By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: IHSG Ambruk, Ritel Panik Jual. Lo Kheng Hong Malah Bilang, “Saatnya Borong”
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » IHSG Ambruk, Ritel Panik Jual. Lo Kheng Hong Malah Bilang, “Saatnya Borong”

EkonomiTerkini

IHSG Ambruk, Ritel Panik Jual. Lo Kheng Hong Malah Bilang, “Saatnya Borong”

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
5 months ago
Share
3 Min Read
Di tengah harga saham ambruk dan kepanikan, investor kawakan, Lo Kheng Hong, justru menyuarakan pandangan berkebalikan dengan melihat kejatuhan pasar sebagai sebuah peluang emas. (Foto, dok unas.ac.id)
SHARE

JAKARTA- Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) seolah dilanda badai. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam, menembus level psikologis penting dan menciptakan lautan merah di portfolio investor. Kepanikan mulai menjalar, terutama di kalangan investor ritel yang baru terjun ke pasar saham. Namun, di tengah kecemasan massal, suara berbeda datang dari dua kutub penting: regulator pasar modal dan investor legendaris Indonesia.

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026), IHSG ditutup merosot tajam di bawah level 7.000. Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif global, termasuk kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif dan tekanan jual masif dari investor asing.

Merespons gejolak pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera angkat bicara untuk menenangkan investor. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih sangat solid dan penurunan yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal yang bersifat temporer.

“Kami mengimbau para investor untuk tidak panik. Penurunan IHSG saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen global,” ujar Inarno dalam keterangan pers resminya, Kamis (5/2/2026). “Secara fundamental, kinerja emiten-emiten besar masih sangat baik, dan prospek ekonomi domestik kita kuat. Ini adalah ujian bagi kesabaran investor.”

Inarno menambahkan, OJK terus memantau pergerakan pasar secara saksama dan tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika teridentifikasi adanya praktik perdagangan yang tidak wajar.

Di tengah badai, investor kawakan yang dijuluki “Warren Buffett-nya Indonesia”, Lo Kheng Hong, justru menyuarakan pandangan yang berkebalikan dengan kepanikan pasar. Dikenal dengan filosofi value investing-nya, pria yang akrab disapa LKH ini melihat kejatuhan pasar sebagai sebuah peluang emas.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia, Lo Kheng Hong dengan santai menyatakan bahwa inilah waktu terbaik untuk berbelanja saham bagus dengan harga diskon.

“Pasar saham yang sedang turun itu seperti mal yang sedang obral besar-besaran. Barang bagus, Mercy (Mercedes-Benz), dijual dengan harga Avanza. Kenapa harus takut? Justru ini waktunya untuk menyerok, untuk membeli,” kata LKH dengan analogi khasnya.

Menurutnya, investor yang cerdas tidak akan ikut-ikutan panik menjual rugi (cut loss). Sebaliknya, mereka akan menggunakan “uang dingin” untuk mengakumulasi saham-saham perusahaan dengan fundamental kuat (laba besar, utang kecil, valuasi murah) yang harganya sedang jatuh.

Baca Juga :

M-Banking BCA Error, Bikin Nasabah Sulit Lakukan Transaksi
Daftar Kode Redeem FF Terbaru Kamis 16 Mei 2024, Buruan Klaim Biar Permainan Tambah Seru

“Kunci menjadi kaya di pasar saham itu sederhana: beli bisnis bagus saat harganya murah, lalu sabar. Saat pasar panik, orang bijak justru beraksi,” tambahnya.

Pesan dari OJK dan Lo Kheng Hong menempatkan investor ritel di persimpangan jalan. Haruskah mereka mengikuti naluri untuk menyelamatkan sisa modal dengan menjual saham mereka? Ataukah mereka harus memberanikan diri mengikuti jejak sang maestro, mengencangkan ikat pinggang, dan mulai “menyerok” saham di harga diskon?

Satu hal yang pasti, gejolak pasar kali ini kembali menjadi pelajaran berharga, yakni di pasar modal, mental dan kesabaran seringkali sama pentingnya dengan kemampuan menganalisis.

You Might Also Like

LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
TAGGED:IHSGInarno DjajadiLo Kheng HongOJK
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mantan Deputi Gubernur BI Juda Agung Hadir di Istana, Ada Apa?
Next Article Indonesia Turunkan 16 Pembalap di Kejuaraan Asia Jalan Raya 2026 Arab Saudi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index