By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Menteri Bahlil Umumkan Temuan Gas Jumbo Blok Ganal, Perkuat Fondasi Ketahanan Energi Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menteri Bahlil Umumkan Temuan Gas Jumbo Blok Ganal, Perkuat Fondasi Ketahanan Energi Nasional

EkonomiTerkini

Menteri Bahlil Umumkan Temuan Gas Jumbo Blok Ganal, Perkuat Fondasi Ketahanan Energi Nasional

Nicholas
By
Nicholas
2 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjabatan tangan dengan Head of Middle and Far East Region ENI, Ciro Pagano, disaksikan Menaging Director ENI Indonesia Mirko Araldi dan Kepala SKK Migas Djoko Sisanto saat jumpa pers di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026) terkait penemuan cadangan gas raksasa di lepas pantau Kalimantan Timur. (Foto, Antara/Dhemas)
SHARE

JAKARTA – Kabar positif datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, mengungkap potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat. Wilayah Kerja (WK) Ganal dioperasikan oleh ENI dengan kepemilikan 82%, sementara 18% sisanya dimiliki Sinopec.

Temuan ini memperkuat optimisme bahwa potensi migas nasional masih sangat besar, khususnya di kawasan Cekungan Kutai yang terus menunjukkan prospek menjanjikan. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik, penemuan ini menjadi sinyal penting bagi upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan eksplorasi tersebut. Ia menilai temuan ini sebagai bukti nyata bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan sumber daya migas demi mendukung target swasembada energi.

“Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru. Ini adalah hasil eksplorasi dan setelah ini mereka juga akan melakukan pengembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, produksi dari proyek ini diproyeksikan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2028, produksi puncak gas diperkirakan mencapai 2.000 MMSCFD, jauh di atas produksi saat ini yang berkisar 600–700 MMSCFD. Produksi tersebut bahkan ditargetkan meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.

“Ini (penemuan) giant. Selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028, kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Dan di 2029–2030 itu bisa tambah lagi menjadi 150 ribu barel hari (dari Wilayah Kerja yang dikelola ENI),” jelasnya.

Bahlil optimistis peningkatan produksi gas dan kondensat ini akan membantu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor minyak.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini melanjutkan catatan sukses eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan sumur Konta-1 pada 2025. Hal ini menegaskan stabilitas dan potensi besar sistem gas di wilayah tersebut.

Penemuan Geliga juga terjadi setelah keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) untuk sejumlah proyek gas utama, yaitu Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub). Dalam pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru dengan kapasitas mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) dan 90.000 barel kondensat per hari (BPD). Proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Baca Juga :

Wali Kota Cup Pelajar 2025 di Pekalongan! Wali Kota Aaf Ngegas Ajak Pelajar Berprestasi & Anti Kenakalan Remaja!
Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tergiur Tawaran Berangkat Haji Tanpa Antre

Selain Geliga, pemerintah juga menyoroti temuan sebelumnya di Sumur Gula yang menghasilkan sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat. Secara kombinasi, kedua temuan ini diperkirakan mampu memberikan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 BPD kondensat.

Tak hanya meningkatkan cadangan migas nasional, temuan di Blok Ganal juga membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur gas terintegrasi. ENI saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang terhubung dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

Pemerintah mendorong agar temuan ini segera masuk tahap pengembangan produksi agar manfaat ekonominya dapat segera dirasakan. Selain meningkatkan investasi dan penerimaan negara, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan memperkuat pasokan energi nasional untuk kebutuhan industri dan masyarakat.

Dengan potensi besar yang dimiliki, temuan ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong kemandirian energi Indonesia di masa depan.

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
TAGGED:ENI ItaliaGanal Kalimantan TimurKetahanan EnergiMenteri Bahlil
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sejumlah petugas SPPG Cijayanti 2, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan menu MBG, Kamis (2/10/2025). (Foto : ANTARA/Savira Hazra) SLHS SPPG Tembus 52%, BGN Targetkan Seluruh Dapur MBG
Next Article Sebelum Mengeluh, Lihat Ini! BBM Indonesia Masih Paling Rasional Se-Asia Tenggara
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index