Inversi Di balik kesibukan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai, Bengkulu, tersimpan kisah perjuangan yang menggambarkan keteguhan, kasih sayang, dan harapan.
Putri Verona, seorang relawan pada bagian pengolahan makanan, menjalani hari-harinya dengan penuh dedikasi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di balik perannya tersebut, ia juga memikul tanggung jawab besar sebagai seorang ibu yang merawat anak dengan kebutuhan khusus.
Putri Verona merupakan ibu dari tiga anak. Anak pertamanya merupakan penyandang disabilitas yang kini berusia hampir 11 tahun. Selain itu, ia juga pernah mengalami kehilangan anak keduanya yang meninggal dunia saat masih berusia tiga bulan. Saat ini, ia juga merawat anak bungsunya yang masih balita. Kondisi tersebut menjadikan kehidupannya penuh tantangan, baik secara emosional maupun ekonomi.
Sebelum bergabung dengan SPPG, kondisi ekonomi keluarga Putri Verona tergolong tidak stabil. Suaminya bekerja sebagai sopir lintas dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara kebutuhan keluarga terus meningkat, terutama untuk biaya perawatan anak pertama yang membutuhkan perhatian khusus. Keluarga ini juga masih tinggal di rumah kontrakan, sehingga beban pengeluaran semakin terasa.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari, Putri Verona kerap mengandalkan bantuan dari orang tua dan bahkan sempat memiliki pinjaman. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keluarga ini berada dalam situasi yang membutuhkan dukungan nyata agar dapat bertahan dan bangkit.
Merawat anak dengan kondisi disabilitas bukanlah hal yang mudah. Sejak lahir, anak pertama Putri Verona sering mengalami kejang dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, terapi rutin juga menjadi bagian dari proses pemulihan yang harus dijalani secara berkelanjutan. Hal ini membuatnya harus membagi waktu antara merawat anak dan mengurus kebutuhan rumah tangga.
Dalam situasi tersebut, kehadiran SPPG menjadi titik terang dalam kehidupan Putri Verona. Ketika memperoleh informasi mengenai pembukaan relawan, ia segera mendaftarkan diri dengan harapan dapat membantu perekonomian keluarga. Keputusan tersebut menjadi langkah penting yang membawa perubahan positif dalam kehidupannya.
Setelah diterima sebagai relawan, Putri Verona mulai merasakan manfaat nyata dari pekerjaan tersebut. Ia memperoleh penghasilan harian yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan khusus anaknya, seperti susu dan perawatan kesehatan lainnya.
Penghasilan yang diperoleh, meskipun tidak besar, memberikan kepastian yang sebelumnya tidak ia miliki. Dengan adanya pendapatan yang lebih stabil, ia dapat mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada bantuan pihak lain.
Meskipun memiliki tanggung jawab pekerjaan, Putri Verona tetap dapat menjalankan perannya sebagai ibu. Anak-anaknya dititipkan kepada neneknya selama ia bekerja, sehingga kebutuhan pengasuhan tetap terpenuhi. Dukungan keluarga menjadi faktor penting yang memungkinkan dirinya menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai pekerja dan sebagai ibu.
Tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, Program MBG juga memberikan dampak positif secara langsung terhadap kondisi anak-anaknya. Anak bungsunya, yang masih dalam masa pertumbuhan, kini mendapatkan asupan makanan yang lebih terjamin. Hal ini berkontribusi terhadap kondisi kesehatan yang lebih stabil dan perkembangan yang lebih optimal.
Menurut Putri Verona, kehadiran Program MBG memberikan rasa tenang karena kebutuhan dasar anak-anaknya, terutama terkait gizi, dapat terpenuhi dengan lebih baik. Hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata yang dirasakan oleh keluarga penerima manfaat.
Bagi Putri Verona, pekerjaan di SPPG bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga simbol harapan. Ia melihat program ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup keluarganya secara bertahap. Dari kondisi yang sebelumnya penuh ketidakpastian, kini ia memiliki pegangan untuk melangkah ke depan.
Sejak bergabung sebagai relawan pada 6 Oktober 2025, bertepatan dengan awal operasional SPPG Padang Serai, Putri Verona merasakan perubahan yang signifikan dalam kehidupannya. Ia tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperoleh rasa percaya diri dan optimisme dalam menghadapi masa depan.
Program MBG yang dijalankan melalui SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut memiliki dampak ganda, yaitu sebagai intervensi sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Kisah Putri Verona menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program ini, individu yang sebelumnya berada dalam kondisi sulit dapat memperoleh kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki kehidupannya.
Ia berharap Program MBG dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Baginya, program ini bukan hanya sekadar bantuan, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Harapan saya, program ini tetap ada dan terus berjalan. Karena sangat membantu kami, terutama untuk keluarga seperti kami yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada akhirnya, kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan publik terdapat dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Program MBG dan SPPG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga membawa harapan, kesempatan, dan perubahan bagi mereka yang membutuhkan.