INVERSI.ID – Indonesia memastikan keikutsertaan 16 pembalap sepeda terbaik pada ajang Asian Road Cycling Championship 2026 yang akan digelar di Al-Qassim, Arab Saudi, pada 5 hingga 13 Februari. Kejuaraan ini menjadi salah satu kompetisi balap sepeda paling prestisius di kawasan Asia.
Skuad Merah Putih diperkuat 10 pembalap putra dan enam pembalap putri. Selain menjadi ajang perebutan prestasi tingkat Asia, kejuaraan ini juga masuk dalam kalender resmi kompetisi internasional Union Cycliste Internationale (UCI).
Tim putra Indonesia akan diperkuat Aiman Cahyadi, M. Syelhan, Astnan Maulana, Dimas N. Fadhil, M. Abdurrohman, M. Andy Royan, Raihan Maulidan, M. Hafizh, Radita Etto Wibowo, dan Vinsya Aditya Putra Ramadhana.
Sementara itu, sektor putri akan diwakili oleh Ayustina Delia Priatna, Nihayatuzzain Asshofi, Sayu Bella Sukma Dewi, Shafa Al Zahra, Ida Ayu Manik, dan Syahla Syafiah.
Kejuaraan Asia Jalan Raya 2026 menjadi ajang strategis bagi tim balap sepeda Indonesia untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi rangkaian turnamen internasional sepanjang musim 2026. Kompetisi ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.
Indonesia memiliki catatan positif di ajang serupa pada edisi sebelumnya. Ayustina Delia Priatna berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor Individual Time Trial (ITT) putri di Kejuaraan Asia Jalan Raya 2022.
Asian Road Cycling Championship 2026 diproyeksikan menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah balap sepeda Asia. Arab Saudi resmi ditunjuk sebagai tuan rumah, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di kawasan tersebut yang menggelar Kejuaraan Asia Balap Sepeda Jalan Raya dan Kejuaraan Balap Sepeda Paralimpiade Asia.
Ajang ini diperkirakan akan diikuti lebih dari 1.500 atlet putra dan putri dari sekitar 40 negara Asia. Total terdapat 24 nomor lomba yang mempertandingkan kategori elite, junior, youth, hingga Paralimpiade.
Seluruh rangkaian lomba akan berlangsung di lintasan jalan raya yang telah disiapkan khusus di wilayah Qassim Region. Penyelenggaraan kompetisi ini mengacu pada standar teknis dan keselamatan yang ditetapkan oleh UCI.
Selain aspek olahraga, kejuaraan ini juga sejalan dengan Saudi Vision 2030 yang menargetkan pengembangan sektor olahraga, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penguatan posisi Arab Saudi sebagai destinasi sport tourism dan pusat penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Timur Tengah.