By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!

Ekonomi

Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!

Adrian
By
Adrian
8 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!
Foto : Peran Gen Z Sebagai Penggerak Utama Ekonomi Hijau!
SHARE

Inversi. Indonesia memiliki modal demografi krusial: 69,51% penduduk berada di usia produktif. Namun, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menegaskan bahwa potensi ini harus diinkubasi dari stigma konsumtif menjadi produktif.

Contents
Mengubah Stigma: Kombinasi Digital Mindset dan Energi FuturistikMenutup Gap Investasi Hijau: Tantangan dan PeluangSolusi Kreatif dan Praktis dari PraktisiMasukan dan Arahan Penting bagi Generasi Muda

Melalui Talkshow Ultimate Fest, pemerintah, akademisi, dan praktisi sepakat: generasi muda adalah kunci transisi menuju ekonomi hijau, sebuah jalur pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan ekologis dan sosial.

Pembangunan berkelanjutan adalah imperatif global yang menuntut kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor. Di Indonesia, tugas berat ini berada di pundak Generasi Z (Gen Z) dan Milenial, yang membentuk 38% populasi.

Talkshow Ultimate Fest bertajuk ‘Menanam Harapan Menumbuhkan Aksi, Generasi Muda untuk Indonesia Berkelanjutan’ yang digelar di University Club UGM, Kamis (13/11), menjadi wadah strategis untuk mendefinisikan peran tersebut.

Mengubah Stigma: Kombinasi Digital Mindset dan Energi Futuristik

Dr. Hempri Suyatna, Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM, menekankan perlunya habituasi dan edukasi berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi anak muda.

“Kita perlu mengubah stigma bahwa anak muda hanya konsumtif. Mereka justru memiliki kemampuan transformasi, digital mindset, dan energi futuristik yang bisa dikombinasikan untuk memecahkan isu-isu sosial dan lingkungan,” ujar Dr. Hempri.

Pesan ini menginspirasi: kekuatan generasi muda terletak pada cara mereka mengintegrasikan kecerdasan digital dengan idealisme ekologis. Kolaborasi lintas sektor akademisi, pemerintah, dan wirausaha diperlukan untuk membentuk generasi yang produktif, visioner, dan peduli pada keberlanjutan.

Menutup Gap Investasi Hijau: Tantangan dan Peluang

Enrico David Tarigan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, menyoroti tantangan nyata: kompleksitas global, kesenjangan keterampilan, dan kebutuhan investasi besar.

Analis Kebijakan Kemenkeu, Prama Wiratama, memberikan data konkret: Indonesia memerlukan sekitar Rp400 triliun per tahun untuk program penurunan emisi, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mampu memenuhi sekitar 13% dari kebutuhan tersebut.

Baca Juga :

Anak Muda, Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik Jadi Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Erick Thohir hingga Gibran Rakabuming disebut Kandidat Cawapres Dampingi Prabowo Subianto

Defisit pendanaan (funding gap) yang besar ini menciptakan dua hal:

  • Peluang Inovasi: Membuka ruang lebar bagi wirausaha muda untuk menciptakan solusi bisnis yang dapat menarik investasi hijau.
  • Tuntutan Keterampilan: Transisi menuju ekonomi rendah karbon menuntut skill set baru, seperti di bidang green technology, data analysis, dan financial modeling berbasis keberlanjutan.

Kemenkeu mendorong keterlibatan Gen Z melalui upaya seperti pengembangan green taxonomy dan penyediaan ruang literasi/jejaring (Ultimate Fest) sebagai upaya untuk menutup gap tersebut.

Solusi Kreatif dan Praktis dari Praktisi

Diskusi ini diperkaya oleh solusi praktis dari para praktisi dan akademisi:

  • Bioteknologi dan Biorefinery (Dr. Eko Agus Suyono, UGM): Eko Agus memperkenalkan potensi mikroalga sebagai solusi ekonomi dan ekologi. Mikroalga dapat menyerap CO₂ dan menghasilkan beragam produk bernilai tinggi (pangan, pakan, energi) melalui proses biorefinery. Ini adalah contoh konkret bagaimana riset akademis dapat menghasilkan solusi ekonomi hijau.
  • Green Entrepreneurship (Diyanto Imam, New Energy Nexus): Diyanto menyoroti minimnya peran wirausaha dalam diskusi energi bersih di masa lalu. Melalui Kinetik Next, ia mendorong anak muda untuk berani mengembangkan gagasan dan solusi bisnis kreatif, menegaskan bahwa esensi bisnis adalah kreativitas dan inovasi.
  • Edukasi yang Membumi (Siti Soraya Cassandra, Kebun Kumara): Soraya menekankan pentingnya menciptakan keterhubungan masyarakat kota dengan alam. Keberlanjutan harus diinternalisasi dalam praktik sehari-hari, seperti berkebun dan mengenal tanaman, menghidupkan kembali tradisi Nusantara yang dekat dengan alam.

Masukan dan Arahan Penting bagi Generasi Muda

Berdasarkan diskusi yang berwawasan luas ini, berikut adalah pesan dan arahan penting bagi generasi muda Indonesia:

  • Transformasi Perilaku dari Konsumtif ke Produktif: Sadari bahwa modal terbesar Anda adalah digital mindsetdan energi. Gunakan keduanya untuk menciptakan solusi, bukan hanya mengonsumsi tren. Jadikan masalah lingkungan dan sosial sebagai peluang bisnis.
  • Kembangkan Green Skill Set: Jangan puas hanya dengan pengetahuan akademik umum. Ke depan, pasar kerja akan menuntut keterampilan spesifik terkait transisi hijau (misalnya: Sustainable Finance, Carbon Accounting, Renewable Energy Engineering). Cari sertifikasi dan pengalaman hands-on di bidang ini.
  • Ambil Peran Wirausaha: Jangan menunggu pekerjaan datang, ciptakanlah. Defisit investasi hijau sebesar Rp400 triliun per tahun adalah market opportunity raksasa. Kembangkan model bisnis berbasis bioteknologi, energi terbarukan, atau pertanian berkelanjutan.
  • Praktikkan Keberlanjutan dalam Keseharian: Idealisme harus membumi. Mulai dari aktivitas sederhana seperti berkebun, memilah sampah, hingga mengurangi konsumsi yang merusak lingkungan. Kesadaran lingkungan yang tumbuh secara organik akan meningkatkan kemampuan reflektif dan empati sosial Anda.
  • Jalin Kolaborasi Lintas Sektor: Gunakan wadah seperti Ultimate Fest untuk berjejaring dengan Kemenkeu, akademisi (UGM), dan pioneer bisnis hijau. Solusi kompleks tidak bisa dipecahkan sendirian; ia membutuhkan sinergi triple helix Pemerintah, Akademisi, dan Bisnis.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:EkonomiEkonomi Hijaugen zPenggerak UtamaPeranPeran Gen Z
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pedagang Pasar Pramuka Protes Soal Tarif & Skema Sewa Kios
Next Article Foto : Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta Membangun Sistem Pembinaan Atlet Berkelanjutan Pasca-POPNAS DKI Jakarta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index