Halo sobat inversi.id , para brother and sister! Ada kabar super good vibes yang bakal bikin kamu auto merinding bangga dan terinspirasi luar biasa!
Jangan pernah sekali-kali meremehkan potensi dan semangat juang anak-anak bangsa, apalagi kalau itu dateng dari mereka yang punya kebutuhan khusus!
Hari ini, kita bakal spill detail tentang delapan siswa berkebutuhan khusus yang sukses nge-harumin nama Indonesia di kancah internasional, yaitu di ajang tata boga bergengsi The 14th Salon Culinaire 2025!
Vibe-nya itu lho, pas mereka nge-gas bawa pulang total tujuh medali Perak, satu medali Perunggu, dan yang paling gokil, Penghargaan The Highest Score – Class 01 Fondant Cake Figures, bikin kita semua jadi ikutan semangat!
Pencapaian ini bukan cuma soal medali yang nge-kilap, Bro and Sis, tapi ini adalah bukti nyata dedikasi, bakat luar biasa, ketekunan, serta dukungan penuh dari guru pendamping dan keluarga!
Penasaran siapa aja jagoan-jagoan kita ini dan gimana cerita di balik perjuangan epic-nya? Yuk, kita bedah tuntas kisah inspiratif ini sampai ke akar-akarnya!
Mereka yang Nge-Harumin Nama Bangsa: Para Juara dari Berbagai Daerah!
Koleksi Medali Ciamik: 7 Perak, 1 Perunggu, & Highest Score!
Oke, Bro and Sis, mari kita rayain dulu prestasi gokil yang udah di-ukir sama 8 siswa berkebutuhan khusus ini di The 14th Salon Culinaire 2025! Mereka nge-buktiin kalau keterbatasan fisik itu nggak akan pernah nge-halangin bakat dan impian.
Total ada tujuh medali Perak yang berhasil di-sabet, dan satu medali Perunggu! Nggak cuma itu, ada juga penghargaan yang paling prestisius: The Highest Score – Class 01 Fondant Cake Figures! Ini baru namanya juara sejati!
Bayangin, Brother and Sister, di ajang sekelas internasional, mereka bisa nge-unggulin peserta dari berbagai negara lain. Ini adalah pukulan telak bagi siapa pun yang masih nge-rememehin kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka adalah inspirasi hidup buat kita semua!
Dari Sabang Sampai Merauke: Inilah Para Juara Kita!
Yuk, kita kenalan satu per satu sama para juara kita ini, Brother and Sister! Mereka dateng dari berbagai pelosok Indonesia, nge-buktiin kalau talenta itu tersebar di mana-mana!
Medali Perak di-rai oleh:
- Mawaddah Warahmah dari SLB Negeri Kandangan Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (Dia juga nge-sabet Penghargaan The Highest Score – Class 01 Fondant Cake Figures, double winner dia, Bro & Sis!)
- Desta Fais Kurniawan dari SLB Harmoni, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur.
- Rizki Ramadan dari SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH Jambi, Kota Jambi.
- Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana Kab. Cirebon, Jawa Barat.
- Faracya Kaila dari SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatera Selatan.
- Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatera Barat.
- I Made Ardika dari SLB Negeri 1 Badung, Bali.
- Medali Perunggu di-rai oleh:
- Diandra Ratih Livya dari SLB Negeri 1 Bantul, DI Yogyakarta.
Dengerin nama-nama itu Bro & Sis? Mereka adalah pahlawan-pahlawan baru yang nge-banggain Indonesia! Ini adalah bukti kalau Indonesia itu kaya akan talenta, dan kalau dikasih kesempatan, siapa pun bisa nge-ukir prestasi gokil!
Kisah Perjuangan yang Bikin Baper: Dedikasi Tanpa Batas!
Mawaddah Warahmah: 4 Jam Perjalanan, Demi Mimpi!
Oke, Bro and Sis, di balik medali yang nge-kilap, ada cerita perjuangan yang bikin kita auto terharu dan makin percaya sama kekuatan mimpi!
Salah satunya dateng dari Mawaddah Warahmah, si double winner dari Kalimantan Selatan. Guru pendampingnya, Fitria Nuraini Herawati, nge-ceritain kalau Mawaddah itu punya semangat juang yang luar biasa.
Bayangin, buat bisa sampai ke bandara aja, Mawaddah harus nge-tempuh perjalanan jauh empat jam! Itu bukan perjalanan simple, Brother and Sister, apalagi buat anak-anak. Nggak cuma itu, Mawaddah juga berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ayahnya adalah seorang buruh serabutan dan Ibunya seorang buruh tani.
“Perjuangan Mawaddah sangat luar biasa. Untuk sampai ke bandara, ia menempuh perjalanan empat jam. Ayahnya adalah seorang buruh serabutan dan Ibunya seorang buruh tani. Jadi saya lihat, dukungan orang tua Mawaddah sungguh luar biasa,” jelas Fitria dengan haru. Dengerin itu Bro & Sis?! Dukungan orang tua itu powerful banget, bahkan di tengah keterbatasan sekalipun!
Mawaddah: “Saya Senang, Teman-Teman Pasti Bisa Juara!”
Vibe-nya itu lho, pas Mawaddah nge-ungkapin perasaannya, bikin kita jadi makin salut! Berdiri di samping gurunya, Mawaddah dengan tulus nge-utarain kebahagiaannya.
“Saya sungguh senang dan bahagia. Saya bisa juara, teman-teman lainnya juga pasti bisa juara,” ungkap Mawaddah. Dengerin itu Brother and Sister?!
Ini adalah mental juara sejati! Dia nggak cuma happy sama prestasinya sendiri, tapi juga nge-kasih semangat buat temen-temennya. Ini baru namanya leader sejati!
Rizki Ramadan: Asrama Jambi Demi Sebuah Mimpi!
Cerita perjuangan yang nggak kalah nge-bikin baper juga dateng dari Rizki Ramadan dari Jambi. Guru pendampingnya, Gustira Mayasari, nge-ungkapin kalau Rizki sehari-hari tinggal di asrama karena jarak dari sekolah ke rumahnya memakan waktu empat jam! Bayangin, dia rela nge-korbanin waktu dan jarak demi nge-kejar mimpinya!
“Alhamdulillah berkat keyakinan dan bimbingan para pembina dan fasilitasi dari Puspresnas, Rizki bisa meraih prestasi. Tak membayangkan Rizki bisa sejauh ini. Semoga Rizki bisa mengangkat derajat orang tuanya,” ucap Gustira. Rizki juga nge-ungkapin rasa bangganya.
“Terima kasih semuanya. Saya bangga dan senang sekali bisa meraih prestasi,” ungkapnya. Dengerin itu Brother and Sister?! Ini adalah bukti kalau keyakinan, bimbingan, dan fasilitas yang tepat bisa nge-ubah potential jadi prestasi! Rizki adalah contoh nyata kalau effort itu nggak akan nge-khianatin hasil!
Ajang Bergengsi: The 14th Salon Culinaire 2025, Panggung Kelas Dunia!
Kolaborasi Ciamik: Chefs Society & Pastry Bakery Society!
Oke, Bro and Sis, biar kamu makin nge-respect sama prestasi ini, kita bahas sedikit soal ajangnya ya! The 14th Salon Culinaire 2025 ini bukan ajang kaleng-kaleng, Brother and Sister!
Ini adalah ajang bergengsi skala dunia yang di-gelar pada 22 s.d. 31 Juli 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Indonesia. Ajang ini adalah hasil kolaborasi ciamik antara Association of Culinary Professionals Indonesia bersama World Association of Chefs Societies (WACS) dan Indonesia Pastry Bakery Society.
Bayangin, ajang ini nge-kumpulin chef-chef dan talenta-talenta terbaik dari seluruh dunia! Jadi, prestasi yang di-sabet sama 8 siswa kita ini itu levelnya memang world-class!
Uji Kreativitas & Kecepatan: Kreasi Kue dalam 2 Jam!
Di ajang ini, peserta di-tantang buat membuat dan menghias kue sesuai kreativitas mereka. Tapi, ada challenge-nya, Brother and Sister! Peserta hanya dikasih waktu dua jam! Itu waktu yang nge-pet banget buat nge-hasilin karya yang masterpiece, apalagi di bawah tekanan kompetisi internasional.
Ini nge-buktiin kalau para peserta kita nggak cuma punya skill tata boga yang oke, tapi juga kreativitas yang tinggi, manajemen waktu yang brilian, dan mental yang kuat buat nge-hadepin tekanan.
Fakta ini nge-kasih kita reminder kalau potensi itu nggak terbatas, dan kalau dikasih kesempatan yang tepat, siapa pun bisa nge-jadiin challenge jadi peluang buat nge-ukir sejarah!
Nah, itu dia Bro and Sis, berita full good vibes dari 8 siswa berkebutuhan khusus yang nge-harumin nama Indonesia di The 14th Salon Culinaire 2025! Keren banget kan dedikasi, bakat, dan semangat juang mereka, serta dukungan luar biasa dari guru pendamping dan keluarga.
Ini adalah bukti nyata kalau dengan kerja keras, ketekunan, keyakinan, dan dukungan yang tepat, kita bisa nge-cetak generasi muda yang powerful dan siap bersaing di kancah manapun! Mereka adalah pahlawan sejati yang nge-inspirasi kita semua!