By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Raih Penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025 dengan Inovasi Simulasi Tabrakan Asteroid
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Raih Penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025 dengan Inovasi Simulasi Tabrakan Asteroid

Pendidikan

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Raih Penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025 dengan Inovasi Simulasi Tabrakan Asteroid

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
8 months ago
Share
5 Min Read
Ditmawa ITB
Ditmawa ITB
SHARE

Mahasiswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah global. Tahun ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang NASA International Space Apps Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi terbesar di dunia yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai negara.

Prestasi ini diraih lewat proyek inovatif bernama AIM X (Asteroid Impact Simulation and Mitigation Experience). Platform tersebut memungkinkan pengguna mensimulasikan dampak tabrakan asteroid dengan data asli NASA. Inovasi ini kemudian mengantarkan tim ITB meraih penghargaan Best Pitch, Global Nominee, dan Local Winner untuk wilayah Bandung.

Tim ITB yang mencetak prestasi ini terdiri dari empat mahasiswa lintas jurusan:

  • Thalita Zahra Sutejo (Sistem dan Teknologi Informasi 2022)
  • Attara Majesta Ayub (Teknik Informatika 2022)
  • Jason Fernando (Teknik Informatika 2022)
  • Daryl John Sayangbati (Teknik Mesin 2022)

Masing-masing anggota tim berperan dalam pengolahan data NASA, pembuatan visualisasi dampak asteroid, pengembangan user interface, hingga perancangan model fisika untuk menghitung energi tumbukan, gelombang kejut, dan potensi tsunami.

Apa Itu AIM X dan Mengapa NASA Memberikan Penghargaan?

AIM X adalah platform simulasi berbasis data NASA yang memungkinkan pengguna memahami skenario tabrakan asteroid secara interaktif. Pengguna dapat memilih ukuran asteroid, kecepatan, sudut jatuh, lokasi tumbukan, dan kemudian menyaksikan simulasi bagaimana efeknya terhadap Bumi.

Sistem ini dibangun menggunakan:

  • Data observasi asteroid dari NASA
  • Model fisika tumbukan
  • Perhitungan potensi bencana lanjutan seperti tsunami dan gempa
  • Visualisasi real time untuk edukasi publik

AIM X dinilai unggul karena:

  1. Menggabungkan sains dan teknologi secara presisi.
  2. Memiliki antarmuka yang mudah dipahami masyarakat umum.
  3. Berguna untuk edukasi mitigasi bencana.
  4. Dapat dikembangkan menjadi sistem peringatan dini berdasarkan data NASA.

Juri NASA bahkan menilai presentasi mereka sebagai salah satu yang paling meyakinkan sehingga layak mendapat penghargaan Best Pitch.

NASA Space Apps Challenge merupakan hackathon global yang setiap tahun diikuti oleh ratusan kota dari seluruh dunia. Bandung menjadi salah satu host resmi untuk wilayah Indonesia.

Baca Juga :

Tiko Aryawardhana Suami BCL Buka Suara soal Penggelapan Dana R 6,9 M
Telkom Perkuat Kesiapsiagaan Digital Nasional Hadapi Lonjakan Trafik Akhir Tahun

Kompetisi ini menantang peserta untuk memecahkan masalah dunia nyata menggunakan data resmi dari NASA. Tahun 2025 mengusung tema besar “Solving for Earth and Beyond”.

Tim ITB berhasil menjadi pemenang lokal Bandung sebelum melaju sebagai Global Nominee. Kompetisi cukup ketat karena tiap kota memiliki ratusan tim peserta, sementara hanya satu pemenang lokal yang berhak masuk nominasi global.

Thalita mengungkap bahwa tantangan terbesar adalah menggabungkan validitas ilmiah dengan tampilan visual yang tetap menarik. Waktu pengerjaan yang hanya dua hari membuat tim harus bekerja non stop tanpa tidur.

Namun kerja keras itu terbayar dengan hadirnya sistem yang bukan hanya inovatif tetapi juga punya nilai sosial yang besar.

Pencapaian mahasiswa ITB bukan sekadar kemenangan kompetisi, tetapi juga bukti bahwa talenta muda Indonesia dapat bersaing dalam teknologi tingkat tinggi. Prestasi ini memiliki makna penting:

1. Membuktikan kapasitas mahasiswa Indonesia di level internasional
Tim ITB bersaing dengan peserta dari AS, Jepang, Perancis, Brasil, India, dan negara lain yang sudah lebih mapan dalam riset luar angkasa.

2. Menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya
Kompetisi NASA ini bersifat terbuka, sehingga mahasiswa dari kampus manapun bisa ikut serta. Prestasi ITB dapat memicu lebih banyak kampus Indonesia terlibat dalam inovasi serupa.

3. Mendukung pengembangan sains dan mitigasi bencana di Indonesia
AIM X sangat relevan untuk edukasi kebencanaan, karena Indonesia adalah negara rawan bencana. Dengan data NASA yang akurat, masyarakat bisa belajar memahami potensi ancaman luar angkasa yang jarang diketahui.

4. Menguatkan reputasi ITB sebagai kampus teknik terbaik di Indonesia
Prestasi ini menjadi tambahan daftar panjang inovasi mahasiswa ITB di level internasional.

Meskipun sudah mendapat pengakuan internasional, tim ITB berencana mengembangkan AIM X lebih jauh. Beberapa pengembangan yang sedang dipertimbangkan:

  • Menghubungkan platform ke data asteroid yang diperbarui secara otomatis.
  • Menambahkan fitur analisis otomatis untuk menentukan tingkat bahaya.
  • Menjadikan aplikasi ini sebagai media edukasi untuk sekolah dan perguruan tinggi.
  • Menjalin kolaborasi dengan lembaga riset kebencanaan di Indonesia.

Menurut laporan STEI ITB, NASA membuka peluang bagi nominasi global untuk mengikuti program lanjutan seperti mentoring dan kolaborasi riset.

Keberhasilan mahasiswa ITB di NASA Space Apps Challenge 2025 menjadi bukti bahwa inovasi anak bangsa tidak kalah dibandingkan talenta global. Dengan proyek AIM X, mereka menunjukkan bahwa teknologi, data, dan kreativitas dapat menghasilkan solusi nyata untuk kepentingan manusia.

Prestasi ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga kebanggaan bagi Indonesia. Semoga semakin banyak mahasiswa dan peneliti muda yang terdorong untuk berkontribusi di bidang sains dan teknologi masa depan.

Mahasiswa ITB telah memberi contoh bahwa mimpi untuk berprestasi di panggung dunia bukan hal yang mustahil selama disertai ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50
TAGGED:Anak MudaBAndungDitmawa ITBgen zindonesiaITBNASAremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Kegiatan Seni dan Olahraga (Senor) sebagai ajang pengembangan minat dan bakat siswa di bidang seni dan olahraga SMKN 4 Bandar Lampung Cetak Lulusan Kejuruan Unggul Akademik & Non-Akademik
Next Article Foto : SDN 149 Tungke di Ajang Kreativitas Pelajar MTsN 3 Bone Futsal Sebagai Arena Pembentukan Karakter dan Soft Skill Pelajar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya

2 weeks ago
PendidikanTerkini

Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026

2 weeks ago
Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index