Halo Inversi! Siapa bilang anak muda Indonesia nggak bisa bersaing di level dunia? Buktinya, Marcha Sharapova Rusli, siswi berprestasi dari Cita Hati Christian School Pakuwon City Campus, Surabaya, sukses menembus salah satu universitas paling bergengsi di dunia Stanford University, Amerika Serikat.
Dari total 105 siswa kelas 12 di Cita Hati Pakuwon City yang lulus tahun ini, 70 persen diterima di universitas ternama luar negeri. Tapi nama Marcha mencuri perhatian, karena Stanford bukan sekadar kampus top dunia melainkan tempat lahirnya banyak inovator dunia seperti Elon Musk dan Sergey Brin.
Dari Surabaya ke Stanford: Perjalanan Mimpi yang Nggak Instan
Guru sekaligus konselor universitas, Pristi Andika, S.Psi., M.A, menyebut Marcha sebagai sosok pelajar yang nggak cuma pintar, tapi juga punya empati tinggi dan semangat sosial yang luar biasa.
“Kami bangga banget. Marcha itu bukan hanya unggul akademik, tapi juga punya karakter dan inisiatif sosial yang kuat benar-benar mencerminkan nilai Character, Faith, and Wisdom yang kami tanamkan di sekolah,” ungkap Pristi.
Marcha sendiri mengaku rasa bangganya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. “Stanford udah jadi kampus impianku sejak remaja. Aku ambil jurusan Management Science and Engineering, karena aku pengin jadi jembatan antara teknologi dan solusi sosial,” kata Marcha.
Ia juga berterima kasih pada para guru dan orang tuanya yang terus mendukung penuh perjalanannya.
Nggak Cuma Pintar, Tapi Juga Punya Hati Sosial
Yang bikin Marcha beda dari kebanyakan pelajar lain adalah kepeduliannya terhadap isu sosial dan lingkungan. Sejak remaja, ia udah aktif bikin proyek yang berdampak nyata buat masyarakat.
Salah satu karyanya yang paling keren adalah Dear Earth, sebuah social enterprise yang memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus untuk membuat pakaian batik ecoprint. Hebatnya, produk itu diperagakan oleh model disabilitas, dan hasil penjualannya digunakan untuk merenovasi sekolah inklusi Insani Tunas Mandiri.
Nggak berhenti di situ, Marcha juga mendirikan 1001 Harapan Foundation, organisasi non-profit yang menggabungkan seni dan keberlanjutan. Dengan lebih dari 80 dropbox donasi dan lokakarya berbasis limbah, ia telah menyalurkan 2.000+ barang kebutuhan ke anak-anak di pedesaan.
Representasi Indonesia di Kancah Dunia
Prestasinya nggak cuma di dalam negeri. Marcha sudah mewakili Indonesia di berbagai forum internasional, seperti ASEAN Youth Summit, UPEACE Green Leader Academy, dan 10th World Water Forum.
Ia juga dipercaya menjadi Duta Embrace Youth International, organisasi global yang berfokus pada pendidikan lintas budaya dan keadilan sosial.
Dalam bidang akademik, deretan prestasinya panjang banget:
- 6 Medali Emas World Scholar’s Cup Global Round Bangkok
- Gold Medalist Olimpiade Nasional Statistik, Ekonomi, dan Sains
- Silver Medalist Asia International Mathematical Olympiad
- Finalis Yale Tournament of Champions dan Delegasi Global Goals Summit 2024
Atas kiprahnya, Marcha juga pernah dinobatkan sebagai Puteri Anak Indonesia 2019 dan penerima Beasiswa Garuda dari pemerintah Indonesia.
Marcha percaya, anak muda bukan cuma “masa depan bangsa”, tapi juga kekuatan masa kini. “Kita bisa mulai dari hal kecil di komunitas kita sendiri. Nggak perlu tunggu dewasa atau kaya dulu untuk membuat perubahan,” ujarnya.
Cita Hati Christian School sendiri terus berkomitmen membentuk generasi muda yang nggak cuma siap bersaing global, tapi juga membawa terang dan harapan bagi dunia. Karena seperti yang dibuktikan Marcha mimpi besar itu nggak mustahil, asal kamu berani memulai dan terus berjuang.