By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sebelum Mengeluh, Lihat Ini! BBM Indonesia Masih Paling Rasional Se-Asia Tenggara
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sebelum Mengeluh, Lihat Ini! BBM Indonesia Masih Paling Rasional Se-Asia Tenggara

Terkini

Sebelum Mengeluh, Lihat Ini! BBM Indonesia Masih Paling Rasional Se-Asia Tenggara

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Masyarakat diminta objektif dalan menilai kenaikan harga BBM subsidi dengan mengkaji perbandingan harga BBM di kawasan Asia Tenggara yang membuktikan Indonesia masih jauh lebih murah. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Isu kenaikan harga BBM non-subsidi kembali ramai diperbincangkan. Namun jika dilihat secara objektif, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang mengejutkan, yakni harga BBM di Indonesia masih menjadi salah satu yang paling murah dan stabil di kawasan Asia Tenggara.

Data perbandingan harga BBM jenis RON tinggi di negara-negara ASEAN memperlihatkan bahwa Indonesia masih berada di posisi kompetitif, bahkan cenderung paling terjangkau untuk segmen non-subsidi.

Lalu bagaimana perbandingan harga BBM non-subsidi di Asia Tenggara? Berikut tabelnya:

  • Indonesia (Pertamax Turbo): Rp 19.400 per liter
  • Malaysia (RON 97): Rp 22.332 per liter
  • Singapura: Rp 55.464 per liter
  • Thailand: Rp 34.845 per liter
  • Filipina (RON 100): Rp 19.492 per liter

Jika melihat angka tersebut, jelas bahwa harga BBM non-subsidi di Indonesia masih jauh di bawah negara-negara seperti Singapura dan Thailand, bahkan lebih murah dibanding Malaysia. Hanya Filipina yang mendekati, namun tetap sedikit lebih tinggi.

Produk seperti Pertamax Turbo memang masuk kategori BBM non-subsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar global. Artinya, fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar menjadi faktor utama dalam penyesuaian harga.

Namun menariknya, meskipun mengikuti dinamika global, pemerintah tetap mampu menjaga harga di level moderat agar tidak melonjak setinggi negara tetangga.

Perspektif yang Sering Terlewat

Di tengah derasnya kritik soal kenaikan harga, publik sering kali lupa melihat konteks regional. Padahal, di banyak negara, BBM non-subsidi dijual dengan harga jauh lebih tinggi karena sepenuhnya mengikuti pasar tanpa intervensi signifikan.

Sebagai contoh, di Singapura, harga BBM RON tinggi bahkan menembus Rp 55 ribu per liter. Sementara di Thailand mencapai lebih dari Rp 34 ribu per liter.

Baca Juga :

Jelang Debat Pilpres 2024 Terakhir, Prabowo Subianto Latihan Pemantapan Materi
Jadwal Tayang, Sinopsis dan Daftar Pemain Will Love In Spring

Bandingkan dengan Indonesia yang masih berada di kisaran Rp 19 ribuan—selisihnya bisa mencapai lebih dari dua kali lipat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia masih berupaya menjaga keseimbangan antara mekanisme pasar dan daya beli masyarakat.

Pemerintah, melalui Kementerian ESDM memastikan BBM non-subsidi tetap mengikuti harga global dan akan dijaga agar tidak melonjak ekstrem. Pendekatan ini diyakini akan menciptakan stabilitas yang relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara lain di kawasan.

Selain itu, keberadaan BBM subsidi juga menjadi bantalan penting bagi masyarakat luas, sehingga dampak kenaikan harga non-subsidi tidak langsung dirasakan oleh seluruh lapisan.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menempatkan isu kenaikan BBM dalam perspektif yang lebih luas. Masyarakat harus memahami, jika kenaikan Harga BBM terjadi naik, maka pemerintah memastikan kenaikan tidak setinggi negara tetangga, masih dalam batas moderat, dan tetap terkendali dibanding pasar regional

Perlu dipahami bahwa BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo adalah komoditas yang tidak bisa sepenuhnya “ditahan” harganya. Tanpa penyesuaian, beban ekonomi bisa bergeser ke sektor lain atau bahkan mengganggu pasokan.

Karena itu, menjaga harga tetap realistis justru menjadi kunci agar distribusi energi tetap berjalan dan tidak membebani keuangan negara secara berlebihan.

Fakta ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap penyesuaian harga, ada upaya menjaga keseimbangan besar antara pasar global, keberlanjutan energi, dan daya beli masyarakat.

Jadi, sebelum ikut panik—coba lihat data dengan leih rinci. Bisa jadi, posisi Indonesia sebenarnya jauh lebih baik dari yang dibayangkan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Bahlil Umumkan Temuan Gas Jumbo Blok Ganal, Perkuat Fondasi Ketahanan Energi Nasional
Next Article Mobil China Mulai Tekan Dominasi Jepang di Indonesia, Ini Analisis Pakar ITB
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index