By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: PayLater, Gaya Hidup Finansial Baru Generasi Muda yang Penuh Risiko
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » PayLater, Gaya Hidup Finansial Baru Generasi Muda yang Penuh Risiko

LifeStyle

PayLater, Gaya Hidup Finansial Baru Generasi Muda yang Penuh Risiko

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Layanan buy now pay later (BNPL) atau yang lebih dikenal sebagai PayLater, kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial generasi milenial dan Gen Z. Hanya dengan verifikasi singkat lewat aplikasi digital, siapa pun bisa belanja tanpa harus membayar langsung.

Contents
PayLater: Solusi Praktis untuk Kebutuhan MendesakRisiko PayLater: Utang Menumpuk dan Skor Kredit AnjlokData OJK: Transaksi PayLater Melejit, Risiko Konsumen MengintaiKesimpulan: Bijak Sebelum Checkout

Namun di balik kemudahannya, PayLater menyimpan risiko besar—mulai dari utang konsumtif hingga ancaman gagal bayar yang berdampak jangka panjang.

Dalam lima tahun terakhir, tren penggunaan PayLater meningkat pesat. Pengguna cukup mendaftar secara online untuk mendapatkan limit kredit instan, tanpa perlu memiliki kartu kredit ataupun melalui proses verifikasi bank yang rumit. Promo cicilan nol persen dan berbagai penawaran cashback turut menjadi pemicu belanja impulsif.

PayLater: Solusi Praktis untuk Kebutuhan Mendesak

Meski kerap dianggap pemicu gaya hidup konsumtif, PayLater juga memiliki sisi positif. Layanan ini dapat menjadi solusi cepat untuk kebutuhan mendesak, seperti membeli obat, membayar tiket perjalanan, atau memenuhi kebutuhan kerja. Tak hanya itu, PayLater turut mendorong inklusi keuangan dengan menjangkau kelompok yang belum memiliki akses ke kredit perbankan, termasuk pelaku UMKM dan pekerja lepas.

Jika digunakan dengan bijak, PayLater justru bisa membantu mengelola arus kas harian secara efisien. Pengguna bisa menyesuaikan cicilan sesuai kemampuan, tanpa perlu meminjam uang dari bank atau kerabat.

Risiko PayLater: Utang Menumpuk dan Skor Kredit Anjlok

Sayangnya, tidak semua pengguna memahami konsekuensi dari penggunaan PayLater. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, tagihan bisa menumpuk dan menyebabkan gagal bayar. Bahkan tunggakan kecil dapat memengaruhi skor kredit atau BI Checking secara signifikan.

Dampaknya pun meluas. Banyak pelamar kerja yang ditolak karena riwayat kredit buruk akibat PayLater. Akses terhadap fasilitas keuangan lain seperti KPR, kredit kendaraan, hingga program beasiswa bisa tertutup hanya karena catatan kredit yang buruk.

Hal ini menjadi bukti bahwa kemudahan digital juga dapat menjadi beban finansial jangka panjang jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Data OJK: Transaksi PayLater Melejit, Risiko Konsumen Mengintai

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa hingga 2023 terdapat lebih dari 79 juta kontrak PayLater aktif, meningkat tajam dari 4,6 juta pada 2019. Total piutang PayLater mencapai Rp6,13 triliun per Maret 2024, tumbuh hampir 24 persen secara tahunan.

Baca Juga :

Fakta-fakta Diduga Pendukung Ganjar Lakukan Aksi Anarkis di Kedai Kopi, Barista Jadi Korban
Menko PMK sebut Keluarga Pelaku Judi Online dapat Pendampingan dan Rehabilitas

Meski demikian, masih banyak platform PayLater yang belum transparan terkait bunga tersembunyi, denda keterlambatan, dan biaya administrasi. Lemahnya pengawasan serta minimnya literasi keuangan membuat konsumen sulit mengadukan masalah, terlebih jika sudah masuk dalam daftar hitam kredit.

Kesimpulan: Bijak Sebelum Checkout

Tren PayLater mencerminkan perubahan perilaku finansial anak muda di era digital. Di satu sisi, layanan ini menawarkan kemudahan dan akses cepat. Namun di sisi lain, risiko finansialnya nyata dan dapat berdampak jangka panjang.

Sebelum memutuskan menggunakan PayLater, penting bagi setiap pengguna untuk memahami ketentuan layanan, menghitung kemampuan membayar cicilan, dan mempertimbangkan tujuan finansial jangka panjang.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Gaya hidupGenerasi mudaPayLater
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Fenomena Friendship Marriage di China, Menikah Tanpa Cinta, Demi Kebebasan Hidup
Next Article Dari Driving Range ke Simulator, Cara Asyik Anak Muda Main Golf
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index