By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Membangun Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Membangun Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta

Olahraga

Membangun Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta

Adrian
By
Adrian
8 months ago
Share
4 Min Read
Foto : Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta
Foto : Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta
SHARE

Inversi. Prestasi gemilang DKI Jakarta di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII adalah capaian yang patut diapresiasi, namun diskusi evaluasi yang diinisiasi oleh Siwo PWI Jaya dan KONI DKI Jakarta menegaskan bahwa legacy kejuaraan tidak berhenti di podium medali.

Contents
Piramida Pembinaan: Mendewakan Proses dan KontinuitasManajemen Kinerja dan Ketegasan OrganisasiKasus Sukses: Wushu DKI dan Role Model Cabang Olahraga

Tantangan krusial Ibu Kota adalah memastikan kesinambungan pembinaan (athlete retention), mencegah “pembajakan” talenta, dan membangun sistem yang terintegrasi dari tingkat pelajar hingga elit internasional. Diskusi ini merupakan langkah awal menuju sport system design yang modern.

Olahraga prestasi di level Ibu Kota menuntut manajemen yang profesional dan visioner. DKI Jakarta, sebagai barometer nasional, memegang tanggung jawab ganda: menjadi lumbung medali dan menjadi model bagi sistem pembinaan atlet muda.

Berangkat dari hasil POPNAS XVII yang memuaskan, Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (Siwo PWI Jaya) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menggelar diskusi strategis pada Rabu, 12 November 2025.

Kesit B. Handoyo, Ketua PWI Jaya, secara eksplisit menekankan poin kritis dalam sambutannya: “Atlet muda DKI yang berprestasi jangan sampai ‘diculik’ atau dimanfaatkan oleh daerah lain,” pesannya.

Peringatan ini menyoroti isu loyalitas atlet dan perlunya insentif yang cukup agar talenta unggulan tetap berkomitmen pada pembinaan Ibu Kota.

Piramida Pembinaan: Mendewakan Proses dan Kontinuitas

Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd., Ketua Umum KONI DKI Jakarta, memaparkan konsep inti dari sport system designIbu Kota: Piramida Pembinaan Olahraga Prestasi. Model ini membagi tanggung jawab secara jelas antara Dispora DKI Jakarta (fokus pada pelajar dan mahasiswa, tahap pemasalan dan pembibitan) dan KONI DKI Jakarta (fokus pada tingkat prestasi elit).

Prof. Hidayat menekankan bahwa olahraga adalah disiplin yang mendewakan proses. “Olahraga itu mendewakan proses. Kalau prosesnya bagus, hasilnya pasti bagus,” tegasnya.

Namun, tantangan terbesar muncul di fase transisi: bagaimana memastikan pembinaan tidak terputus ketika atlet lulus dari Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) dan masuk ke jenjang perguruan tinggi. Usia mahasiswa sering kali menjadi puncak performa atlet, sehingga kegagalan dalam integrasi pembinaan pada fase ini dapat merugikan potensi nasional.

Baca Juga :

Synchronize Festival 2025 Hadir Lagi dengan Tema Saling Silang di Gambir Expo Kemayoran
Fakta-fakta Oklin Fia Minta Maaf Bikin Konten Jilat Es Krim, Hanya untuk Lucu-Lucuan

Tantangan desentralisasi pasca-POPNAS, di mana atlet kembali ke lingkungan yang tidak lagi intensif, menuntut solusi sistemik yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, hingga Pengprov Cabor.

Manajemen Kinerja dan Ketegasan Organisasi

Dari sisi eksekutif daerah, Andri Yansyah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, menekankan perlunya ketegasan dan akuntabilitas dalam manajemen olahraga daerah.

“Olahraga harus apa adanya. Kalau pengurus atau pelatih tidak berkinerja baik, harus berani diganti. Cabang olahraga yang tidak berprestasi wajib dievaluasi dan diperbaiki,” ujarnya tegas.

Penekanan pada manajemen kinerja ini menunjukkan kesiapan Dispora untuk melakukan pembenahan struktural demi memastikan sumber daya (pelatih, fasilitas) dioptimalkan hanya untuk yang berprestasi dan berkinerja tinggi.

Rusdiyanto, Kepala PPOP DKI Jakarta, memaparkan skema pembinaan berjenjang yang krusial, mencakup rekrutmen, program latihan terencana, pembinaan mental juara, dukungan akademik, hingga evaluasi promosi dan degradasi. PPOP bertindak sebagai penghubung vital dari pembinaan pelajar menuju Pelatda dan Pelatnas.

Kasus Sukses: Wushu DKI dan Role Model Cabang Olahraga

Keberhasilan cabang olahraga Wushu DKI di POPNAS XVII menjadi role model efektivitas pembinaan. Herman Wijaya, Sekretaris Umum Pengprov Wushu DKI Jakarta, melaporkan perolehan enam emas, dua perak, dan tiga perunggu, padahal ini baru kali kedua Wushu tampil di POPNAS.

Hasil ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang fokus, terukur, dan terstruktur, cabang olahraga baru pun mampu meraih keunggulan.

Diskusi Siwo PWI Jaya ini secara kolektif menghasilkan kesimpulan yang fundamental: Masa depan prestasi olahraga DKI Jakarta bergantung pada sinergi kelembagaan yang berkelanjutan antara Dispora, KONI, PPOP, dan Pengprov Cabor.

Dengan sistem pembinaan terpadu melahirkan atlet juara dunia dari Ibu Kota DKI Jakarta diharapkan mampu menjadi barometer nasional dalam sport system design modern.

You Might Also Like

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Asian Boxing U19 dan U23 2026: Enam Petinju Indonesia Hadapi Laga Penentuan
Muchova vs Noskova, Final Impian Ceko Tersaji di Wimbledon 2026
TAGGED:atletDKI JakartaMembangunPascaPembinaanPopnasSistem
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau! Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!
Next Article Bobibos, BBM RON 98 dari Jerami, Inovasi Energi Hijau Karya Anak Bangsa
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Olahraga

Djokovic vs Sinner, Duel Generasi Berebut Tiket Final Wimbledon 2026

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
Olahraga

Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index