By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kasus Super Flu Telan Korban Jiwa, Komisi IX DPR Desak Kemenkes Perketat Surveilans Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kasus Super Flu Telan Korban Jiwa, Komisi IX DPR Desak Kemenkes Perketat Surveilans Nasional

KesehatanTerkini

Kasus Super Flu Telan Korban Jiwa, Komisi IX DPR Desak Kemenkes Perketat Surveilans Nasional

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
5 Min Read
Warga menggunakan masker saat menunggu angkutan umum. (Foto : Inilah.com/ Didik Setiawan)
Warga menggunakan masker saat menunggu angkutan umum. (Foto : Inilah.com/ Didik Setiawan)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti serius munculnya kasus Super Flu yang telah menelan korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi pada seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Menurut Yahya, kejadian ini menjadi peringatan penting bahwa Super Flu merupakan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat dan tidak boleh dianggap remeh.

Yahya menegaskan bahwa adanya laporan kematian pasien dengan gejala Super Flu menunjukkan tingkat bahaya virus tersebut. Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Kesehatan untuk segera memperkuat sistem pengawasan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai krusial guna mencegah meluasnya penularan, khususnya di wilayah yang telah teridentifikasi memiliki kasus.

“Kasus kematian tersebut membuktikan bahwa Super Flu sangat membahayakan. Untuk itu Kementerian Kesehatan harus meningkatkan surveilans secara menyeluruh kepada seluruh warga terutama di daerah daerah yang sudah terjangkit,” ujar Yahya saat dihubungi pada Jumat 9 Januari 2026.

Selain mendorong penguatan peran pemerintah pusat, politisi dari Fraksi Partai Golkar tersebut juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik melalui pola hidup sehat, rajin berolahraga, serta menggunakan masker terutama ketika berada di tempat yang padat dan berisiko tinggi penularan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dengan menjaga kebugaran tubuh dan disiplin menggunakan masker di kerumunan. Upaya pencegahan ini penting agar penyebaran virus dapat ditekan,” tegasnya.

Yahya juga meminta pemerintah daerah untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi potensi penyebaran Super Flu. Ia menilai kesiapan fasilitas kesehatan daerah menjadi faktor penting dalam melindungi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan rumah sakit siap menangani pasien yang terinfeksi, baik dari sisi sarana prasarana maupun tenaga medis.

“Kami mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan rumah sakit bagi warga yang terkena Super Flu sehingga pelayanan kesehatan tetap optimal,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya seorang pasien dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai Super Flu dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Hingga saat ini pihak rumah sakit mencatat telah menangani sepuluh pasien dengan gejala serupa yang memerlukan observasi dan penanganan medis intensif.

Namun demikian pihak rumah sakit menyatakan belum dapat memastikan bahwa kematian pasien tersebut secara langsung disebabkan oleh infeksi Super Flu. Pasien diketahui memiliki sejumlah penyakit bawaan yang memperberat kondisi kesehatannya.

Baca Juga :

Ratusan Pelajar Ramaikan Kejurkot Pencak Silat Kota Yogyakarta 2026
Resep Oseng Mercon, Olahan Daging Sapi Nikmat saat Hari Raya Idul Adha

Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re emerging RSHS Yovita Hartantri menjelaskan bahwa dari data pasien yang dirawat terdapat dua kasus dengan kondisi berat. Salah satu pasien harus menjalani perawatan di ruang intensif dan kemudian meninggal dunia.

“Kalau kita lihat dari data yang ada itu ada dua pasien dengan kondisi berat. Satu dirawat di ruang high care dan satu di ruang intensif. Pasien yang dirawat di ruang intensif tersebut kemudian dinyatakan meninggal karena memiliki komorbid lain,” jelas dr Yovita.

Ia menambahkan bahwa pasien tersebut memiliki riwayat penyakit penyerta yang cukup kompleks. Kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap kondisi kritis yang dialami pasien selama perawatan.

“Pasien memiliki riwayat stroke gagal jantung kemudian terdapat infeksi dan juga gagal ginjal. Jadi apakah kematian itu langsung disebabkan oleh virus kita belum bisa memastikan karena memang terdapat banyak komorbid,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan di bidang kesehatan. Super Flu dengan varian influenza A H3N2 subclade K dinilai memiliki potensi penyebaran yang cepat serta dapat menimbulkan dampak berat pada kelompok rentan seperti lansia dan pasien dengan penyakit penyerta.

Komisi IX DPR menegaskan akan terus memantau langkah langkah yang diambil Kementerian Kesehatan dalam memperkuat sistem surveilans dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat pemerintah daerah tenaga kesehatan dan masyarakat diharapkan penyebaran Super Flu dapat dikendalikan sejak dini dan risiko korban jiwa dapat diminimalkan.

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
TAGGED:kesehatanSuper Flu
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook Nadiem Makarim (tengah) dikawal menuju mobil tahanan usai mengikuti sidang lanjutan dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Foto : Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso) Jaksa Tegaskan Eksepsi Nadiem Tidak Sesuai KUHAP, Hakim Diminta Lanjutkan Sidang Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun
Next Article Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025). Yaqut Cholil Qoumas dimintai keterangan selama tujuh jam terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji khusus 2024. (Foto: Antara Foto/Fauzan/IP) KPK Resmi Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index