By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: IDAI Ingatkan Pentingnya Vaksin HPV untuk Cegah Kanker pada Perempuan dan Laki-Laki
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » IDAI Ingatkan Pentingnya Vaksin HPV untuk Cegah Kanker pada Perempuan dan Laki-Laki

Kesehatan

IDAI Ingatkan Pentingnya Vaksin HPV untuk Cegah Kanker pada Perempuan dan Laki-Laki

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi vaksin HPV. (Foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia menekankan pentingnya vaksinasi human papillomavirus (HPV) bagi perempuan maupun laki-laki sebagai langkah pencegahan berbagai jenis kanker yang dipicu infeksi virus tersebut.

Ketua Satgas Imunisasi Anak IDAI, Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa virus HPV merupakan infeksi yang sangat umum dan hampir setiap orang berpotensi terpapar setidaknya sekali sepanjang hidupnya.

“Dan malangnya kita pernah satu kali terinfeksi virus HPV ini seumur hidup kita, dan dengan pertahanan tubuh sekitar 90 persen kita akan sembuh sendiri dalam satu sampai dua tahun setelah terinfeksi virus HPV,” katanya dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa.

Namun, Prof. Hartono mengingatkan bahwa infeksi HPV dapat menjadi lebih berbahaya apabila terjadi berulang atau ketika daya tahan tubuh seseorang menurun, misalnya akibat kebiasaan merokok maupun gangguan sistem imun.

Menurutnya, virus HPV dapat menular melalui kontak seksual maupun non-seksual, termasuk lewat sentuhan kulit ke kulit atau kontak antarselaput lendir seperti melalui area mulut.

“Dari suatu penelitian pada laki-laki dapat ditempatkan 10 persen populasi laki-laki itu mempunyai HPV di dalam air liurnya. Sedangkan pada perempuan itu prevalensnya lebih sedikit lagi sekitar 3,6 persen mengandung HPV, dia bisa menular lewat kulit maupun selaput lendir,” tutur dia.

Prof. Hartono menjelaskan bahwa HPV terbagi menjadi dua kategori utama, yakni virus berisiko rendah dan berisiko tinggi. HPV risiko rendah umumnya menyebabkan kutil kelamin hingga papiloma yang tumbuh di kulit maupun selaput lendir.

Papiloma tersebut bahkan bisa muncul di area pita suara atau tenggorokan. Kondisi ini kerap ditemukan pada anak-anak dan dapat memicu suara serak sehingga mengganggu aktivitas berbicara serta interaksi sosial.

Selain itu, HPV risiko rendah juga dapat menimbulkan kutil di berbagai bagian tubuh seperti telapak tangan dan telapak kaki.

Baca Juga :

4 Manfaat Ketumbar untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh
Punya Daya Tarik untuk Dipinang Cawapres, Pengamat: Erick Thohir Semakin Dikenal Masyarakat

Sementara itu, HPV berisiko tinggi dapat memicu munculnya lesi prakanker yang berkembang menjadi kanker di area serviks, vagina, vulva, anus, hingga bibir kelamin.

“Setelah menjadi kanker, bisa di vagina, di leher rahim, ataupun di anus, dan juga di bibir kelamin. Dan yang jinak akan menimbulkan kutil di kulit ataupun bisa juga di kulit kelamin,” kata dia.

Ia menjelaskan infeksi HPV biasanya terjadi ketika terdapat luka kecil atau robekan halus pada kulit maupun selaput lendir. Virus kemudian masuk ke dalam tubuh dan menyisipkan materi genetik berupa DNA ke dalam sel yang terinfeksi.

Proses tersebut dapat memicu perubahan pada sel tubuh dan mempercepat penyebaran virus ke bagian tubuh lain maupun ke orang lain.

“Virusnya tersebut nanti bisa menularkan kembali ke orang lain ataupun bagian tubuh yang lain, bahwa laki-laki dengan perempuan bisa saling menularkan,” imbuh dia.

Untuk menekan penyebaran HPV, Prof. Hartono menilai vaksinasi menjadi langkah paling efektif. Ia menyebut vaksinasi pada perempuan saja membutuhkan waktu lebih dari 30 hingga 50 tahun untuk menekan prevalensi HPV ganas.

Namun, apabila vaksin diberikan secara merata kepada laki-laki dan perempuan, penurunan angka penularan dinilai bisa tercapai lebih cepat, yakni sekitar 30 tahun dengan cakupan vaksinasi penuh.

“Jadi kalau hanya perempuan saja, apalagi kalau vaksin cakupannya tidak baik, maka penekanan pengurangannya akan sangat berkurang minimal, dibandingkan dengan full coverage dan diberikan pada laki-laki maupun pada perempuan,” kata dia.

Lebih lanjut, Prof. Hartono menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan vaksin HPV kepada anak sejak dini. Menurutnya, pemahaman tentang risiko penyakit akibat HPV dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.

“Imunisasi HPV merupakan cara yang paling efektif untuk melindungi individu dari kanker serviks atau HPV-related cancer ya. Dan imunisasi terbaik bila diberikan pada usia 9-14 tahun,” tutur dia.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:KankerVaksin HPV
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Harga Minyak Goreng Merangkak Naik, Mendag Sebut Biaya Plastik Jadi Pemicu
Next Article Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menyampaikan realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 yang menunjukkan kinerja solid dan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi (Sumber : www.kemenkeu.go.id) Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Kerja Sama Obligasi Indonesia-China
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index