INVERSI.ID – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap memiliki opsi untuk keluar dari Board of Peace (BoP) apabila keterlibatan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Dino usai mengikuti pertemuan bersama Presiden Prabowo dengan Menteri Luar Negeri, para wakil menteri luar negeri, serta mantan menteri dan mantan wakil menteri luar negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
“Yang saya paling suka, dan ini segaris juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita,” kata Dino.
“Ini berkali-kali beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi,” imbuhnya.
Dino yang pernah menjabat juru bicara bidang luar negeri pada masa pemerintahan Presiden Susilo Yudhoyono menuturkan bahwa Prabowo memandang BoP secara realistis sebagai opsi yang tersedia di tingkat internasional untuk menghentikan konflik di Gaza. Meski demikian, BoP dinilai bukan solusi yang bersifat menyeluruh dan memiliki risiko kegagalan yang cukup tinggi.
Ia menyebut BoP sebagai sebuah langkah eksperimental yang harus dijalani dengan kehati-hatian, mengingat banyak faktor eksternal yang dapat memengaruhi efektivitasnya, termasuk dinamika politik Amerika Serikat dan Israel.
Dalam diskusi tersebut, Dino mengatakan Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam guna memperkuat posisi serta daya tawar Indonesia dalam forum BoP.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu menambahkan bahwa Prabowo meyakini keterbatasan pengaruh Indonesia dapat diimbangi melalui kerja sama dan keselarasan sikap dengan negara-negara Islam yang tergabung dalam BoP.
“Beliau menyatakan ‘kami yakin kami bisa mengimbangi karena segala sesuatu yang kita lakukan, kita jamin harus ada kekompakan dengan negara-negara Islam’,” kata Dino.
Lebih lanjut, Dino menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut Prabowo menerima seluruh masukan, kritik, serta pandangan yang disampaikan para peserta secara terbuka. Diskusi berlangsung dalam format dialog dua arah tanpa pembatasan topik.
“Diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada dibilang kami tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu. tapi sangat terbuka dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Dino menegaskan sikap pribadinya mendukung keterlibatan Indonesia dalam BoP dengan tetap mempertimbangkan risiko yang ada, memegang opsi keluar, serta menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai tujuan utama.
Ia menilai proses menuju solusi dua negara masih panjang dan membutuhkan diplomasi, lobi politik, serta pendekatan yang pragmatis dan realistis.
“Jadi kita lihat, ini baru berapa hari kan BoP ya, jadi jalan masih panjang. Kita doakan tujuan paling utamanya yaitu two state solution, Palestina merdeka itu bisa tercapai,” katanya.