By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Padusan, Tradisi Suci yang Menghidupkan Pariwisata Bantul
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Padusan, Tradisi Suci yang Menghidupkan Pariwisata Bantul

Travel

Padusan, Tradisi Suci yang Menghidupkan Pariwisata Bantul

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Jawa, khususnya di Bantul, Yogyakarta, melestarikan tradisi “Padusan”. Ritual ini melibatkan pembersihan diri secara lahir dan batin sebagai persiapan menyambut ibadah puasa. Pada tahun ini, Dinas Pariwisata Bantul memprediksi sekitar 7.500 wisatawan akan memadati berbagai destinasi wisata air pada Jumat, 28 Februari 2025, untuk mengikuti tradisi ini.

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan bahwa pantai-pantai seperti Parangtritis, Depok, Pandansari, Goa Cemara, Cangkring, hingga Pantai Baru diperkirakan menjadi tujuan utama para pengunjung. Selain itu, objek wisata yang dikelola masyarakat dan swasta, seperti Pasar Kebon Empring dan Taman Tempuran Cikal, juga diprediksi akan ramai dikunjungi. Wahana air lainnya, termasuk Waterbyur, Galaxy Water Park, Balong Water Park, Kids Fun, dan Gabusan Water Park, tak luput dari antusiasme masyarakat yang ingin melaksanakan Padusan.

Tradisi Padusan bukan sekadar ritual; ia menjadi magnet yang menggerakkan roda pariwisata lokal. Namun, setelah euforia Padusan, biasanya terjadi penurunan drastis jumlah wisatawan selama bulan Ramadan, karena masyarakat lebih fokus pada ibadah. Data Dinas Pariwisata Bantul tahun sebelumnya menunjukkan penurunan kunjungan hingga 80% selama Ramadan, dengan angka kunjungan hanya mencapai 98.449 orang, jauh di bawah rata-rata bulanan di atas 135.000 pengunjung.

Untuk mengatasi periode sepi ini, para pelaku usaha wisata dan kuliner di Bantul telah menyiapkan strategi khusus. Dardi Nugroho, pemilik warung makan Salsabila di Pantai Depok, mengurangi stok ikan dan menawarkan paket menu buka puasa berbahan seafood dengan harga terjangkau. Langkah serupa diambil oleh anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, yang menyusun paket-paket buka puasa untuk menarik pengunjung selama Ramadan.

Selain upaya dari sektor swasta, pemerintah daerah juga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan Padusan. Seluruh anggota SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, bersama TNI dan Polri, dikerahkan untuk memastikan keselamatan pengunjung di pantai-pantai selatan. Pemasangan rambu-rambu di area berbahaya dan pengawasan ketat di lokasi rawan menjadi prioritas utama demi kelancaran tradisi tahunan ini.

Padusan bukan hanya tentang membersihkan diri sebelum Ramadan; ia mencerminkan kekayaan budaya dan semangat gotong royong masyarakat Bantul. Dengan persiapan matang dari berbagai pihak, tradisi ini diharapkan terus menjadi daya tarik yang memperkaya khasanah budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata lokal.

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara
TAGGED:TravelWisata
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article 7 Drama Korea yang Membuat Puasa Ramadhan Lebih Berwarna
Next Article Pemerintah Optimalkan Pemberdayaan UMKM Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

4 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index