Halo Inversi! Buleleng lagi panas-panasnya semangat olahraga! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menata ulang arah pembinaan olahraga pelajar, dan kali ini fokusnya bukan cuma ke murid tapi ke para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Sebanyak 195 guru PJOK dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB dikumpulkan dalam workshop peningkatan kapasitas di Auditorium Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja. Bukan sekadar pelatihan formal, kegiatan ini jadi langkah strategis buat mencetak bibit-bibit atlet muda dari Buleleng.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan kegiatan seremonial biasa. “Kalau peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini benar-benar diterapkan, pembinaan olahraga pelajar bisa berjalan lebih baik. Prestasi pun akan meningkat signifikan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Belajar Langsung dari Pakar
Para guru PJOK nggak belajar sendirian. Mereka mendapat materi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Materinya pun lengkap dan kekinian mulai dari strategi pelatihan efektif, pembinaan karakter atlet muda, hingga pendekatan sport science dalam pengembangan prestasi olahraga. Dengan bekal ini, para guru diharapkan bisa membawa cara pandang baru dalam mengasah potensi siswa, bukan cuma soal menang lomba, tapi juga membangun mental juara.
Dibagi dalam Tiga Gelombang
Workshop ini diadakan dalam tiga gelombang biar lebih fokus.
- Gelombang pertama diikuti 68 guru dari Kecamatan Buleleng, Banjar, dan Gerokgak.
- Gelombang kedua sebanyak 61 guru dari Sukasada, Seririt, dan Busungbiu.
- Gelombang ketiga diikuti 66 guru dari Tejakula, Kubutambahan, dan Sawan.
Pembagian ini bikin setiap peserta bisa benar-benar mendalami materi dan berdiskusi aktif dengan narasumber. Jadi bukan cuma duduk manis dengerin, tapi juga terlibat dalam praktik dan simulasi nyata.
Guru Bukan Sekadar Pengajar
Dalam sambutannya, Dewa Sudiarta menekankan bahwa guru PJOK punya peran vital. Mereka bukan hanya pengajar olahraga di sekolah, tapi juga pembina talenta muda yang akan menentukan masa depan prestasi daerah.
“Dari sekolah-sekolah inilah calon atlet muncul. Peran guru PJOK sangat menentukan arah pembinaan ke depan,” tegasnya.
Dengan pelatihan ini, Pemkab Buleleng berharap para guru PJOK bisa menjadi motor penggerak lahirnya atlet berprestasi, baik di level provinsi maupun nasional.
Buleleng, Lumbung Atlet Bali Utara
Buleleng memang punya sejarah panjang dalam dunia olahraga. Dari cabang atletik, voli, sampai pencak silat, banyak nama besar lahir dari sini. Bekal pelatihan ini diharapkan memperkuat tradisi tersebut dan menjadikan Buleleng sebagai “lumbung atlet berprestasi” di Bali Utara.
Selain itu, kegiatan ini juga jadi sinyal bahwa Pemkab Buleleng serius menatap masa depan olahraga berbasis ilmu pengetahuan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Bagi para guru muda dan siswa yang bercita-cita jadi atlet, inilah momen kebangkitan baru. Karena di balik setiap juara, selalu ada guru hebat yang bekerja tanpa henti.