INVERSI.ID – Lisa BLACKPINK, resmi dipilih sebagai duta pariwisata Thailand dengan gelar Amazing Thailand Ambassador oleh Otoritas Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand / TAT) pada Rabu (15/10). Dalam peran ini, Lisa akan menjadi representasi Thailand ke panggung dunia, sekaligus menampilkan citra dan pesona negara itu sebagai destinasi wisata berkualitas tinggi.
Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, menyampaikan bahwa pemilihan Lisa adalah langkah penting untuk mempromosikan keindahan, keberagaman, dan keajaiban Thailand lewat perspektif baru yang segar. Ia berharap kolaborasi ini bisa menginspirasi masyarakat Thailand dan wisatawan internasional agar bersama-sama “menemukan kembali” pesona Thailand.
Thapanee juga menegaskan komitmen TAT untuk memosisikan Thailand sebagai destinasi berkualitas tinggi dan aman, sekaligus menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara dengan hangat.
“TAT berkomitmen untuk memposisikan Thailand sebagai destinasi berkualitas tinggi dan aman, serta menyambut wisatawan domestik dan internasional dengan hangat,” ujarnya dalam siaran pers TAT News.
Penunjukan Lisa sebagai duta pariwisata Thailand dianggap menjadi salah satu sumber kebanggaan besar negara tersebut, mengingat prestasi globalnya dan pengakuan internasional. TAT berharap bahwa pengaruh Lisa bisa membantu menyebarkan kisah keindahan dan identitas unik Thailand ke panggung global, mengenalkan budaya, keramahan masyarakat, dan destinasi wisata kepada audiens yang lebih luas.
Menurut laporan Bangkok Post, kontrak kerja antara TAT dan perusahaan manajemen artis Lisa, Lloud, ditetapkan berdurasi satu tahun mulai 29 September 2025.
Kolaborasi ini diprediksi dapat menghasilkan tambahan pendapatan pariwisata Thailand antara 250 miliar hingga 500 miliar baht (setara hingga ~Rp255 triliun) untuk periode tersebut. Harapannya, kerja sama ini juga akan membantu mendorong total pendapatan sektor pariwisata Thailand melewati angka 3 triliun baht (sekitar 93 miliar USD) pada 2026.
Menariknya, sebelumnya Lisa sudah mencoba bidang akting. Pada Februari lalu, ia memulai debut aktingnya dalam serial The White Lotus Season 3, berperan sebagai seorang ahli kesehatan bernama “Mook” di resor Thailand.
Mengapa Lisa & Apa Artinya untuk Pariwisata Thailand
Lisa bukan cuma penyanyi: dia adalah ikon global, dengan basis penggemar yang tersebar di seluruh dunia. Melalui media sosial, musik, fashion, dan kehadiran internasionalnya, dia punya daya tarik besar untuk mempengaruhi persepsi publik terhadap Thailand. Berdasarkan laporan, TAT berharap kolaborasi ini bisa menghasilkan hingga satu miliar tampilan online dan memicu antara 5 hingga 10 juta perjalanan baru ke Thailand pada 2026.
Secara strategis, memilih figur publik dengan daya tarik global seperti Lisa untuk memperkuat kampanye pariwisata bukan hal baru, tetapi langkah ini bisa jadi titik balik. Dengan persona yang dikenal luas, promosi Thailand bisa menjangkau demografis muda dan penggemar K-Pop yang belum pernah terpikir sebelumnya.
Sektor pariwisata adalah salah satu tulang punggung ekonomi Thailand. Setelah periode pandemi, negara ini berusaha mengembalikan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke level pra-pandemi. Namun beberapa hambatan muncul: kekhawatiran keamanan, bencana alam, dan tensi perbatasan antara Thailand dan Kamboja sempat mempengaruhi kepercayaan wisatawan.
Meski begitu, pemilihan Lisa datang di waktu krusial. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, Thailand melaporkan bahwa kunjungan wisatawan turun sekitar 7,5% dibanding tahun lalu, menjadi sekitar 25 juta orang. Dengan kolaborasi promosi baru, TAT berharap pemulihan bisa lebih cepat dan target ambisius bisa tercapai.
Angka-angka yang diproyeksikan—250 hingga 500 miliar baht dari kampanye Lisa—jika terealisasi, akan menjadi suntikan besar ke sektor pariwisata dan ekonomi penunjang. Selain itu, konsep kampanye “Quality Leisure Destination” dan “Trusted Thailand” menekankan bahwa Thailand tak hanya matahari dan pantai, tetapi juga destinasi aman, berkelas, dan berbudaya.
Penunjukan figur selebriti sebagai duta pariwisata membawa peluang besar, tapi juga tantangan:
- Ekspektasi Publik dan Hasil Nyata
Bisa jadi banyak yang berharap dampak langsung seperti lonjakan wisatawan secara instan. Jika target tidak tercapai, citra kampanye bisa disalahartikan sebagai “isu pemasaran kosong”. - Autentisitas & Konsistensi
Menjadi duta wisata bukan sekadar foto-foto estetik. Harus ada keterlibatan nyata: kampanye konten, tur budaya, promosi destinasi baru, dan narasi yang konsisten dengan nilai lokal budaya dan sejarah. - Risiko Reputasi
Bila sang duta terkena kontroversi publik atau media, citra kampanye juga bisa “tertarik ke bawah”. Artis global rentan menjadi sorotan atas perilaku pribadi. - Ketergantungan pada Tren Populer
Popularitas artis bisa naik-turun. Kampanye pariwisata harus tetap bisa berdiri sendiri meski nama besar menjadi tulang punggung awal.
Melihat Ke Depan: Peluang & Harapan
Kolaborasi antara TAT dan Lisa menetapkan satu bab baru dalam promosi pariwisata Thailand. Dengan supervisi dan strategi yang tepat, ini bisa menjadi kasus sukses: budaya lokal, destinasi tersembunyi, keunikan Thailand, dipadukan dengan kekuatan popularitas global.
Lisa dengan kontrak satu tahun memiliki kesempatan untuk benar-benar “menerjemahkan” pengalaman Thailand ke dalam konten visual, narasi perjalanan, dan interaksi digital. Bila berhasil, kolaborasi ini bisa diperpanjang atau dijadikan model untuk kampanye pariwisata negara lain.
Thailand sendiri punya tagline promosi pariwisata “Amazing Thailand” yang sudah lama dikenal sebagai kampanye utama TAT. Melibatkan Lisa sebagai duta baru bisa merevitalisasi tagline ini di era media sosial dan pasar wisatawan muda global.
Buat kamu yang tertarik dengan dunia pariwisata, budaya, atau promosi digital, kasus ini bisa jadi pelajaran. Bagaimana elemen hiburan, identitas nasional, dan pemasaran kreatif bisa bergabung untuk menyuguhkan citra negara ke publik dunia.