By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Harmoni Nusantara: Kolaborasi Digital untuk Musik Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Harmoni Nusantara: Kolaborasi Digital untuk Musik Indonesia

Musik

Harmoni Nusantara: Kolaborasi Digital untuk Musik Indonesia

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di tengah derasnya arus musik digital dan gempuran konten global, ada satu gerakan yang muncul dari jantung budaya Indonesia yakni Harmoni Nusantara. Diluncurkan oleh Nuon Digital Indonesia (Nuon), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Playup by Langit Musik, inisiatif ini mengusung semangat “Yogyakarta untuk Indonesia dan Dunia”. Sebuah ajakan agar musik lokal tak sekadar menjadi hiburan, tapi juga bagian dari identitas bangsa yang hidup di ruang digital.

Gerakan ini menjadi kolaborasi lintas sektor antara Nuon, Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Tujuannya sederhana tapi berdampak besar, membuka jalan bagi musisi daerah agar karya mereka bisa naik kelas, dikenal lebih luas, dan mendapat perlindungan hak cipta yang sepadan.

Dalam praktiknya, Harmoni Nusantara memfasilitasi musisi lokal untuk mendistribusikan lagu ke berbagai Digital Streaming Platform (DSP) dan Nada Sambung Pribadi (NSP), sekaligus memperkenalkan sistem distribusi musik yang legal dan transparan.

CEO Nuon, Aris Sudewo, menegaskan pentingnya langkah ini bagi masa depan industri musik Tanah Air.

“Harmoni Nusantara adalah bukti bahwa musik bukan hanya hiburan, melainkan aset intelektual yang harus dijaga. Nuon melalui Langit Musik berkomitmen membawa karya musisi lokal ke ranah digital agar bisa dinikmati masyarakat luas sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi penciptanya,” tegas CEO Nuon, Aris Sudewo.

Pernyataan Aris menggambarkan arah baru bagi musik daerah, dari ruang pentas kecil menuju platform global, tanpa kehilangan nilai budaya yang jadi napasnya.

Dari sisi Playup, Pascal Lasmana menyoroti tantangan klasik yang selama ini dihadapi pelaku usaha soal legalitas pemutaran musik di ruang publik.

“Dengan Playup, kami ingin menjawab keresahan pelaku usaha terkait penggunaan musik. Layanan ini memastikan musik di ruang publik dapat digunakan secara legal dan transparan, bahkan membuka peluang pendapatan baru melalui audio ads,” jelas Pascal.

Dalam konteks industri kreatif yang makin kompleks, solusi ini terasa relevan. Musik kini bukan sekadar pelengkap suasana di kafe atau restoran, tapi juga bagian dari pengalaman pelanggan yang bernilai bisnis.

Baca Juga :

Arti Kata Spill, Bahasa Gaul yang Berkaitan dengan Aktivitas Bongkar Aib dan Contoh Kalimat
Kampanye Akbar Prabowo-Gibran di GBK, Ini Jumlah Relawan Pendukung yang Hadir

Ketua Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, Acep Somantri, melihat Harmoni Nusantara sebagai model kolaborasi ideal.

“Gerakan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor antara industri, akademisi, komunitas, dan pelaku kreatif dapat membawa Yogyakarta semakin maju. Dengan semangat ini, kita bisa membangun ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnyaa memiliki kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat yang luar biasa. Melalui Harmoni Nusantara, kita bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya musisi lokal, agar mereka bisa berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia dan dunia,” ucapnya.

Peluncuran gerakan ini di Yogyakarta diisi dengan diskusi hangat bersama musisi Pongki Barata, perwakilan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas Anis Ilahi Wahdati, CEO Playup Pascal Lasmana, CEO Nuon Aris Sudewo, dan VP Digital Music Nuon Adib Hidayat. Mereka membedah isu-isu krusial seperti implementasi UU Hak Cipta, sistem royalti yang adil, dan peran teknologi dalam menciptakan transparansi data. Tema yang mungkin terdengar teknis, tapi justru menjadi fondasi penting agar musik lokal bisa tumbuh dengan ekosistem yang sehat dan berkeadilan.


Selama ini, masalah hak cipta dan pembayaran royalti memang kerap menjadi perdebatan panjang di Indonesia. Banyak pelaku usaha di sektor hiburan, kafe, hingga hotel belum sepenuhnya memahami bahwa memutar musik di ruang publik tanpa izin bisa menyalahi aturan.

Padahal, regulasi tentang hal ini sudah tertuang jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. Dalam aturan itu disebutkan bahwa setiap pihak yang menggunakan lagu atau musik secara komersial wajib membayar royalti kepada pencipta atau pemegang hak cipta melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Dengan adanya sistem seperti itu, pemutaran musik di ruang publik bukan hanya urusan hiburan, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap karya intelektual. Pemerintah pun mempertegas kewajiban tersebut lewat Permenkumham Nomor 27 Tahun 2025, yang memperjelas jenis lisensi musik yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha sesuai kebutuhan mereka mulai dari lisensi pertunjukan publik, siaran, hingga digital. Regulasi ini juga menegaskan bahwa semua penggunaan musik komersial harus dilaporkan lewat Sistem Informasi Lagu dan/atau Musik (SILM) sebagai bagian dari transparansi.

Bagi banyak pelaku usaha, langkah seperti ini mungkin terasa ribet di awal. Tapi lewat Playup by Langit Musik, proses itu dibuat lebih mudah dan terintegrasi. Layanan ini mengkurasi musik-musik legal yang bisa diputar sesuai karakter bisnis—dari kafe indie, restoran modern, hingga hotel urban—tanpa harus khawatir melanggar hak cipta. Pendeknya, pelaku usaha bisa fokus menciptakan atmosfer, sementara urusan lisensi dan royalti ditangani secara profesional dan transparan.

Gerakan seperti Harmoni Nusantara pada akhirnya menjadi pengingat bahwa musik adalah jembatan sosial yang kuat. Ia bisa menyatukan orang dari berbagai latar, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Bagi musisi lokal, digitalisasi bukan ancaman, melainkan jalan untuk memperluas jangkauan karya. Bagi pengusaha, kepatuhan hukum dalam memutar musik bukan beban, tapi bagian dari nilai bisnis yang lebih beretika.

Lebih dari itu, gerakan ini juga menjadi cermin dari semangat Yogyakarta yang selalu konsisten menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Dari panggung kecil di pojok kota hingga ke platform streaming internasional, suara para musisi lokal kini punya tempat yang setara. Dan mungkin di masa depan, ketika seseorang di Eropa atau Amerika mendengarkan musik tradisional dengan aransemen modern dari Jogja, itulah saat ketika Harmoni Nusantara benar-benar berbunyi—membawa Indonesia ke telinga dunia, dengan cara yang elegan dan bermartabat.

Harmoni Nusantara bukan sekadar proyek musik digital; ia adalah gerakan kebudayaan yang menggunakan teknologi sebagai alat untuk melestarikan dan memberdayakan. Lewat kolaborasi antara Nuon, Playup, dan para musisi lokal, Yogyakarta kembali membuktikan dirinya sebagai kota yang selalu melahirkan harmoni — antara tradisi dan inovasi, antara budaya dan industri. Di tengah perubahan zaman, harmoni itu kini mengalun di ruang digital, membawa pesan sederhana: karya lokal punya tempat di dunia, asal dijaga dan dihargai dengan cara yang benar.

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat
Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi
BGN Jajaki Program MBG bagi Pelajar Indonesia di Jeddah, Arab Saudi
TAGGED:indonesiaMusikTElkom
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Each Zodiac Signs Symbols Dates and Traits According to Astrologists Ramalan Zodiak 9 November 2025: Leo Dipenuhi Cinta, Aquarius Panen Rezeki, Pisces Perlu Introspeksi
Next Article Legalisasi Sumur Minyak Rakyat, Jalan Baru untuk Masyarakat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung

3 weeks ago
Musik

Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival

3 weeks ago
Musik

Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index