By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Laporan Terbaru: Inggris Harus Siap Hadapi Krisis Tanpa Dukungan Amerika
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Laporan Terbaru: Inggris Harus Siap Hadapi Krisis Tanpa Dukungan Amerika

Internasional

Laporan Terbaru: Inggris Harus Siap Hadapi Krisis Tanpa Dukungan Amerika

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
2 Min Read
Bendera Inggris. (Foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Komite Parlemen Inggris mendorong pemerintah untuk segera memperkuat kemampuan pertahanan mandiri di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Dalam laporan terbaru, Inggris dinilai tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada perlindungan Amerika Serikat jika terjadi konflik militer di masa depan.

Rekomendasi tersebut tertuang dalam laporan Komite Parlemen Inggris terkait Strategi Keamanan Nasional yang dirilis pada Jumat. Laporan ini menyoroti pentingnya kesiapan Inggris menghadapi skenario terburuk, termasuk kemungkinan berkurangnya dukungan dari Washington.

“Untuk mempersiapkan skenario terburuk, di mana Eropa tidak lagi dapat mengandalkan dukungan Amerika Serikat jika terjadi krisis, Pemerintah Inggris harus bekerja sama dengan mitra Eropa untuk berinvestasi dalam kemampuan internal sendiri untuk mengimbangi potensi penarikan tersebut,” demikian bunyi laporan tersebut.

Komite juga menilai Inggris perlu memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara di luar kawasan tradisionalnya. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat posisi Inggris dalam menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks.

Selain itu, pemerintah didorong untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat, baik dalam aspek pertahanan nuklir, konvensional, maupun operasi intelijen. Pergeseran ini dinilai krusial agar Inggris memiliki fleksibilitas dan kemandirian dalam menentukan kebijakan keamanan nasional.

Tak hanya soal strategi eksternal, laporan tersebut juga menyoroti persoalan internal dalam tata kelola keamanan nasional. Komite menemukan belum adanya pembagian tanggung jawab yang jelas di antara lembaga pemerintah terkait isu keamanan.

“Sepanjang penyelidikan, kami menemukan kurangnya kejelasan mengenai departemen mana yang akan bertanggung jawab terhadap aspek-aspek keamanan nasional,” demikian bunyi laporan tersebut.

Lebih lanjut, mekanisme pengawasan di tingkat kabinet dinilai masih belum optimal untuk memastikan pelaksanaan strategi keamanan nasional berjalan selaras di seluruh lini pemerintahan.

Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah Inggris untuk segera melakukan pembenahan, baik dari sisi kebijakan luar negeri maupun koordinasi internal, demi menjaga stabilitas dan keamanan negara di tengah perubahan lanskap global.

Baca Juga :

Mafia Barcode Menggila! YLKI Minta Aturan BBM Diperketat demi Selamatkan Hak Rakyat Kecil
Sajikan Gambar Lebih Tajam, Google Meet Dukung Video Call Resolusi 1080p

You Might Also Like

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:AmerikaAsinggris
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kemdiktisaintek Targetkan 30 SMA Unggul Garuda Transformasi di 2026
Next Article Ketegangan Memanas, Putin Salahkan AS dan Eropa Soal Krisis Ukraina
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

7 days ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 week ago
EkonomiInternasional

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

2 weeks ago
Pildun 2026Terkini

AS Jaga Gengsi Tuan Rumah, Menang Perdana di Babak Knockout Piala Dunia sejak 2002

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index