INVERSI.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Mahakarya Pictures menghadirkan livery kereta serta instalasi seni di stasiun yang terinspirasi dari film “Pelangi di Mars” selama libur Lebaran.
“Kolaborasi yang terus berlanjut ini memberi peluang bagi film Indonesia seperti ‘Pelangi di Mars’ untuk semakin dikenal publik melalui medium kreatif di transportasi publik seperti kereta api. Momentum mudik dan libur Lebaran pun terasa lebih semarak dengan aktivasi yang imajinatif dan dekat dengan masyarakat,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, (20/3).
Irene menilai, inisiatif ini menjadi sarana memperluas promosi film nasional sekaligus menghadirkan pengalaman mudik yang nyaman dan hangat di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.
Kolaborasi berkelanjutan ini membuka kesempatan promosi yang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia, termasuk film keluarga, sekaligus memperkuat peran negara dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Irene menambahkan, sinergi lintas sektor ini juga menunjukkan besarnya potensi Intellectual Property (IP) lokal yang lahir dari talenta muda Indonesia dan berkembang menjadi kekuatan industri kreatif nasional.
Area stasiun dihiasi instalasi visual bertema film “Pelangi di Mars”, mulai dari elemen robotik hingga detail set yang menciptakan nuansa khas film tersebut.
Sementara itu, pada salah satu rangkaian KA Argo Dwipangga, livery khusus bertema “Pelangi di Mars” menampilkan warna cerah, karakter utama film, serta elemen robotik yang menarik perhatian penumpang.
“Perjalanan mudik dengan kereta api kini menghadirkan pengalaman kreatif yang akrab dengan dunia imajinasi anak-anak. Suasana ini diharapkan menambah kenyamanan sekaligus menghadirkan kesan yang menyenangkan selama perjalanan,” tambah Irene.
Produser film “Pelangi di Mars”, Dendi Reynando, mengatakan produksi film anak di Indonesia masih relatif terbatas, padahal kebutuhan tontonan keluarga terus meningkat. Karena itu, “Pelangi di Mars” diharapkan menjadi bagian dari penguatan karakter dan pengembangan cerita yang berpotensi menjadi kekayaan intelektual lokal.
“Film anak di Indonesia masih terbatas. Kami berharap ‘Pelangi di Mars’ dapat menjadi bagian dari upaya membangun IP lokal yang terus berkembang,” ungkap Dendi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah menghadirkan pengalaman perjalanan lebih berkesan bagi pelanggan sekaligus mendukung karya kreatif anak bangsa.
“Kereta api merupakan ruang publik yang dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Melalui livery kereta dan dekorasi stasiun, kami ingin perjalanan menjadi lebih berwarna, lebih berkesan, dan semakin dekat dengan karya kreatif Indonesia,” ujar Bobby.
Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif dan KAI juga telah berkolaborasi dengan menghadirkan karakter komik IP lokal pada Ramadan dan mudik Lebaran 2025. Kolaborasi tersebut dilanjutkan pada liburan sekolah 2025 melalui desain bodi kereta jarak jauh yang menampilkan karakter “Jumbo”.
Di penghujung 2025, aktivasi kreatif kembali digelar dengan 11 IP lokal yang menemani penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru, menegaskan dukungan lintas sektor terhadap karya anak bangsa, khususnya di dunia perfilman.