Halo Inversi! Kota Yogyakarta makin berwarna dengan hadirnya Lomba Mural Pelajar yang digelar oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Disdikpora.
Ajang ini nggak cuma sekadar lomba gambar di dinding, tapi juga wadah ekspresi sekaligus bagian dari rangkaian HUT ke-269 Kota Yogya.
Hasyim, Kabid SMP Disdikpora Kota Yogya, bilang kalau mural dipilih karena jadi media yang pas buat menuangkan ide, imajinasi, sampai pesan moral. “Mural ini bentuk apresiasi buat anak muda supaya bisa kasih kontribusi nyata untuk kota lewat karya seni,” ujarnya.
Pesan Moral di Setiap Goresan
Tema lomba mural kali ini adalah “Yogyakarta Istimewa, Bersih, dan Berbudaya.” Jadi, mural nggak cuma bikin ruang publik kelihatan keren, tapi juga jadi pengingat bareng-bareng tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan budaya lokal.
Hasyim menegaskan, karya mural yang dilombakan bakal dipermanenkan di titik-titik tertentu. Harapannya, setiap orang yang lewat bisa “ditegur halus” lewat gambar-gambar kreatif soal peduli lingkungan dan cinta budaya.
Lokasi, Peserta, dan Aturan Main
Ajang ini dilaksanakan di 7 titik strategis: Jalan Wardhani, Kahar Muzakir, Ngeksigondo, Suryopranoto, Letjen Suprapto, KH. Ahmad Dahlan, dan Jalan Taman Siswa.
- Kategori SMP/MTs: 55 tim dari 38 sekolah
- Kategori SMA/SMK/MA: 6 tim dari 5 sekolah
Para peserta dinilai bukan hanya dari estetika muralnya warna, komposisi, dan garis tapi juga cara mereka menjaga kebersihan area lomba. “Estetika bukan cuma di gambar, tapi juga lingkungan sekitar,” kata Purwanto, koordinator juri.
Kreativitas dengan Identitas Lokal
Salah satu peserta, SMP Negeri 13 Yogyakarta, bawa konsep mural “Bersih Kaliku” yang menampilkan ikon khas Jogja kayak Tugu dan Malioboro.
“Lewat mural ini, anak-anak bisa lebih kenal identitas kota sekaligus sadar pentingnya jaga lingkungan,” jelas Sekar Galih Mawangi, guru pendamping mereka.
Menuju Panggung Juara
Pemenang lomba bakal diumumkan dalam lima kategori: Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, dan Harapan 2. Penyerahan piala dijadwalkan pada 6 Oktober 2025.
Dengan semangat kreatif generasi muda, Yogyakarta bukan cuma istimewa karena budaya dan sejarahnya, tapi juga karena warna-warni mural yang lahir dari tangan-tangan pelajar berjiwa juara.