INVERSI.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang atau obligasi di pasar keuangan Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Pembahasan tersebut muncul dalam pertemuan bilateral antara Purbaya dan Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, di sela agenda IMF-World Bank Spring Meetings yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pada 13 hingga 17 April 2026.
“China adalah partner dagang terbesar kita, jadi pada pembicaraan itu hasilnya sangat positif,” kata Purbaya kepada wartawan saat taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan itu, pemerintah Indonesia juga menyampaikan rencana penerbitan obligasi berdenominasi yuan atau Panda Bond di pasar keuangan China.
Menurut Purbaya, rencana tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah China karena tingkat suku bunga di pasar keuangan negara tersebut dinilai cukup kompetitif, yakni berada di kisaran 2,3 persen.
Pemerintah menilai kondisi itu bisa menjadi alternatif strategis untuk menekan biaya modal atau cost of capital Indonesia dalam pembiayaan pembangunan dan kebutuhan fiskal lainnya.
Sebagai bentuk kerja sama timbal balik, Indonesia juga membuka kesempatan bagi China untuk menerbitkan obligasi di pasar domestik Indonesia.
Langkah tersebut dinilai dapat memberikan akses lebih luas bagi investor Indonesia terhadap instrumen surat utang asal China sekaligus mempererat hubungan pembiayaan antarnegara.
Purbaya menjelaskan informasi terkait opsi pembiayaan dari China itu juga telah disampaikan kepada para investor obligasi di Amerika Serikat.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi negosiasi pemerintah untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan dengan biaya yang lebih efisien dan kompetitif.
Ia mengungkapkan pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap minat investor, yang terlihat dari meningkatnya incoming bid secara signifikan.
Kerja sama finansial antara Indonesia dan China diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya hubungan perdagangan dan investasi kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.