuan dasar bahasa Inggris yang baik.
Hal ini penting karena sekitar 30 persen perkuliahan akan menggunakan bahasa Inggris. Tujuannya, agar mahasiswa mampu bersaing secara global dan siap menjadi tenaga pendidik yang berwawasan internasional.
Program Studi PGSD BINUS University yang sudah berjalan selama lebih dari 11 tahun juga dirancang untuk mencetak lulusan yang dapat menjadi role model di dunia pendidikan. Data kampus mencatat, sekitar 30 persen alumni kini bekerja di sekolah-sekolah internasional. Selain itu, banyak pula yang berkarier sebagai penulis buku, tenaga pendidik di perusahaan multinasional, hingga pengembang konten edukasi digital.
“Kami ingin semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi guru dan berkontribusi dalam ekosistem pendidikan. Pendidikan adalah sektor yang terbuka luas bagi siapa saja yang ingin berinovasi,” kata Wahyu menambahkan.
Masa Depan Profesi Guru di Tangan Gen-Z
Tren Gen-Z tertarik menjadi guru menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan Indonesia. Dengan cara pandang yang lebih terbuka, mereka tidak hanya melihat profesi guru sebagai pekerjaan mengajar di kelas, tetapi juga sebagai pintu masuk ke dunia yang lebih luas: teknologi, riset, komunikasi, hingga industri kreatif.
Dengan dukungan beasiswa, pendekatan multidisiplin, dan peluang global, semakin banyak generasi muda yang yakin bahwa profesi guru adalah karier yang layak dipertimbangkan. Tidak hanya berkontribusi pada bangsa, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja modern.