By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kenapa Banyak Anak Muda Enggan Menikah? Ini Jawabannya!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kenapa Banyak Anak Muda Enggan Menikah? Ini Jawabannya!

LifeStyle

Kenapa Banyak Anak Muda Enggan Menikah? Ini Jawabannya!

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Angka kelahiran yang rendah kini menjadi persoalan serius di berbagai negara maju, seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Di AS, misalnya, tingkat kelahiran hanya mencapai 1,7 anak per perempuan, jauh di bawah tingkat fertilitas ideal yakni 2,1 anak per perempuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kestabilan populasi.

Contents
Gaya Hidup Lajang Lebih Menarik?Standar Hidup Tinggi dan Media Sosial BerperanMedia Sosial dan Kencan Digital: Makin Banyak Pilihan, Makin Bingung?Antara Pilihan dan Tekanan Sosial

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam pola pikir generasi muda—terutama generasi milenial dan Gen Z yang semakin enggan untuk menikah atau memiliki anak.

Gaya Hidup Lajang Lebih Menarik?

Menurut Robert VerBruggen, peneliti dari Manhattan Institute dan Institute for Family Studies, banyak anak muda kini melihat kehidupan lajang sebagai pilihan yang lebih menarik. Bebas, fleksibel, dan tidak terikat pada komitmen pernikahan maupun tanggung jawab sebagai orang tua.

“Sebelumnya, pernikahan dianggap sebagai bentuk jaminan ekonomi bagi perempuan. Namun kini, perempuan dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri secara finansial,” ujar Robert, dikutip dari Newsweek, Senin (14/4).

Kemandirian ekonomi membuat banyak perempuan tak lagi memandang pernikahan sebagai kebutuhan mendesak. Bahkan, bagi banyak pasangan, memiliki anak justru dianggap sebagai beban finansial yang besar terutama ketika keduanya memiliki karier dan penghasilan yang baik.

Standar Hidup Tinggi dan Media Sosial Berperan

Tak hanya soal ekonomi, gaya hidup modern juga memainkan peran penting. Kemajuan teknologi dan meningkatnya standar hidup membuat kehidupan lajang terlihat lebih menyenangkan dan glamor.

Budaya pop dan media sosial turut memperkuat citra ini. Dari film, serial TV, hingga influencer di Instagram, kehidupan tanpa pasangan sering digambarkan sebagai simbol kebebasan dan kebahagiaan.

“Karena banyak orang baru menikah di usia yang lebih tua, budaya kita mulai memuliakan kehidupan lajang. Ini membuat status lajang terlihat biasa bahkan ideal bagi generasi muda,” jelas Robert.

Media Sosial dan Kencan Digital: Makin Banyak Pilihan, Makin Bingung?

Teknologi memang membuka peluang lebih luas dalam mencari pasangan. Namun di sisi lain, ini juga mengubah cara orang berinteraksi dan menjalin hubungan.

Baca Juga :

Tinjau Program MBG SMAN 28 Jakarta, BGN Puji Budaya Demokratis
Upaya Kepastian Investasi di Sektor Pertambangan, Pemerintah Terbitkan PP No.35/2024

Kini, aplikasi kencan dan media sosial menjadi alat utama dalam menemukan pasangan. Tapi justru karena terlalu banyak pilihan, banyak orang menjadi sinis dan tidak serius dalam menjalin relasi.

“Perubahan ini memang bisa memperluas peluang, tapi juga membuat orang kesulitan berkomitmen karena selalu ada opsi lain yang terlihat lebih baik,” tambah Robert.

Antara Pilihan dan Tekanan Sosial

Menurunnya angka kelahiran bukan hanya soal ekonomi atau preferensi pribadi. Ini adalah kombinasi dari faktor budaya, teknologi, dan perubahan nilai-nilai sosial. Generasi muda kini lebih fokus pada kebebasan, pencapaian personal, dan kualitas hidup, yang kadang tidak sejalan dengan komitmen jangka panjang seperti pernikahan dan anak.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa hidup lajang maupun berkeluarga adalah pilihan personal. Yang terpenting, pilihan tersebut diambil dengan kesadaran, bukan semata-mata karena tekanan sosial atau tren digital.***

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Anak MudaLajangMenikah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anak Muda Tuban Tunjukin Taring! Ini Dia Aksi Serius Seleksi Paskibraka 2025
Next Article Pink Is Back! Warna Favorit Gen Z dan Makna Baru di Baliknya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

1 week ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index