By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kereta Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi: 14 Perjalanan Per Hari untuk Dukung Mobilitas Ekonomi Rakyat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kereta Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi: 14 Perjalanan Per Hari untuk Dukung Mobilitas Ekonomi Rakyat

Terkini

Kereta Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi: 14 Perjalanan Per Hari untuk Dukung Mobilitas Ekonomi Rakyat

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
7 months ago
Share
5 Min Read
KAI
KAI
SHARE

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama KAI Commuter kembali menghadirkan inovasi transportasi publik yang inklusif dan berdampak langsung pada ekonomi rakyat. Mulai November 2025, layanan Kereta Khusus Petani dan Pedagang resmi beroperasi di lintas Rangkasbitung–Merak, Provinsi Banten. Dengan frekuensi 14 perjalanan per hari, kereta ini dirancang untuk memfasilitasi mobilitas petani dan pedagang kecil yang selama ini kesulitan mengangkut hasil panen dan barang dagangan ke pusat kota.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi transportasi berbasis keadilan sosial, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat konektivitas ekonomi lokal dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa kereta ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah Banten, khususnya petani dan pedagang yang selama ini bergantung pada moda transportasi darat yang tidak selalu efisien.

“Kereta Petani-Pedagang adalah bentuk keberpihakan kami terhadap pelaku ekonomi akar rumput. Kami ingin mereka punya akses transportasi yang layak, aman, dan terjangkau,” ujar Karina

Kereta ini melayani rute Rangkasbitung–Merak dengan 14 perjalanan per hari, terdiri dari 7 perjalanan pergi dan 7 perjalanan pulang. Jadwal keberangkatan dimulai pukul 04.30 WIB hingga 20.00 WIB, disesuaikan dengan jam aktivitas pasar dan distribusi hasil pertanian.

Stasiun yang dilalui antara lain:

  • Rangkasbitung
  • Cilegon
  • Serang
  • Krenceng
  • Merak

Setiap stasiun dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat barang, area tunggu yang luas, dan petugas pendamping khusus untuk membantu penumpang membawa hasil panen atau dagangan.

Kereta ini menggunakan rangkaian K3 Ekonomi dengan modifikasi khusus:

  • Pintu lebih lebar untuk memudahkan masuk-keluar barang
  • Ruang kabin lebih luas dan tanpa sekat untuk fleksibilitas angkutan
  • Rak barang tambahan di bagian atas dan bawah kursi
  • Area khusus hasil bumi seperti sayur, buah, dan produk UMKM
  • Ventilasi dan pencahayaan optimal untuk menjaga kesegaran barang

Selain itu, tarif kereta ini dibuat sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000–Rp10.000 per perjalanan, dengan sistem tiket manual dan digital.

Baca Juga :

Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Resmi Operasikan Posko Induk di Banda Aceh
Biodata dan Profil Junaida Santi, Atlet Timnas Voli Putri di AVC Challenge 2024

Inovasi ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap:

  • Peningkatan akses pasar bagi petani dan pedagang kecil
  • Efisiensi distribusi hasil panen ke kota-kota besar
  • Pengurangan biaya logistik yang selama ini membebani pelaku UMKM
  • Peningkatan pendapatan harian karena waktu tempuh lebih cepat
  • Pemberdayaan ekonomi lokal di sepanjang jalur Rangkasbitung–Merak

Program ini juga membuka peluang kerja baru sebagai porter, petugas logistik, dan pendamping UMKM di stasiun-stasiun terkait.

Siti (45), petani cabai asal Serang, mengaku terbantu dengan adanya kereta ini. “Dulu saya harus naik angkot dua kali dan bayar mahal. Sekarang cukup satu kali naik kereta, barang aman dan cepat sampai,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Darto (52), pedagang sayur keliling. “Saya bisa bawa lebih banyak barang dan pulang lebih cepat. Dagangan nggak rusak di jalan,” katanya.

KAI juga menggandeng pemerintah daerah untuk mengintegrasikan layanan ini dengan program pemberdayaan UMKM. Di beberapa stasiun, tersedia area promosi produk lokal, pelatihan logistik, dan pendampingan digitalisasi usaha.

“Kereta ini bukan hanya alat transportasi, tapi juga platform pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Banten dalam peluncuran resmi kereta di Stasiun Rangkasbitung.

Meski mendapat sambutan positif, program ini juga menghadapi tantangan:

  • Kapasitas angkut terbatas saat musim panen
  • Kebutuhan pendingin untuk produk segar
  • Koordinasi antar stasiun dan jadwal pasar
  • Digitalisasi sistem tiket dan logistik

Ke depan, KAI berencana menambah rangkaian kereta, memperluas rute ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta mengembangkan sistem logistik berbasis aplikasi untuk pelaku UMKM.

Kereta Khusus Petani-Pedagang adalah bukti bahwa transportasi publik bisa menjadi alat transformasi sosial. Dengan 14 perjalanan per hari, fasilitas ramah angkutan, dan tarif terjangkau, kereta ini membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi petani dan pedagang kecil.

Inovasi ini bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga soal keadilan, pemberdayaan, dan masa depan ekonomi lokal yang lebih inklusif. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan transportasi publik yang benar-benar berpihak pada rakyat.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
TAGGED:2025Hari IniKereta
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Jakarta BMKG Ingatkan Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan 2025: Waspada Cuaca Ekstrem, Banjir, dan Siklon Tropis
Next Article Masjid IKN Masjid IKN Tunjukkan Wujud Futuristik, Simbol Harmoni dan Modernitas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index