By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dari Luna Maya hingga Tasya Farasya Bicara Soal Kecantikan Merawat Diri
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dari Luna Maya hingga Tasya Farasya Bicara Soal Kecantikan Merawat Diri

LifeStyle

Dari Luna Maya hingga Tasya Farasya Bicara Soal Kecantikan Merawat Diri

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Kecantikan selalu berubah seiring zaman. Dari ramuan tradisional hingga teknologi skincare modern, manusia terus mencari cara untuk merawat diri dan melawan tanda-tanda penuaan. Namun, di tengah derasnya tren dan obsesi kulit sempurna, makna kecantikan sejati sering kali terlupakan: keseimbangan antara perawatan luar, ketenangan batin, dan keberanian menolak stigma sempit tentang cantik.

Contents
Kecantikan Bukan Hanya dari LuarInner Beauty: Sumber Cahaya dari DalamMelawan Stigma dan Merayakan KeberagamanCantik yang Seutuhnya

Beberapa tahun terakhir, retinol menjadi bintang di dunia skincare. Banyak yang menganggap bahan aktif turunan vitamin A ini sebagai “ramuan muda abadi.” Ekspektasinya tinggi: kulit cerah, halus, dan bebas kerut hanya dalam hitungan minggu. Namun, perjalanan menuju kulit sehat tak selalu mulus.

Banyak pengguna justru harus melalui fase yang dikenal sebagai retinol purging—kulit memerah, mengelupas, bahkan terasa perih. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak ada hasil instan dalam perawatan kulit. Kulit, seperti tubuh dan jiwa, memiliki ritmenya sendiri.

“Jangan pakai retinol di pagi hari. Kalau dipakai pagi, kulit bisa terbakar dan malah jadi gelap. Retinoid sebaiknya digunakan malam hari dan pagi harinya wajib pakai sunscreen,” jelas dr. Abelina MM MARS, yang dikenal dengan nama dr. Incognito, dalam peluncuran produk Finally Found You! pada Sabtu (4/10).

Menurutnya, kunci perawatan kulit dengan retinol adalah kesabaran. “Orang Indonesia maunya cepat glowing. Tapi kalau kulit belum siap, malah bisa rusak. Mulai seminggu sekali dulu, kalau aman baru naik frekuensinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, cara sederhana seperti menimpa retinoid dengan pelembap bisa membantu kulit beradaptasi.

“Tunggu beberapa menit setelah pakai, lalu langsung timpa pelembap. Nggak usah lama-lama,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kecantikan tidak datang dari kecepatan hasil, melainkan dari proses memahami kebutuhan kulit sendiri.


Kecantikan Bukan Hanya dari Luar

Dalam dunia yang serba visual, banyak orang terjebak dalam standar lama: putih berarti cantik. Namun, persepsi itu kini mulai dilawan oleh banyak figur publik dan ahli kecantikan.

Baca Juga :

Avatar: The Way of Water Kembali Tayang di Bioskop Oktober 2025 – Jangan Sampai Kena FOMO!
Ratusan Mahasiswa UNP Kediri Hidupkan Budaya Lewat Festival Kali Brantas 2025

“Saya ingin buang stigma kalau cantik itu harus putih. Yang penting bukan warnanya, tapi kulitnya sehat, cerah, dan terawat,” tegas Tasya Farasya, beauty influencer ternama yang aktif mengedukasi soal skincare di media sosial.

Menurut Tasya, kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Karena itu, produk skincare seharusnya difokuskan pada kesehatan kulit, bukan warna. Ia menyebut bahan aktif seperti L-ascorbic acid 15 persen, adenosine, niacinamide 5 persen, dan ginseng cocok untuk kulit di iklim tropis seperti Indonesia.

Bagi aktris Luna Maya, rahasia tampil segar bukan hanya tentang kosmetik mahal.

“Setiap hari yang paling penting itu bersihkan wajah sampai benar-benar bersih. Gunakan produk terpercaya sesuai kebutuhan kulit,” ujarnya.

Luna kini lebih fokus pada produk anti-aging, tapi ia menegaskan bahwa kecantikan luar tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup sehat. “Istirahat cukup, makan sehat, olahraga, dan yang paling penting, kelola stres. Semua yang terlihat di luar itu berasal dari dalam,” katanya.

Inner Beauty: Sumber Cahaya dari Dalam

Kecantikan.

Kecantikan sejati, bagi banyak perempuan modern, tidak lagi diukur dari kulit yang putih atau wajah tanpa kerut, tetapi dari inner beauty—keindahan yang terpancar karena jiwa yang tenang dan empati terhadap sesama.

“Inner beauty itu berhubungan sama kepribadian. Kalau kita bisa menimbulkan kenyamanan dan kebahagiaan buat orang lain, itu akan terpancar ke luar,” kata Tasya Farasya.

dr. Abelina juga menegaskan hal serupa. Ia percaya bahwa empati adalah bentuk kecantikan yang paling langgeng. “Banyakin empati. Jangan cuma mikirin diri sendiri. Itu satu-satunya hal yang bikin manusia tetap punya cahaya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kulit manusia bersifat dinamis.

“Kulit usia 20-an bisa berminyak, tapi di usia 30-an bisa berubah jadi kering. Jadi penting banget tahu kondisi kulit sekarang, bukan yang dulu,” katanya.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya mengenal diri sendiri—baik secara fisik maupun emosional. Karena perawatan sejati dimulai dari pemahaman terhadap perubahan diri.


Melawan Stigma dan Merayakan Keberagaman

Di Indonesia, standar kecantikan lama yang menempatkan kulit putih sebagai tolok ukur masih kuat. Namun, generasi muda kini mulai bergerak melawan. Mereka menuntut narasi baru: bahwa semua warna kulit indah, dan bahwa kecantikan bukan hasil dari upaya menyeragamkan diri, melainkan keberanian untuk berbeda.

Luna Maya menilai bertambahnya usia bukan ancaman bagi kecantikan, melainkan perjalanan alami yang bisa dinikmati.

“Age is just a number. Yang penting tahu ingredients yang cocok buat diri sendiri,” katanya.

Ia juga menyebut potensi bahan alami seperti PDRN dan Green Algae, dua kandungan dengan mineral tinggi yang kini banyak digunakan dalam skincare.

“Manfaatnya besar banget buat regenerasi kulit,” ujarnya.

Sementara itu, Maharaja, pendiri Finally Found You! dan kreator konten, menambahkan bahwa perawatan kulit tidak eksklusif untuk perempuan.

“Laki-laki juga perlu merawat kulit. Minimal pakai cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Itu basic banget,” ujarnya.

Pandangan ini menunjukkan bahwa perawatan diri bukan lagi soal gender, tetapi tentang rasa hormat terhadap tubuh sendiri.

Cantik yang Seutuhnya

Di balik diskusi tentang retinol, gaya hidup sehat, dan inner beauty, ada satu pesan utama: kecantikan sejati tidak bisa didefinisikan oleh standar luar. Ia lahir dari harmoni antara perawatan fisik, keseimbangan mental, dan keberanian menolak stigma.

Produk skincare hanyalah alat bantu. Selebihnya, kecantikan tumbuh dari rasa percaya diri dan penerimaan diri.

“Kami ingin menegaskan bahwa cantik tidak hanya tentang produk. Cantik berarti merawat diri luar dan dalam, lalu percaya diri dengan keunikan masing-masing,” ujar Maharaja.

Ia menambahkan, “Kami percaya setiap orang berhak merasa cantik tanpa harus mengubah warna kulitnya. Produk ini hanya alat, bukan tujuan. Yang terpenting, cintai diri apa adanya.”

Di tengah tekanan media sosial yang menuntut kesempurnaan, mungkin makna kecantikan modern kini bergeser. Kecantikan sejati adalah saat seseorang menatap cermin dan melihat bukan sekadar kulit yang mulus, tetapi jiwa yang damai dan bahagia.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:KecantikanLuna MayaTasya Farasya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Outfest 2025! Outfest 2025! Jakarta Dukung Kreativitas Anak Muda Lewat Ruang Publik
Next Article Tournafest Colabonation 2025! Tournafest Colabonation 2025! Pelajar Jakarta Tunjukkan Prestasi dan Kreativitas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index