Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Indonesia. Musisi sekaligus aktor dan konten kreator Onadio Leonardo, yang dikenal luas sebagai Onad, ditangkap oleh pihak kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Penangkapan ini terjadi menjelang akhir Oktober 2025 dan langsung menjadi sorotan media serta perbincangan hangat di berbagai platform sosial.
Onad, yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Killing Me Inside dan kini aktif sebagai aktor serta pembawa acara, ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, membenarkan kabar penangkapan tersebut. “Benar (ditangkap),” ujar David saat dikonfirmasi pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Hingga saat ini, Onad masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Kombes Ahmad David menyatakan bahwa penyidik masih mendalami kasus tersebut dan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan, lokasi kejadian, maupun barang bukti yang disita.
“Sedang didalami. Nanti akan diinfokan setelah pemeriksaan rampung,” kata David kepada media.
Kondisi ini membuat publik bertanya-tanya mengenai detail kasus yang menjerat Onad. Apalagi, sang artis sebelumnya pernah terbuka soal masa lalunya sebagai pecandu narkoba dan perjuangannya untuk sembuh demi keluarga.
Penangkapan Onad langsung memicu gelombang reaksi di media sosial. Banyak netizen yang terkejut, mengingat Onad selama ini dikenal sebagai sosok yang humoris, terbuka, dan aktif dalam berbagai proyek kreatif. Beberapa penggemar menyatakan dukungan dan berharap agar Onad mendapatkan rehabilitasi, sementara yang lain menyayangkan kejadian ini dan menyoroti pentingnya edukasi tentang bahaya narkoba di kalangan artis.
Kasus Onad kembali membuka diskusi tentang tekanan mental dan gaya hidup di dunia hiburan. Banyak artis yang harus menghadapi tuntutan popularitas, ekspektasi publik, dan tekanan kerja yang tinggi. Dalam beberapa kasus, hal ini mendorong mereka mencari pelarian dalam bentuk konsumsi zat terlarang.
Psikolog klinis dan pemerhati dunia hiburan, dr. Rika Andini, menyebut bahwa lingkungan kerja yang kompetitif dan minim ruang untuk healing bisa menjadi faktor risiko. “Artis sering kali tidak punya ruang aman untuk mengekspresikan stres atau trauma. Jika tidak ditangani dengan baik, mereka rentan terhadap pelarian yang tidak sehat,” ujarnya dalam wawancara dengan media lokal.
Onad memulai kariernya sebagai vokalis band emo-rock Killing Me Inside dan dikenal dengan gaya panggung yang ekspresif. Setelah keluar dari band, ia menjajal dunia akting dan menjadi pembawa acara di berbagai program digital. Ia juga aktif sebagai konten kreator dan sering tampil di podcast serta kanal YouTube.
Keterbukaan Onad terhadap masa lalunya, termasuk perjuangan melawan kecanduan, membuatnya disukai oleh banyak penggemar. Ia dikenal sebagai sosok yang jujur dan tidak segan membahas isu-isu sensitif seperti kesehatan mental dan kehidupan pribadi.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan diberikan setelah pemeriksaan selesai. Jika terbukti bersalah, Onad bisa dikenai pasal terkait penyalahgunaan narkotika sesuai dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun, jika terbukti sebagai pengguna aktif, ia berpotensi mendapatkan rehabilitasi sebagai bentuk pemulihan.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pendekatan terhadap pengguna narkoba harus mempertimbangkan aspek kesehatan dan pemulihan, bukan semata-mata hukuman.
Penangkapan Onadio Leonardo adalah momen reflektif bagi dunia hiburan dan masyarakat luas. Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman nyata. Di sisi lain, kasus ini juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi terhadap pengguna, termasuk akses terhadap rehabilitasi dan dukungan psikologis.
Onad adalah salah satu dari banyak artis yang pernah berjuang melawan kecanduan. Jika ia kembali terjerumus, maka ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal sistem dukungan yang belum cukup kuat. Semoga kasus ini menjadi titik balik, baik bagi Onad maupun bagi sistem yang lebih luas, untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan suportif bagi para pelaku seni.