By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Ketegangan Memanas, Putin Salahkan AS dan Eropa Soal Krisis Ukraina
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ketegangan Memanas, Putin Salahkan AS dan Eropa Soal Krisis Ukraina

Internasional

Ketegangan Memanas, Putin Salahkan AS dan Eropa Soal Krisis Ukraina

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
2 Min Read
Vladimir Putin. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa hubungan antara Rusia dan negara-negara Eropa saat ini berada dalam fase krisis. Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pihak Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam pertemuan bersama anggota tetap Dewan Keamanan Rusia di Moskow, Jumat. Ia menilai memburuknya relasi dengan Eropa terjadi karena faktor eksternal, bukan kebijakan dari Moskow.

“Jelas, bahwa hubungan Rusia dengan negara-negara Eropa sedang dalam krisis, dan bukan karena kesalahan kami,” kata Putin.

Lebih lanjut, Putin menyoroti konflik Ukraina sebagai salah satu pemicu utama ketegangan tersebut. Ia menuding kebijakan pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya serta sejumlah negara Eropa sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas krisis yang terjadi.

Meski demikian, Putin menegaskan Rusia tidak menutup pintu untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Eropa. Ia juga menilai memburuknya hubungan antara Rusia dan Barat tidak memiliki dasar yang kuat.

Sementara itu, kekhawatiran terkait eskalasi konflik juga disampaikan oleh Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Dalam pernyataannya, Orban menilai Uni Eropa saat ini tengah bersiap menghadapi kemungkinan perang.

“Perang semakin dekat. Brussel telah meningkatkan keterlibatannya dalam perang Ukraina. Jadi sekarang mereka bersiap untuk perang. Mereka telah beralih ke ekonomi perang,” kata Orban saat berpidato di hadapan peserta Pawai Perdamaian di Budapest.

Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan dukungan militer dan finansial terhadap Ukraina menjadi indikasi serius adanya potensi keterlibatan lebih jauh dari Uni Eropa.

“Mereka tidak ingin menghindari masalah, mereka justru menghadapi masalah tersebut. Lebih banyak senjata, lebih banyak uang, lebih banyak pasukan… Kita tidak tahu persis jam berapa tentara pertama dari Brussels akan menginjakkan kaki di tanah Ukraina. Tetapi kita tahu pasti: itu akan terjadi,” lanjutnya.

Baca Juga :

Dampingi Arsjad Rasjid, Mantan Panglima TNI Andika Perkasa Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo
Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Raih Penghargaan Eco Pesantren Tingkat Jawa Timur

Orban menegaskan komitmennya untuk menjaga Hungaria tetap berada dalam posisi aman di tengah situasi global yang tidak menentu.

Ia menyebut negaranya akan terus berupaya menjadi “pulau keamanan dan perdamaian” di tengah dinamika geopolitik yang semakin memanas.

Ketegangan antara Rusia, Eropa, dan Barat saat ini menjadi sorotan dunia, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

You Might Also Like

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Gaza Diumumkan
Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
TAGGED:KrisisPutinRUSIAukraina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Laporan Terbaru: Inggris Harus Siap Hadapi Krisis Tanpa Dukungan Amerika
Next Article Arus Balik Memuncak, 53 Ribu Kendaraan Padati Jalan Layang MBZ ke Jakarta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final Meski Trump Optimistis

1 week ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

3 weeks ago
Internasional

Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index