Inversi. Ajang Gress Of Champions yang diselenggarakan atas kolaborasi antara Gressmall dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik adalah manifestasi dari transformasi kompetisi akademik.
Dengan mengadopsi format yang modern dan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), kompetisi ini berhasil menguji kecerdasan, daya analisis, dan kecepatan berpikir pelajar.
Keberhasilan SD Irada dan SMPN 1 Gresik di panggung ini menegaskan pentingnya pembinaan intensif dan ekstrakurikuler dalam menciptakan generasi cerdas yang siap bersaing secara global.
Kompetisi intelektual merupakan stimulan penting dalam ekosistem pendidikan. Ia tidak hanya mengukur kemampuan akademis, tetapi juga menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat.
Gress Of Champions, ajang adu otak bergengsi, sukses menjadi benchmark baru di Kabupaten Gresik, mempertemukan ratusan pelajar berprestasi dari jenjang SD dan SMP selama dua hari, 11–12 November 2025.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memberikan apresiasi tinggi, melihat kegiatan ini sebagai bukti nyata antusiasme generasi muda Gresik.
“Dulu kita mengenal lomba cerdas cermat, sekarang dikemas lebih modern dan interaktif. Ini menjadi motivasi dan spirit baru bagi pelajar untuk terus berkembang,” ungkapnya, Kamis (13/11/2025).
Pernyataan Bupati menyoroti pergeseran format kompetisi, dari yang bersifat memorisasi (recalling) menuju model interaktif yang menuntut pemecahan masalah dan analisis sejalan dengan tuntutan Higher Order Thinking Skills(HOTS).
Kolaborasi Strategis: Public-Private Partnership dalam Pendidikan
Kesuksesan Gress Of Champions merupakan buah dari kolaborasi strategis atau Public-Private Partnership antara Pemerintah Kabupaten Gresik (Dinas Pendidikan) dan sektor swasta (Gressmall).
- Pemerintah: Memberikan legitimasi dan memastikan standar kurikulum serta kualitas soal yang relevan.
- Sektor Swasta (Gressmall): Menyediakan venue yang modern dan menarik, serta dukungan logistik yang menjadikan kompetisi terasa lebih bergengsi dan dekat dengan gaya hidup anak muda.
Erich Pramono Bangun, General Manager Gressmall, menegaskan bahwa acara ini adalah wadah positif untuk menumbuhkan semangat belajar dan kompetisi yang sehat.
Kolaborasi semacam ini penting karena memastikan bahwa inovasi pendidikan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan melibatkan berbagai stakeholder.
Pemerintah Kabupaten Gresik bahkan berencana menjadikan Gress Of Champions sebagai agenda rutin, dengan Batch 2 yang direncanakan bertepatan dengan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Gresik.
Pembinaan Intensif dan Global Mindset
Dua sekolah yang berhasil membawa pulang Juara 1, SD Irada dan SMPN 1 Gresik, memberikan perspektif yang kaya tentang model pembinaan yang efektif.
SD Irada (Juara I SD): Kepala Sekolah Santi Prihastuti mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras kolektif dan diversifikasi program ekstrakurikuler.
“Di SD Irada ada sekitar 20 kegiatan ekstrakurikuler yang membantu siswa mengembangkan minat dan bakatnya,” ujarnya.
Diversifikasi ekstrakurikuler ini, dari bidang akademik hingga non-akademik, menciptakan basis yang kuat. SD Irada juga memiliki global mindset, terbukti dengan rekam jejaknya meraih medali di ajang internasional seperti Kangaroo Science International Thailand 2024. Hal ini menunjukkan bahwa target prestasi sekolah telah melampaui batas nasional.
SMPN 1 Gresik (Juara I SMP): Kepala Sekolah Beri Avita Prasetiya menyoroti pentingnya pembinaan intensif yang dilakukan selama dua minggu dan fokus pada soal berbasis HOTS.
“Soal-soal berbasis HOTS ini menantang, tapi anak-anak mampu membuktikan kemampuannya,” pungkasnya. Pembinaan intensif dengan soal HOTS memaksa siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan kreatif keterampilan yang sangat dibutuhkan di era digital. Keberhasilan ini adalah validasi atas kualitas program olimpiade yang dijalankan sekolah.
Gress Of Champions bukan hanya mengumumkan pemenang, tetapi juga menegaskan bahwa kunci keunggulan pendidikan terletak pada ketepatan model pembinaan, dukungan institusional yang sinergis, dan kesiapan mental pelajar dalam menghadapi tantangan intelektual yang semakin kompleks.