By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kecemasan Iklim, Ancaman Nyata bagi Kesehatan Mental Anak Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kecemasan Iklim, Ancaman Nyata bagi Kesehatan Mental Anak Muda

LifeStyle

Kecemasan Iklim, Ancaman Nyata bagi Kesehatan Mental Anak Muda

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim global, muncul satu fenomena psikologis yang kini menarik perhatian para peneliti, climate anxiety atau kecemasan iklim. Fenomena ini mulai diakui sebagai respons emosional yang serius terhadap krisis iklim yang tengah berlangsung.

Contents
Studi Global: 170 Ribu Responden dari 27 NegaraBeda dari Gangguan Kecemasan UmumNegara Berkembang Perlu Lebih Diperhatikan

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Global Environmental Change mengungkap bahwa anak muda, perempuan, dan individu dengan kepedulian tinggi terhadap lingkungan merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kecemasan iklim.

Studi Global: 170 Ribu Responden dari 27 Negara

Temuan ini berasal dari meta-analisis terbesar sejauh ini mengenai kecemasan iklim. Penelitian ini menganalisis 94 studi dengan total lebih dari 170 ribu responden dari 27 negara.

Menurut Dr. Clara Kühner dari Universitas Leipzig, kecemasan iklim merupakan respons emosional terhadap kesadaran bahwa krisis iklim adalah ancaman nyata.

“Kecemasan ini memang berdampak negatif pada kesejahteraan mental, namun juga berkaitan positif dengan aksi pro-lingkungan dan dukungan terhadap kebijakan iklim,” ujarnya, dikutip dari Phys.org.

Beda dari Gangguan Kecemasan Umum

Berbeda dari gangguan kecemasan umum, kecemasan iklim dipicu oleh paparan informasi ilmiah, pengalaman langsung terhadap bencana alam, hingga kekhawatiran mendalam tentang masa depan planet Bumi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mereka yang meyakini konsensus ilmiah soal penyebab perubahan iklim cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih tinggi, tetapi juga lebih aktif dalam menyuarakan aksi nyata.

“Ini seperti pedang bermata dua,” jelas Prof. Hannes Zacher, salah satu peneliti.

“Kecemasan bisa menggerus kesehatan mental, tetapi juga bisa mendorong solidaritas dan aksi kolektif.”

Baca Juga :

Profil dan Biodata Intan Nurliana, Turis Malaysia Beri Rating 0 Liburan ke Indonesia
SEA Games Terakhir, Siman Sudartawa Bertekad Tutup Karier dengan Emas untuk Indonesia

Negara Berkembang Perlu Lebih Diperhatikan

Meskipun data utama berasal dari negara-negara di belahan bumi utara, para peneliti menilai pentingnya perluasan riset ke negara berkembang. Termasuk Indonesia, yang diperkirakan akan mengalami dampak perubahan iklim lebih parah.

Studi ini menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah, media, hingga pemimpin masyarakat dalam mengarahkan kecemasan menjadi langkah nyata. Pendekatan ini dapat membantu anak muda bertransformasi dari sekadar cemas menjadi agen perubahan yang aktif dan berdampak.

Meta-analisis ini juga dijadwalkan diperbarui secara berkala, menyesuaikan dengan perkembangan data dan minat global terhadap isu kesehatan mental dalam konteks krisis iklim.***

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Anak MudaKecemasan Iklim
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 5 Tempat Liburan Hits di Malang yang Wajib Dikunjungi Anak Muda
Next Article KPop Demon Hunters Sukses Global, Apakah Akan Ada Sekuel?
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index