By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Menuju Energi Mandiri, Kebijakan Prabowo-Gibran Tuai Apresiasi Akademisi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menuju Energi Mandiri, Kebijakan Prabowo-Gibran Tuai Apresiasi Akademisi

Terkini

Menuju Energi Mandiri, Kebijakan Prabowo-Gibran Tuai Apresiasi Akademisi

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
9 months ago
Share
5 Min Read
Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
SHARE

Satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menorehkan sejumlah capaian penting, terutama di sektor energi. Langkah-langkah strategis menuju kemandirian energi nasional mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pakar energi. Dalam diskusi publik bertajuk “Menakar Satu Tahun Kemandirian Energi: Janji dan Realisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang digelar di Malang dan Surabaya, para akademisi menilai arah kebijakan energi pemerintah sudah berada di jalur yang tepat.

Kemandirian Energi: Prioritas Strategis Pemerintahan Prabowo-Gibran

Sejak awal masa jabatan, Prabowo-Gibran menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Fokus utama adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil dan memperluas pemanfaatan sumber energi lokal, termasuk biofuel dan EBT.

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap tantangan global seperti fluktuasi harga minyak, krisis energi, dan transisi menuju ekonomi hijau.

Mandatori E10 dan B50: Terobosan Biofuel untuk Transportasi

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Wardana, menyebut bahwa pemerintah melalui Kementerian ESDM tengah menyiapkan mandatori E10 (campuran 10% etanol dalam bensin) dan B50 (campuran 50% biodiesel dalam solar) yang akan diberlakukan pada 2026.

Menurut Prof Wardana, kebijakan ini berpotensi mengurangi impor minyak hingga 10–20 persen karena sebagian besar BBM yang diimpor digunakan untuk transportasi.

“Dengan menaikkan campuran biofuel, hampir semua BBM yang kita impor itu untuk kendaraan. Jadi kalau kita pakai E10 atau B50, impor kita bisa turun 10 sampai 20 persen,” ujar Prof Wardana.

Energi Baru Terbarukan (EBT): Konsistensi dan Ekspansi

Baca Juga :

7 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Secara Alami
Berbekal Elektabilitas, Erick Thohir Dinilai Berpotensi Jadi Cawapres

Koordinator Proyek Renewable Energy Integration Demonstrator Indonesia (REIDI) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, menilai bahwa langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.

Pemerintah telah meresmikan 55 proyek EBT dengan total kapasitas 379,7 MW, mencakup pembangkit listrik tenaga surya, mikrohidro, dan biomassa.

“Konsistensi pemerintah dalam menjaga arah pembangunan menuju kemandirian energi yang berkelanjutan sangat kami apresiasi,” ujar Ary Bachtiar.

Hilirisasi dan Optimalisasi Sumber Daya Lokal

Selain biofuel dan EBT, pemerintah juga mendorong hilirisasi sumber daya energi lokal seperti batu bara dan gas alam. Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja di sektor energi.

Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Capaian Kinerja Energi Nasional 2025

Berikut beberapa capaian penting sektor energi selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran:

CapaianDetail
Lifting MigasMelampaui target APBN 2025
Proyek EBT55 proyek dengan kapasitas 379,7 MW
Mandatori BiofuelE10 dan B50 disiapkan untuk 2026
Penurunan Impor BBMPotensi penurunan hingga 20%

Perspektif Akademisi: Kebijakan Berpihak pada Rakyat

Para akademisi menilai bahwa kebijakan energi Prabowo-Gibran tidak hanya berorientasi pada efisiensi ekonomi, tetapi juga berpihak pada rakyat. Penggunaan biofuel dan EBT dinilai lebih ramah lingkungan dan membuka peluang bagi petani dan pelaku UMKM di sektor energi.

“Kemandirian energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal keberpihakan pada rakyat dan lingkungan,” ujar salah satu peserta diskusi di Surabaya.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski capaian awal cukup positif, para akademisi juga mengingatkan bahwa tantangan besar masih menanti:

  • Infrastruktur distribusi biofuel dan EBT
  • Edukasi publik tentang transisi energi
  • Investasi dan insentif bagi pelaku industri
  • Harmonisasi regulasi antar kementerian

Namun, dengan komitmen politik yang kuat dan dukungan akademisi, Indonesia dinilai mampu mewujudkan swasembada energi dalam waktu dekat.

Kemandirian Energi Bukan Lagi Mimpi

Langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintahan Prabowo-Gibran dalam satu tahun terakhir menunjukkan bahwa kemandirian energi bukan lagi mimpi, melainkan target yang bisa dicapai. Dukungan akademisi terhadap kebijakan biofuel, EBT, dan hilirisasi menjadi validasi bahwa arah pembangunan energi nasional sudah berada di jalur yang benar.

Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat, Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri secara energi, berdaulat secara ekonomi, dan berkelanjutan secara lingkungan.

You Might Also Like

PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:2025Anak MudaEnergiESDMgen zGibranInfoPraboworemaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jumanji 3 Hadir Desember 2026, Dunia Game Bawa Aksi yang Lebih Ekstrem
Next Article 5 Tips Jitu Menjaga Fisik dan Finansial Tetap Seimbang di Era Modern
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index