INVERSI – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Menekraf) dan Sekretariat Negara, pemerintah meluncurkan jajak pendapat (polling) logo yang dapat diakses secara terbuka oleh publik mulai tanggal 24 hingga 28 Juni 2026.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengedepankan prinsip keterbukaan dan pelibatan masyarakat dalam setiap aspek pembangunan, termasuk dalam ranah simbolik kenegaraan. Identitas visual bukan sekadar desain grafis, melainkan representasi dari semangat, cita-cita, dan arah perjalanan bangsa yang akan dirayakan bersama setiap tanggal 17 Agustus.
Transparansi dalam Proses Kreatif
Dalam keterangan pers yang disampaikan di Kantor Presiden, Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, didampingi oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro serta Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie, menjelaskan bahwa pemilihan logo tahun ini melibatkan proses kurasi yang panjang.
Desain-desain yang ditampilkan dalam jajak pendapat merupakan karya-karya terbaik yang telah melalui seleksi ketat berdasarkan filosofi kebangsaan dan estetika modern.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa logo yang terpilih nanti benar-benar mencerminkan semangat kolektif seluruh masyarakat Indonesia. Kami mengundang masyarakat untuk memberikan suaranya secara objektif melalui platform digital yang telah disediakan,” ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya.
Mudah Diakses secara Digital
Untuk menjamin aksesibilitas yang luas bagi masyarakat dari berbagai pelosok negeri, pemerintah menyediakan situs resmi di alamat https://logohutri.istanapresiden.go.id. Melalui platform ini, publik dapat melihat berbagai opsi desain logo dan identitas visual yang ditawarkan, lengkap dengan narasi filosofis di balik setiap pilihan desain.
Jangka waktu jajak pendapat yang berlangsung selama lima hari ini dirancang agar cukup bagi masyarakat untuk mempelajari makna di balik logo sebelum memberikan dukungan. Pemerintah berharap melalui proses ini, logo HUT ke-81 RI yang terpilih nantinya akan memiliki legitimasi kuat di mata publik dan mampu menginspirasi semangat patriotisme di seluruh penjuru Tanah Air.
Membangun Kebanggaan Nasional
Partisipasi masyarakat dalam menentukan logo HUT ke-81 bukan sekadar aktivitas digital biasa. Ini adalah bentuk penguatan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap negara. Dengan memilih desain yang dianggap paling mewakili identitas bangsa saat ini, masyarakat diajak untuk ikut serta dalam merayakan perjalanan usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh data yang masuk melalui platform jajak pendapat akan dikelola dengan akuntabel oleh tim teknis. Hasil polling ini nantinya akan menjadi referensi utama bagi dewan juri dan panitia nasional dalam menetapkan logo final yang akan digunakan dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan tahun 2026. Masyarakat diharapkan dapat segera menggunakan hak pilihnya sebelum masa jajak pendapat berakhir pada 28 Juni mendatang.