INVERSI.ID – Komite Parlemen Inggris mendorong pemerintah untuk segera memperkuat kemampuan pertahanan mandiri di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Dalam laporan terbaru, Inggris dinilai tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada perlindungan Amerika Serikat jika terjadi konflik militer di masa depan.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam laporan Komite Parlemen Inggris terkait Strategi Keamanan Nasional yang dirilis pada Jumat. Laporan ini menyoroti pentingnya kesiapan Inggris menghadapi skenario terburuk, termasuk kemungkinan berkurangnya dukungan dari Washington.
“Untuk mempersiapkan skenario terburuk, di mana Eropa tidak lagi dapat mengandalkan dukungan Amerika Serikat jika terjadi krisis, Pemerintah Inggris harus bekerja sama dengan mitra Eropa untuk berinvestasi dalam kemampuan internal sendiri untuk mengimbangi potensi penarikan tersebut,” demikian bunyi laporan tersebut.
Komite juga menilai Inggris perlu memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara di luar kawasan tradisionalnya. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat posisi Inggris dalam menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks.
Selain itu, pemerintah didorong untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat, baik dalam aspek pertahanan nuklir, konvensional, maupun operasi intelijen. Pergeseran ini dinilai krusial agar Inggris memiliki fleksibilitas dan kemandirian dalam menentukan kebijakan keamanan nasional.
Tak hanya soal strategi eksternal, laporan tersebut juga menyoroti persoalan internal dalam tata kelola keamanan nasional. Komite menemukan belum adanya pembagian tanggung jawab yang jelas di antara lembaga pemerintah terkait isu keamanan.
“Sepanjang penyelidikan, kami menemukan kurangnya kejelasan mengenai departemen mana yang akan bertanggung jawab terhadap aspek-aspek keamanan nasional,” demikian bunyi laporan tersebut.
Lebih lanjut, mekanisme pengawasan di tingkat kabinet dinilai masih belum optimal untuk memastikan pelaksanaan strategi keamanan nasional berjalan selaras di seluruh lini pemerintahan.
Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah Inggris untuk segera melakukan pembenahan, baik dari sisi kebijakan luar negeri maupun koordinasi internal, demi menjaga stabilitas dan keamanan negara di tengah perubahan lanskap global.