By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kronologi Jatuhnya Pesawat Tempur Super Tucano TNI AU di Pasuruan, Sempat Laporankan Blind
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kronologi Jatuhnya Pesawat Tempur Super Tucano TNI AU di Pasuruan, Sempat Laporankan Blind

Terkini

Kronologi Jatuhnya Pesawat Tempur Super Tucano TNI AU di Pasuruan, Sempat Laporankan Blind

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Inversi.id – Pihak TNI AU kini telah menceritakan kronologi sebelum dua pesawat tempur Super Tucano TNI AU dengan nomor ekor TT-3111 dan TT-3103 jatuh di Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis (16/11/2023).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI R Agung Sasongkojati mengatakan jatuhnya pesawat tersebut berwarna dari pesawat take off satu per satu pada pukul 10.51 WIB. 

Pesawat kemudian membentuk formasi. Agung mengatakan, dalam formasi ini, posisi pesawat saling berdekatan.

“Saya bisa jelaskan bahwa mereka terbang formasi. Take off satu per satu, setelah naik ke atas mereka bergabung menjadi satu kesatuan pesawat yang formasi, formasi tuh dekat sekali,” kata Agung dalam konferensi pers di Halim, Jumat (17/11/2023).

Selanjutnya, pesawat sempat keluar-masuk awan dengan keadaan awan tipis. Setelah itu, awan seketika menebal.

“Pada saat mereka climbing, mereka masuk ke awan in out in out, artinya awannya tipis-tipis saja. Namun awan itu tiba-tiba menebal dengan pekat, bahkan pesawat yang dekat saja yang jaraknya mungkin hanya sekitar 30 meter itu tidak kelihatan, karena sangat tebal,” kata Agung.

Baca juga: Fakta-Fakta Kecelakaan Pesawat TNI AU di Pasuruan, 4 Perwira Gugur akan Dimakamkan Hari Ini

Agung mengatakan kondisi itu membuat pilot sempat mengatakan blind atau tidak dapat melihat. Dengan laporan tersebut, membuat pesawat lain yang dalam posisi formasi akan saling menjauh.

“Para penerbang mengatakan blind, blind atau dalam bahasa Indonesianya buta, tidak terlihat. Itu adalah prosedur, dan prosedur ini yang menyelamatkan 2 pesawat,” ujarnya.

Baca Juga :

Elektabilitas Prabowo-Gibran Mencapai 53,5 Persen di Kampanye Terakhir
Profil dan Biodata Cornelia Agatha, Artis Ngaku Pernah Dekat dengan Rizal Ramli

“Pada saat mereka mengatakan blind maka secara otomatis sesuai prosedur pesawat-pesawat saling menjauhkan diri,” sambungnya.

Selanjutnya, disebutkan terdengar dua kali suara locater transmitter (LT) atau indikator yang menunjukkan kondisi pesawat. Dua pesawat tempur Super Tucano ini lantas disebut hilang kontak pada 11.18 WIB.

“Pada saat mereka mengatakan blind, maka secara otomatis sesuai prosedur pesawat-pesawat saling menjauhkan diri. Pada saat mereka menjauhkan diri terdengar suara LT atau mesin locater transmitter berarti terdengar sesuatu yang terjadi pada pesawat. Kemudian, saya tidak tahu berapa lama, terdengar suara LT lagi yang kedua,” kata Agung.

You Might Also Like

PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Perjanjian dengan Jin, Santet Pring Sedapur Bisa Tewaskan 12 Turunan
Next Article Aliansi Advokat Indonesia Bersatu Dukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index