Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Jawa, khususnya di Bantul, Yogyakarta, melestarikan tradisi “Padusan”. Ritual ini melibatkan pembersihan diri secara lahir dan batin sebagai persiapan menyambut ibadah puasa. Pada tahun ini, Dinas Pariwisata Bantul memprediksi sekitar 7.500 wisatawan akan memadati berbagai destinasi wisata air pada Jumat, 28 Februari 2025, untuk mengikuti tradisi ini.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan bahwa pantai-pantai seperti Parangtritis, Depok, Pandansari, Goa Cemara, Cangkring, hingga Pantai Baru diperkirakan menjadi tujuan utama para pengunjung. Selain itu, objek wisata yang dikelola masyarakat dan swasta, seperti Pasar Kebon Empring dan Taman Tempuran Cikal, juga diprediksi akan ramai dikunjungi. Wahana air lainnya, termasuk Waterbyur, Galaxy Water Park, Balong Water Park, Kids Fun, dan Gabusan Water Park, tak luput dari antusiasme masyarakat yang ingin melaksanakan Padusan.
Tradisi Padusan bukan sekadar ritual; ia menjadi magnet yang menggerakkan roda pariwisata lokal. Namun, setelah euforia Padusan, biasanya terjadi penurunan drastis jumlah wisatawan selama bulan Ramadan, karena masyarakat lebih fokus pada ibadah. Data Dinas Pariwisata Bantul tahun sebelumnya menunjukkan penurunan kunjungan hingga 80% selama Ramadan, dengan angka kunjungan hanya mencapai 98.449 orang, jauh di bawah rata-rata bulanan di atas 135.000 pengunjung.
Untuk mengatasi periode sepi ini, para pelaku usaha wisata dan kuliner di Bantul telah menyiapkan strategi khusus. Dardi Nugroho, pemilik warung makan Salsabila di Pantai Depok, mengurangi stok ikan dan menawarkan paket menu buka puasa berbahan seafood dengan harga terjangkau. Langkah serupa diambil oleh anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, yang menyusun paket-paket buka puasa untuk menarik pengunjung selama Ramadan.
Selain upaya dari sektor swasta, pemerintah daerah juga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan Padusan. Seluruh anggota SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, bersama TNI dan Polri, dikerahkan untuk memastikan keselamatan pengunjung di pantai-pantai selatan. Pemasangan rambu-rambu di area berbahaya dan pengawasan ketat di lokasi rawan menjadi prioritas utama demi kelancaran tradisi tahunan ini.
Padusan bukan hanya tentang membersihkan diri sebelum Ramadan; ia mencerminkan kekayaan budaya dan semangat gotong royong masyarakat Bantul. Dengan persiapan matang dari berbagai pihak, tradisi ini diharapkan terus menjadi daya tarik yang memperkaya khasanah budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata lokal.