Inversi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menghadiri kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (retret) bagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Lembah Tidar, Magelang, pada Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangka peningkatan kapasitas kepemimpinan daerah, khususnya bagi para pimpinan legislatif di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.
Kegiatan retret tersebut diikuti oleh sebanyak 503 Ketua DPRD dari berbagai daerah, yang mencerminkan besarnya perhatian terhadap penguatan peran dan fungsi legislatif daerah dalam mendukung pembangunan nasional.
Dengan mengusung tema “Memperkuat Peran Pimpinan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota guna Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
Acara yang berlangsung di kawasan Lembah Tidar, Magelang, tersebut dirancang tidak hanya sebagai forum pembekalan formal, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan.
Para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan integritas, tata kelola pemerintahan yang baik, kepemimpinan strategis, serta pemahaman terhadap arah kebijakan pembangunan nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam kesempatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas para pimpinan DPRD sebagai bagian dari ekosistem pemerintahan yang saling terhubung.
Menurutnya, peran DPRD sangat penting dalam mendukung kebijakan pembangunan, termasuk dalam aspek yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Kepala Badan Gizi Nasional dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen lembaga yang dipimpinnya dalam mendukung penguatan koordinasi lintas sektor. Dadan Hindayana menekankan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif di semua tingkatan pemerintahan.
Dalam suasana kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan interaktif tersebut, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh para narasumber. Diskusi-diskusi yang berlangsung juga memberikan ruang bagi para Ketua DPRD untuk bertukar pengalaman, gagasan, serta tantangan yang dihadapi di daerah masing-masing dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.
Tema yang diangkat dalam retret ini, yakni “Memperkuat Peran Pimpinan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota guna Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, memiliki makna strategis dalam konteks pembangunan jangka panjang Indonesia.
Asta Cita sendiri merupakan delapan cita-cita pembangunan nasional yang menjadi arah kebijakan dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.
Dalam konteks tersebut, peran DPRD sebagai representasi rakyat di daerah menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah sejalan dengan kepentingan masyarakat. Selain itu, DPRD juga memiliki fungsi kontrol yang strategis dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan pemerintahan di daerah.
Kegiatan retret ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan di kalangan pimpinan daerah. Dengan latar belakang daerah yang berbeda-beda, para peserta diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama mengenai pentingnya kolaborasi dalam membangun Indonesia secara menyeluruh.
Selain materi formal, kegiatan ini juga diisi dengan sesi pembinaan karakter kepemimpinan yang menekankan pada pentingnya integritas, disiplin, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Dadan Hindayana dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi utama dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa aspek gizi dan kesehatan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Menurutnya, kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dengan lembaga legislatif daerah sangat penting dalam mendukung berbagai program peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam hal pemenuhan gizi yang seimbang. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh.
Kegiatan retret di Lembah Tidar, Magelang, ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang pembelajaran yang efektif bagi para pemimpin daerah. Lingkungan yang kondusif diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif yang dapat diimplementasikan di daerah masing-masing.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD seluruh Indonesia ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pimpinan DPRD dapat semakin memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.
Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045 yang maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.