By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: KPK Soroti Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » KPK Soroti Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

MBG

KPK Soroti Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Adrian
By
Adrian
1 month ago
Share
4 Min Read
Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia (Sumber : https://bgn.go.id/)
Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia (Sumber : https://bgn.go.id/)
SHARE

Inversi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyampaikan catatan kritis terkait tata kelola dan implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Contents
Absennya Perencanaan Komprehensif dan Blueprint yang JelasCelah Diskresi dan Risiko TransaksionalLemahnya Pengendalian Internal dan Tata Kelola AnggaranDominasi BGN dan Potensi Konflik KepentinganMultiplier Effect Ekonomi yang Minim di Daerah

Melalui Deputi Pencegahan dan Monitoring, Aminudin, lembaga antirasuah tersebut memaparkan hasil kajian mendalam yang menyoroti sejumlah celah rawan, mulai dari kelemahan perencanaan, potensi tindak pidana korupsi, hingga rendahnya dampak ekonomi bagi masyarakat di tingkat daerah.

Absennya Perencanaan Komprehensif dan Blueprint yang Jelas

Catatan pertama yang menjadi perhatian KPK adalah belum adanya blueprint atau cetak biru yang komprehensif dalam pelaksanaan program MBG. Menurut Aminudin, pemerintah saat ini cenderung menjadikan jumlah penerima manfaat sebagai satu-satunya indikator keberhasilan program.

Padahal, jika tujuan utamanya adalah percepatan penurunan angka stunting dan perbaikan gizi masyarakat, maka parameter keberhasilan seharusnya berpijak pada indikator kesehatan yang lebih spesifik.

“MBG belum memiliki blueprint yang terintegrasi. Seharusnya, program ini didesain dengan target pencapaian yang jelas untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Tanpa perencanaan yang matang, program ini berisiko hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa hasil kesehatan yang terukur,” tegas Aminudin dalam acara Media Gathering di Jakarta.

Celah Diskresi dan Risiko Transaksional

KPK menyoroti ruang diskresi yang terlalu luas dalam mekanisme bantuan pemerintah untuk program MBG. Saat ini, skema penyaluran dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) kepada yayasan pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dianggap telah memutus alur pertanggungjawaban.

Ketika dana berpindah dari BGN ke yayasan, pemerintah menganggap kewajiban mereka telah selesai. Padahal, aliran dana tersebut seharusnya terus dipantau hingga ke tahap pengadaan bahan baku oleh vendor maupun sub-vendor, hingga menjadi makanan siap saji yang layak konsumsi bagi masyarakat. Celah inilah yang menurut KPK berpotensi membuka praktik korupsi dan transaksional.

Lemahnya Pengendalian Internal dan Tata Kelola Anggaran

KPK juga menemukan indikasi tata kelola penganggaran yang tidak akuntabel. Aminudin mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, terdapat sisa anggaran MBG sebesar Rp12 triliun yang mengendap di rekening yayasan-yayasan di seluruh Indonesia. Uang yang tidak terserap tersebut menunjukkan bahwa tata kelola anggaran masih jauh dari kata maksimal.

“Uang negara yang mengendap dalam jumlah besar di rekening yayasan tentu menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pemanfaatan dana. Selain itu, ekspansi pembentukan SPPG yang terlalu masif tanpa pengendalian internal yang memadai menyebabkan penurunan standar kualitas, yang terbukti dari maraknya insiden keracunan makanan dalam beberapa pekan terakhir,” jelas Aminudin.

Baca Juga :

Polres Garut Terapkan One Way untuk Urai Macet Jalur Mudik
OOTD Sekolah & Hangout: Gaya Keren Ala Pelajar dengan Budget Tipis

Dominasi BGN dan Potensi Konflik Kepentingan

KPK menemukan adanya potensi konflik kepentingan yang tinggi karena BGN memegang kendali penuh di seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Tanpa adanya sistem check and balance yang memadai, dominasi satu lembaga dalam seluruh proses bisnis program sangat rentan terhadap penyalahgunaan wewenang.

Lebih jauh, proses perekrutan pengelola SPPG dinilai tidak transparan dan tidak berbasis pada sistem rekrutmen yang akuntabel. KPK menemukan indikasi bahwa penunjukan mitra seringkali didasarkan pada relasi kepentingan tertentu, bukan pada kapasitas profesional yang dibutuhkan untuk mengelola suplai gizi bagi jutaan orang.

Multiplier Effect Ekonomi yang Minim di Daerah

Salah satu temuan yang paling menohok adalah minimnya dampak ekonomi (multiplier effect) bagi masyarakat lokal. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sempat menyatakan optimisme bahwa program MBG akan meningkatkan pendapatan daerah. Namun, hasil kajian KPK menunjukkan fakta sebaliknya.

“Uang yang kembali ke daerah jumlahnya sangat minim, yakni di bawah 1,5 persen. Mayoritas perputaran uang justru kembali ke kota-kota besar karena sebagian besar pemasok bahan baku didominasi oleh perusahaan besar, bukan petani atau pelaku usaha lokal,” ungkap Aminudin.

Hal ini menyebabkan masyarakat di tingkat desa hanya menjadi konsumen, sementara nilai ekonomi yang dihasilkan dari triliunan rupiah anggaran negara tidak menetap di daerah.

You Might Also Like

Audiensi Mahasiswa di DPR, Dasco Sambungkan Langsung Aspirasi ke Bahlil dan Kepala BGN
Tolak Penunggangan Politik, BEM Bersatu Ungkap Dugaan Aktor di Balik Aksi Anti-MBG
Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis
BGN Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Insentif Dapur Akan Dirombak
BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan
TAGGED:KPKMakan Bergizi GratisProgram Makan Bergizi GratisTata Kelola
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Harga Batu Bara Ngegas! HBA Mei 2026 Melejit, Devisa RI Diprediksi Makin Tebal
Next Article Foto : Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber : www.kemenkeu.go.id) Pemerintah Sesuaikan Anggaran MBG 2026! Fokus pada Efisiensi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiMBG

Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka

2 weeks ago
EkonomiTerkini

Saat Stempel Negara Diduga Dijual: Jejak Rp14,55 Miliar di Imigrasi

2 weeks ago
Terkini

11 Pejabat Ditangkap Sepekan, Cermin Kerapuhan Amanah dan Belengu Budaya Korupsi di Indonesia

2 weeks ago
Foto : Kepala BGN, Nanik S. Deyang (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

BGN Tegaskan Isu Penghentian MBG Adalah Hoaks!

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index