INVERSI.ID – Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menyiapkan sebanyak 2.714 kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk Provinsi Papua Tengah pada tahun 2026. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.
“Dari data yang kami terima Kabupaten Paniai menyiapkan 219 orang untuk peserta beasiswa KIP Kuliah kemudian Kabupaten Dogiyai 131 orang dan Kabupaten Deiyai sebanyak 78 orang,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (23/1).
Kuota Didorong Lewat DPR RI
Nawipa menjelaskan, pemerintah provinsi telah meminta dinas terkait agar data calon penerima beasiswa tersebut dapat diteruskan melalui DPR RI. Langkah ini dilakukan agar seluruh peserta yang telah terdata bisa memperoleh haknya sesuai kuota yang tersedia.
“Selain beasiswa bagi mahasiswa, tahun ini juga Provinsi Papua Tengah mulai memberlakukan sekolah gratis jenjang SD hingga SMA/SMK,” ujarnya.
Pendidikan Jadi Prioritas Pembangunan
Lebih lanjut, Nawipa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan Papua Tengah. Salah satu target jangka panjang yang dicanangkan adalah melahirkan 100 anak Papua Tengah yang berprofesi sebagai dokter spesialis.
“Kami telah menyerahkan bantuan laptop bagi siswa yang mengikuti festival pelajar pada September 2025 di Nabire dan saat ini pelajar di Kabupaten Paniai, Dogiyai, dan Deiyai juga mendapatkan bantuan laptop untuk itu diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” katanya lagi.
Ia menambahkan, total sebanyak 75 unit laptop telah disalurkan kepada para siswa, dengan masing-masing kabupaten Paniai, Dogiyai, dan Deiyai menerima bantuan untuk 25 pelajar.