By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ketegangan di Timur Tengah Tak Pengaruhi Pasokan 11 Pangan Strategis Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ketegangan di Timur Tengah Tak Pengaruhi Pasokan 11 Pangan Strategis Indonesia

Ekonomi

Ketegangan di Timur Tengah Tak Pengaruhi Pasokan 11 Pangan Strategis Indonesia

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy. (Foto: Bapanas)
SHARE

INVERSI.ID – Badan Pangan Nasional memastikan ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, belum memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Pemerintah menegaskan stok 11 komoditas pangan pokok strategis Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, menyebut gangguan jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut sejauh ini tidak memengaruhi distribusi maupun ketersediaan pangan nasional.

“Pemerintah memastikan ketersediaan 11 pangan pokok strategis masih aman dan tidak mengalami distorsi,” kata Sarwo saat menerima peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri di Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagaimana keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurut Sarwo, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, seluruh komoditas strategis diperkirakan tetap berada dalam kondisi surplus hingga pertengahan 2026.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang masih dipenuhi melalui impor juga berasal dari negara di luar kawasan konflik Timur Tengah sehingga tidak terdampak langsung oleh situasi di Selat Hormuz.

“Secara neraca dan ketersediaan sangat cukup. Kami belum melihat adanya dampak signifikan terhadap pasokan pangan nasional,” ujarnya.

Sarwo menambahkan, sumber impor pangan Indonesia saat ini berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat untuk kedelai, India untuk daging kerbau, Australia untuk sapi hidup, serta China untuk bawang putih.

“Dengan demikian, jalur distribusi tidak melalui Selat Hormuz sehingga pengaruhnya sangat kecil,” katanya.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik juga mencatat kondisi stabilitas pangan nasional yang semakin membaik. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan tren kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terus menurun sepanjang April 2026.

Baca Juga :

Berprestasi dan Dicintai Rakyat, PPP Nilai Ganjar Pranowo Punya Modal Sosial Hadapi Pilpres 2024
Windy Idol Terseret Kasus Dugaan Suap Pengurusan Perkara Sekretaris MA Hasbi Hasan

Menurut Ateng, pada pekan keempat April 2026 hanya terdapat 13 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 15 provinsi.

“Trennya terus menurun sejak awal April. Pada minggu pertama tercatat 21 provinsi, kemudian 22 provinsi pada minggu kedua, turun menjadi 15 provinsi pada minggu ketiga, dan kini 13 provinsi,” ujarnya.

Penurunan serupa juga terjadi di tingkat kabupaten dan kota. Data BPS menunjukkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH turun menjadi 126 kabupaten/kota dari sebelumnya 137 daerah.

“Jumlahnya terus menurun sejak awal April, dari 160 daerah, kemudian 149, 137, dan kini 126 daerah,” kata Ateng.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai kondisi swasembada pangan dengan tingkat impor yang relatif kecil dibandingkan total produksi nasional.

Ia menyebut total impor pangan Indonesia hanya sekitar 3,5 juta ton dibandingkan produksi nasional yang mencapai 73 juta ton per tahun.

Menurutnya, angka tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimal impor sebesar 10 persen sebagaimana definisi swasembada pangan yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization atau FAO.

Adapun 11 komoditas pangan strategis nasional meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, serta daging sapi dan kerbau.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
TAGGED:ketahanan panganSelat Hormuz
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Kepala BGN, Dadan Hindayana (Sumber : www.bgn.go.id) Program MBG Dorong Lonjakan Kebutuhan Tenaga Gizi
Next Article Perjuangan Aldila dan Janice Berakhir Dramatis di Madrid Open 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index