By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mengenal Tradisi Nyalakan Lampu Pelita di Akhir Ramadan, Simbol Persamaan Masyarakat ASEAN
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengenal Tradisi Nyalakan Lampu Pelita di Akhir Ramadan, Simbol Persamaan Masyarakat ASEAN

Terkini

Mengenal Tradisi Nyalakan Lampu Pelita di Akhir Ramadan, Simbol Persamaan Masyarakat ASEAN

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Tradisi nyalakan lampu pelita di akhir bulan Ramadan, merupakan simbol persamaan masyarakat ASEAN. Khususnya di Indonesia dan Malaysia.

Contents
Sebuah TradisiTradisi Masyarakat MelayuTerjaga hingga Kini

Pelita atau obor, dinyalakan oleh kalangan masyarakat di Indonesia dan Malaysia sebagai persamaan simbol masyarakat ASEAN di sekitar rumah mereka.

Biasanya, pelita yang digunakan terbuat dari bambu dan berbahan bakar minyak tanah dan menancapkannya ke tanah.

Tradisi nyalakan lampu pelita ini dilakukan pada akhir bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri atau Lebaran. Dalam konteks ini adalah Lebaran Idul Fitri 2023.

Sebuah Tradisi

Meski, belum ditemukan makna yang pasti soal tradisi nyalakan lampu pelita di akhir bulan Ramadan ini, namun hal tersebut merupakan sebuah simbol persamaan tradisi masyarakat ASEAN, yang telah dilakukan oleh masyarakat di Indonesia dan Malaysia.

Namun, ada yang mengatakan makna dari tradisi nyalakan lampu pelita di akhir Ramadan ini sebagai motivasi masyarakat untuk segera membayar zakat fitrah dan juga menjemput sebuah malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan, bernama Lailatul Qadar.

Dapat juga dikatakan, simbol persamaan tradisi masyarakat ASEAN, untuk mencegah adanya serangan dari binatang buas menjelang Lebaran Idul Fitri.

Tradisi Masyarakat Melayu

Dekatnya wilayah Indonesia dan Malaysia, menyebabkan adanya tradisi yang sama. Sebab, berasal dari masyarakat Melayu.

Tentu saja, tradisi nyalakan lampu pelita di akhir Ramadan ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Melayu menjelang Lebaran Idul Fitri.

Baca Juga :

Libur Panjang Perayaan Waisak, Kemenhub Tingkatkan Pelayanan Transportasi di Darat hingga Udara
BLACKPINK Guncang Coachella 2023, Buat Blink Sedunia Histeris hingga Jadi Trending Dunia

Di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia, puncak tradisi nyalakan lampu pelita di akhir Ramadan, terjadi pada malam ke-27 Ramadan.

Terjaga hingga Kini

Tradisi nyalakan lampu pelita di akhir Ramadan yang merupakan tradisi masyarakat Melayu, hingga kini masih terjaga dengan baik.

Selain itu, tradisi masyarakat Melayu ini adalah menjadi salah satu persamaan tradisi yang dijalankan oleh masyarakat ASEAN di akhir Ramadan.

Tentu saja, dengan adanya simbol persamaan tradisi yang dijalankan masyarakat ASEAN di akhir Ramadan dan menjelang Idul Fitri, dapat menunjukkan pada dunia bahwa ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia.

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Heboh Suami Tidak Sadar Tinggalkan Istri di Brebes saat Mudik
Next Article Lebaran 2023 Berpotensi Berbeda, Mahfud MD: Sama-sama Berhari Raya di Tanggal 1 Syawal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index