By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Program MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru. Tigor : Selanjutnya Penguatan Mutu dan Keamanan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Program MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru. Tigor : Selanjutnya Penguatan Mutu dan Keamanan

EkonomiMBGTerkini

Program MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru. Tigor : Selanjutnya Penguatan Mutu dan Keamanan

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
6 months ago
Share
4 Min Read
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan. BGN segera implementasi Grading SPPG untuk memastikan standar mutu tinggi. (Foto, Dok.BGN)
SHARE

JAKARTA —
Sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025, data resmi menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini telah bertransformasi menjadi mesin ekonomi baru yang masif. Pencapaian dan isu-isu strategis yang mampu ditangani Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab program ini melampaui target awal yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Kedeputian Sistem dan Tata Kelola BGN mencatat, target awal operasional program MBG, yaitu 5.000 Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) dan 15 juta penerima manfaat, telah tercapai lebih cepat dari jadwal, yakni pada Agustus 2025. Ekspansi program terus berlanjut, dan per 5 Januari 2026, jumlah SPPG yang beroperasi telah mencapai 19.188 unit, melayani total 57.564.000 penerima manfaat.

Capaian yang paling menonjol adalah kontribusi program ini dalam penciptaan lapangan kerja. Target awal penyerapan 250.000 tenaga kerja di SPPG telah terlampaui jauh. Hingga awal Januari 2026, program MBG telah menyerap 786.708 tenaga kerja baru, termasuk Kepala SPPG, Penata Layanan Operasional Gizi (PLOG), dan Penata Layanan Operasional Akuntan (PLOK).

“Kami bersyukur atas akselerasi yang luar biasa ini. Pencapaian 5.000 SPPG dan 15 juta penerima manfaat di bulan Agustus 2025 adalah bukti komitmen kita bersama. Program MBG bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang pergerakan ekonomi rakyat. Hampir 800 ribu lapangan kerja baru yang tercipta adalah dampak nyata yang tidak bisa diabaikan,” ujar Tigor Pagaribuan, Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Skala operasional 19.188 SPPG menciptakan permintaan bahan baku pangan yang sangat besar, secara langsung memberdayakan petani, peternak, dan produsen lokal. Data BGN merinci estimasi kebutuhan bahan baku bulanan dan jumlah produsen yang terlibat, menunjukkan betapa vitalnya program ini bagi kedaulatan pangan nasional.

Meskipun capaiannya masif, BGN juga menyoroti beberapa isu strategis yang memerlukan perbaikan mendesak. Isu utama berkisar pada keamanan pangan (food safety) dan tata kelola sistem. BGN mengakui, proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikasi Halal masih melalui banyak pihak dan belum seragam, sementara banyak penyedia makanan belum memenuhi standar keamanan pangan yang memadai.

Selain itu, BGN juga mencatat perlunya sosialisasi masif kepada pelaku UMKM dan konsumen mengenai perbedaan antara produk olahan standar dengan Ultra- Processed Food (UPF) yang berisiko Kesehatan. Untuk mengatasi tantangan ini, BGN telah menetapkan Strategi Perbaikan Tahun 2026 yang fokus pada penguatan sistem dan kualitas.

“Kami menempatkan percepatan SLHS dan sertifikasi Halal sebagai prioritas nomor satu di tahun 2026. Selain itu, kami akan segera mengimplementasikan Grading SPPG untuk memastikan standar mutu yang tinggi di setiap unit. Perbaikan sistem manajemen, peningkatan kapasitas SDM, dan penanganan sisa pangan (zero waste) juga menjadi fokus utama kami untuk menjamin keberlanjutan dan kualitas program MBG,” tegas Tigor.

Program MBG diproyeksikan akan terus meluas, termasuk rencana perluasan sasaran penerima manfaat ke kelompok Bayi (6-12 bulan) serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang menuntut standar keamanan pangan dan variasi gizi yang lebih ketat.

Baca Juga :

Pesan Menteri BKKBN untuk Gen Z: Jangan Nikah Dini, Hindari Seks Bebas, dan Narkoba
Guru & Siswa ‘Smandalan’ Smash ISIF & IRTC 2025 di Bali!

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:BGNProgram MBGSLHSSPPGTigor PAsaribuUMKM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Papua Tengah Dapat 2.714 Kuota Beasiswa KIP Kuliah pada 2026
Next Article Cincin Kawin Tersangkut, Jennifer Bachdim Datangkan Pemadam Kebakaran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

1 day ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index